Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sering Dikira Sama, Ini 12 Perbedaan Aquascape dan Akuarium Biasa

Berbicara soal aquascape tentunya bukan suatu persoalan yang baru, akan tetapi akhir-akhir ini hobi ini semakin menjamur di kalangan masyarakat terlebih ketika memasuki masa pandemi.

Walaupun bukan suatu yang baru, namun tak sedikit masyarakat masih bingung serta awam dalam memahami perbedaannya dengan akuarium biasa (konvensional).

Jadi, apa perbedaan aquascape dan akuarium biasa?

Menurut buku "Pesona Aquascape" yang ditulis oleh Warsino dan Kres Dahana (2011), sebenarnya aquascape tak jauh berbeda dengan seni menata akuarium. Sebab, aquascape memang bagian dari seni akuarium.

Selain itu, seni ini juga bisa dikatakan sebagai akuarium taman, karena lebih memfokuskan penataan tanaman air hingga membentuk sebuah taman di dalam akuarium.

Meski tampak simpel dan sederhana, namun sejatinya dalam menata aquascape sangat memerlukan inovasi dan kreativitas yang tinggi, loh! Meski demikian, bagi penghobi aquascape, aktivitas tersebut menjadi tantangan tersendiri yang musti diselesaikan.

Nah, untuk kamu yang masih bingung mengenai apa perbedaan aquascape dan akuarium biasa, silahkan simak penjelasannya di bawah ini!


Perbedaan Aquascape dengan Akuarium Biasa

Perbedaan Aquascape dengan Akuarium Biasa


1. Aquascape Lebih Menghadirkan Nuansa Alam

Pada akuarium biasa atau konvensional, para penghobi biasanya akan mengisi akuarium tersebut dengan pernak-pernik tertentu dan memasukkan ikan kedalamnya, kan?

Bahkan tak jarang penghobi akuarium konvensional memakai tanaman palsu untuk menambah keindahan di dalam akuarium.

Selain tanaman imitasi, akuarium biasanya dilengkapi dengan alat-alat untuk menunjang kebutuhan ikan hias, misalnya seperti filter, lampu, bahkan ada juga yang melengkapinya dengan heater-cooler.

Sedangkan untuk aquascape justru condong untuk menghadirkan kondisi alam yang sesungguhnya.

Seperti yang kita ketahui dalam suatu ekosistem didalam air terdiri dari tiga unsur pokok, diantaranya seperti air, flora dan fauna.

Hal tersebutlah yang mendorong para penghobi aquascape untuk menghadirkan nuansa keindahan alam yang jauh lebih cantik bila dibandingkan dengan akuarium biasa.

Tentunya hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan mudah oleh semua orang. Pasalnya, dibutuhkan keahlian khusus untuk menjaga ekosistem dan keseimbangan kehidupan yang ada didalam tangki ketika seseorang menjalankan hobi aquascape.

Baca juga: 3 Tips Memulai Hobi Aquascape, Bisa Jadi Penghasilan Tambahan

2. Memiliki Tingkatan Kesulitan

Paling tidak ada tiga tingkat kesulitan yang wajib dilewati oleh para penghobi aquascape.

Tingkatan pertama biasa dihuni pemula yang masih belajar untuk menyatukan antara ikan dan tanaman air dalam satu tangki.

Umumnya para pemula masih menggunakan jenis tanaman aquascape yang mudah tumbuh, mudah berkembang, dan tidak begitu membutuhkan cahaya dari lampu dan tidak juga memerlukan injeksi co².

Tingkat kedua biasanya penghobi sudah belajar menanam tanaman dengan tingkat kesulitan medium, yaitu tanaman aquascape yang membutuhkan suplai cahaya dan co² dalam jumlah yang sedang.

Dalam tingkat menengah ini penghobi sudah menambahkan peralatan aquascape, seperti lampu fluorescent, sedikit injeksi co² dan memakai filter yang lebih baik.

Tingkat terakhir, biasanya penghobi sudah mahir dalam aquascape, pasalnya mereka sudah banyak mencoba menanam berbagai macam jenis tanaman air, bahkan mereka sudah mahir menumbuhkan tanaman dengan kebutuhan cahaya dan co² tinggi yang memerlukan perawatan ekstra.

Biasanya para penghobi aquascape yang sudah mahir sudah menggunakan peralatan dengan teknologi tinggi, serta berpengalaman dalam menata aquascape dengan tampilan penuh estetika.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Akuarium

3. Makhluk Hidup yang dipelihara

Biasanya akuarium konvensional lebih mengedepankan perpaduan antara ikan dan air. Artinya dalam akuarium biasa hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja.

Sedangkan untuk aquascape biasanya terdiri dari beberapa macam makhluk hidup, seperti tanaman, ikan, dan air.

Bisa dikatakan aquascape memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, mengingat kamu harus merawat lebih dari satu makhluk hidup di dalam akuarium.

Terlebih lagi, ikan dan tanaman yang hidup di dalamnya memiliki kebutuhan serta perawatan yang berbeda, khususnya dalam segi kondisi udara, air dan makanan yang diperlukan.

Baca juga: Lebih Baik Menggunakan Tanaman Asli atau Palsu untuk Akuarium Ikan cupang?

