Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Jengkol Di Rumah Untuk Pemula. Sekali Panen Langsung Melimpah!

Artikel ini khusus untuk kamu yang sedang mencari usaha rumahan yang mudah untuk dilakukan, menanam jengkol di rumah bisa sekali dijadikan pilihan, loh! Simak uraian selengkapnya tentang cara menanam jengkol bagi pemula di bawah ini!

Dibalik baunya yang begitu khas, siapa sangka ternyata jengkol miliki berbagai macam manfaat yang baik untuk tubuh, loh!

Walaupun tidak semua orang menyukai makanan ini yang bisa kalian santap baik itu mentah ataupun matang, sungguh amat disayangkan untuk melewatkan begitu saja rasa yang khas dari jengkol.

Berkat kepopuleran yang dimilikinya membuat banyak orang memburu jengkol ke tukang sayur atau bahkan ada yang rela sampai pergi ke pasar untuk dijadikan sebagai lalapan ataupun lauk-pauk.

Perlu kalian ketahui tanaman jengkol ini begitu mudah untuk ditanam, bahkan bisa kalian tanam dalam skala rumahan saja, loh!

Apakah kamu penasaran mengenai cara menanam jengkol di rumah agar tumbuh subur?

Yuk, simak panduan lengkapnya di sini!


Cara Menanam Jengkol di Rumah untuk Pemula

Cara Menanam Jengkol di Rumah untuk Pemula


1. Persiapan Lahan

Perlu kalian pahami bahwasanya tanaman jengkol sendiri dapat tumbuh baik dimana saja asalkan dekat dengan sumber mata air.

Maka dari itu, sebaiknya kamu menanam jengkol di dataran rendah dan pastikan bahwa lahan yang hendak dipergunakan untuk budidaya memperoleh asupan sinar matahari, ya.

Selain itu, ketika memilih lahan untuk budidaya jengkol kalian harus memperhatikan kadar kelembaban yang cukup, ya!


2. Pemilihan Masa Tanam Jengkol

Pada dasarnya tanaman jengkol sendiri bisa kalian tanam kapanpun dan dimanapun.

Hanya saja, kalian perlu memperhatikan masa tanamnya, sebab hal ini sangat berefek terhadap masa berbuah dan masa panennya.

Sebagai saran dari kami, sebaiknya kalian menanam jengkol pada awal musim penghujan, karena pada musim tersebut kelembaban lingkungan terjaga, tanaman lebih mudah berkembang, dan berbuah jauh lebih cepat.


3. Proses Pembibitan dan Penanaman Jengkol

Adapun proses pembibitan serta penanaman jengkol sendiri dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu secara generatif atau menanam melalui biji dan vegetatif yaitu memperbanyak tanaman dengan metode okulasi.

Walaupun terdiri dari dua metode dalam proses pembibitan jengkol, ada hal yang krusial dalam proses ini yakni kamu harus memperhatikan pohon induknya.

Pastikan kamu memilih induk pohon jengkol yang berkualitas baik atau unggul.

Berikut ini adalah metode pembibitan tanaman jengkol dari biji:

  • Pertama-tama siapkan biji jengkol dari tanaman induk yang berkualitas baik
  • Siapkan kantong plastik atau polybag yang di isi menggunakan tanah
  • Tanamkan biji jengkol pada kantong plastik atau polybag yang sudah kamu siapkan tadi
  • Lakukan penyiraman secara teratur hingga hingga biji ber-kecambah yaitu sekitar 2-3 minggu
  • Kini bibit tanaman jengkol sudah siap untuk kalian pindah ke lahan.

Berikut cara pembibitan tanaman jengkol dengan metode okulasi atau cangkok:

  • Siapkanlah batang bagian bawah tanaman jengkol hasil penyemaian biji ataupun tumbuh secara liar.
  • Siapkan polybag yang sudah di isi dengan tanah.
  • Setelah itu masukan atau tanam bibit pada polybag.
  • Selanjutnya siapkan sebuah tunas dari pohon jengkol yang sudah berbuah.
  • Selanjutnya sayat kulit batang pohon hasil semaian dengan ukuran tertentu.
  • Kemudian sayat kulit tunas dari pohon yang sudah berbuah tadi menggunakan ukuran yang sama.
  • Selanjutnya tempelkan sayatan tunas dari pohon yang sudah berbuah ke bagian kulit batang pohon jengkol hasil semaian.
  • Selanjutnya ikat menggunakan tali supaya kedua batang tersebut  dapat menyatu dan tidak mudah lepas.


4. Pembuatan Lubang Tanam

  • Untuk membuat lubang tanam, langkah pertama kalian harus membuat lubang persegi dengan ukuran 40x40x40 cm.
  • Berikan jarak antara lubang tanam satu dengan lubang lainnya sekitar 5-6 meter.
  • Selanjutnya isilah lubang tanam dengan pupuk kandang sebanyak 2/3 bagian.
  • Setelah memasukan pupuk kandang ke dalam lubang tanam, selanjutnya biarkan lubang tanam selama kurang lebih 1 bulan supaya pupuk kandang benar-benar meresap dan juga menambah unsur hara di dalam tanah.


5. Proses Penanaman Bibit Jengkol

Setelah bibit yang kamu siapkan sudah muncul tunas baru, hal itu menandakan bibit jengkol sudah siap untuk kalian pindahkan ke lahan tanam secara permanen. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Langkah pertama bukalah polybag secara perlahan.
  • Lalu masukan bibit pada lubang tanam yang sudah kamu siapkan sebelumnya.
  • Setelah itu tutup kembali lubang tanam memakai tanah kemudian pasarkan.
  • Siram tanaman jengkol dengan rutin.


6. Perawatan Tanaman Jengkol

Pada dasarnya tanaman jengkol sendiri tidak memerlukan perawatan khusus, walaupun demikan kamu juga harus membersihkan area sekitar tanaman jengkol dari gulma supaya proses pertumbuhannya tidak terganggu.

Lakukan pemupukan kembali pada tanaman jengkol setelah usia 6 bulan setelah masa tanam.


7. Panen Jengkol

Buah jengkol sendiri bisa kalian panen pada usia tanaman antara 4-5 tahun, jika metode penanaman menggunakan teknik okulasi.

Sama halnya dengan tanaman lainnya, teknik okulasi pada tanaman mampu mempersingkat waktu panen, dibandingkan dengan menanam menggunakan metode generatif.


****


Jadi itulah pembahasan mengenai cara menanam jengkol di rumah.

Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.