4. Kebutuhan Cahaya

Akuarium biasa umumnya lampu hanya diperuntukkan untuk menyinari serta memberi keindahan pada akuarium itu sendiri.

Sedangkan pada aquascape, lampu tidak hanya berfungsi untuk mencerahkan dan memberikan keindahan semata, melainkan sebagai sumber cahaya untuk membantu tanaman melakukan fotosintesis.

Baca juga: Ingin Membersihkan Akuarium? Simak, Begini Caranya

5. Aquascape Membutuhkan Media Tanam

Sebagian besar akuarium biasa tidak memerlukan media tanam atau substrat, hal itu karena kebanyakan akuarium konvensional banyak menggunakan tanaman imitasi.

Namun, hal itu justru kebalikannya dari aquascape. Aquascape sangat membutuhkan media tanam sebagai media tumbuh bagi tanaman air.

Baca Juga: 7 Media Tanam Hidroponik yang Bisa Dicoba di Rumah

6. Jenis Filter yang berbeda

Pada akuarium biasa kamu bebas menentukan filter apa saja yang sesuai dengan volume air dalam tangki serta jenis dan jumlah ikan yang dipelihara.

Namun, untuk aquascape sendiri kamu perlu mempertimbangkan penggunaan filter apakah filter tersebut dapat mengganggu keberadaan tanaman air atau tidak.

Jenis filter aquascape yang paling bagus untuk digunakan diantaranya, seperti under gravel filter (UGF), Canister filter, dan filter biologis.

Baca juga: Kiat Sukses Hobi Aquascape Selama Pandemi Covid-19.

7. Aquascape butuh Injeksi Co²

Pada aquascape sangat membutuhkan injeksi co², terlebih lagi untuk aquascape yang menggunakan banyak tanaman air.

Injeksi co² bertujuan untuk meningkatkan kandungan co² yang terlarut didalam air.

Keberadaan co² sangat dibutuhkan oleh tanaman air untuk melakukan fotosintesis, bukan dibutuhkan oleh ikan.

Oleh karena itu, akuarium biasa yang umumnya berisi ikan hias tentunya tidak memerlukan adanya injeksi co² didalamnya.

Baca juga: Cara Mudah Mengisi dan Mengganti Air Akuarium Ikan Hias

8. Jenis Ikan

Kamu dapat dengan leluasa menentukan jenis ikan hias apa saja untuk dipelihara di akuarium. Tapi, hal tersebut tidak berlaku pada aquascape, karena pilihan jenis ikan untuk aquascape cenderung terbatas.

Aquascape membutuhkan keberadaan ikan dengan karakteristik tenang, bukan ikan dasar, ikan koloni dan bukan jenis ikan pemakan tanaman air.

Baca Juga: Panduan Feng Shui Meletakkan Akuarium Ikan di Dalam Hunian

9. Jumlah Ikan yang dipelihara

Biasanya salah satu hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah ikan yang akan dipelihara adalah ukuran akuarium itu sendiri.

Sedangkan untuk aquascape, jumlah ikan yang bisa dipelihara cenderung lebih sedikit. Hal itu dilakukan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara ikan dan tanaman air di dalam aquascape.

Baca juga: Selain Cupang, Ada 7 Jenis Ikan Hias yang Tak Kalah Menariknya, loh!

10. Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk pada aquascape sangat dibutuhkan untuk menyuplai ketersediaan unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk tanaman air dalam melakukan fotosintesis.

Sedangkan untuk akuarium biasa pemberian pupuk tidak perlu dilakukan, karena akuarium biasa tidak membutuhkan pupuk dan kalian bisa mengganti tanaman air menggunakan tanaman imitasi.

Baca juga: Mengenal Jenis Pupuk Organik dan Manfaatnya

11. Tema

Pada akuarium biasa, seringkali para penghobi tidak memunculkannya dan hanya fokus terhadap jenis ikan yang dipelihara di dalam tangki kaca tersebut.

Sedangkan pada aquascape, tema merupakan suatu krusial untuk menampilkan tampilan yang lebih menarik. Bahkan tak jarang penghobi aquascape mengadaptasi tema perairan dasar yang menggambarkan ekosistem air yang terdiri dari tanaman air, ikan, kayu, dan bebatuan.

Baca juga: 5 Tema Aquascape yang Sangat Menakjubkan untuk Mempercantik Ruangan!

12. Tingkat Kesulitan

Aquascape memiliki tingkat kesulitan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan akuarium biasa, sebab rumitnya menata dan merawat aquascape bukan perkara yang mudah untuk dilakukan setiap orang.

Walaupun memiliki tingkat kesulitan tinggi, bagi penghobi aquascape bukan suatu halangan. Malah mereka menganggap itu semua sebagai tantangan yang mesti diselesaikan.

Pasalnya, aquascape merupakan suatu karya seni dengan kreativitas tersendiri. Seperti yang kita ketahui karya seni dapat dinikmati dengan cara tersendiri, bukan hanya sekedar uang.

Baca juga: Mengganti Air Akuarium Bisa Membuat Ikan Mati?


****


Jadi itulah pembahasan mengenai perbedaan aquascape dan akuarium biasa yang jarang diketahui oleh banyak orang.

Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya seputar aquascape hanya di BlogDaffa.com, ya!