Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Tanaman Bambu Air di Rumah | Pas Banget untuk Hunian Minimalis mu, loh!

Mungkin diantara kalian ada yang pernah melihat rumpun bambu kecil yang tumbuh di dalam pot hias? Biasanya jenis bambu satu ini kerap ditanam di hunian minimalis dan Instagramable. 
Bambu hias satu ini kerap disebut dengan bambu air, lantas apakah kamu juga tertarik untuk menanamnya di rumah?

Walaupun memiliki nama bambu air, sejatinya tanaman ini bukan dari keluarga tanaman bambu, loh!

Selain nama, bentuk fisik dari tanaman bambu air sangat mirip dengan tanaman bambu pada umumnya, misalnya batangnya memiliki rongga serta ruas.

Meski demikian tanaman bambu air ini masih tergolong kedalam jenis tanaman paku-pakuan, loh!

Oleh karena itu, bambu air mempunyai nama latin Equisetum Hymelae L.

Berkat bentuknya yang indah serta mampu menyejukkan mata, tak ayal apabila tak sedikit orang yang memanfaatkan bambu air ini sebagai salah satu tanaman hias di rumah.

Bagi kalian yang tertarik untuk budidaya tanaman bambu air, bisa kalian pelajari langkah-langkah menanamnya pada ulasan berikut ini!


Budidaya Tanaman Bambu Air dengan Teknik Stek

Cara Menanam dan merawat bambu air


1. Budidaya Tanaman Bambu Air Menggunakan Media Tanah

Bagi kalian yang tertarik untuk budidaya bambu air ini, sebaiknya lakukan ketika musim hujan tiba.

Sebab saat musim hujan kadar air yang terkandung di dalam tanaman ini cenderung lebih tinggi dibandingkan saat musim kemarau.

Selain itu, untuk memperbanyak tanaman bambu air ada dua metode yang bisa kalian terapkan yakni menggunakan media air ataupun tanah.

Apabila kamu lebih menyukai media tanah untuk memperbanyak tanaman ini, maka kamu terlebih dahulu harus menyiapkan polybag yang sudah di isi dengan campuran tanah dan pupuk kompos terlebih dahulu, ya!

Nah, setelah itu kalian bisa ikuti petunjuk lengkapnya di bawah ini:

  • Pertama-tama kamu harus memilih indukan bambu air yang sudah berusia kurang lebih antara 1 hingga 2 tahun dan dalam kondisi sehat.
  • Setelah mendapatkan indukan yang sesuai, pilihlah batang sepanjang 30 cm lalu potong.
  • Langkah berikutnya celupkan batang yang baru kalian potong ke dalam ZPT atau zat perangsang pertumbuhan, kemudian tutup dan diamkan selama 23 jam. Hal ini bersifat opsional boleh dilakukan atau tidak.
  • Siapkan polybag yang sudah di isi dengan tanah, nah untuk  jenis tanah yang kami rekomendasikan yakni memakai tanah lumpur dari persawahan, ya.
  • Selanjutnya tancapkan potongan bambu air terdapat ke dalam media tanam, dengan jarak antar batang 3 cm. dalam setiap polybag kamu bisa menanam beberapa batang mengikuti berapa besar polybag yang kamu pakai.
  • Selanjutnya letakan stek batang bambu mu itu di bawah paranet, atau posisikan di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung.
  • Siram batang bambu yang kamu tanam hingga tumbuh tunas.
  • Ketika bambu air yang sudah berusia 1 tahun-an, atau sudah memiliki sistem perakaran yang bagus, maka kamu dapat memindahkannya ke dalam pot.


2. Budidaya Tanaman Bambu Air Menggunakan Media Air

Cara memperbanyak bambu air bisa dilakukan dengan media air juga, loh!

Bahkan metode ini diklaim jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan media tanah.

Pasalnya kamu hanya membutuhkan wadah yang di isi air dan di bagian bawahnya diberikan lumpur.

Selanjutnya masukan batang bambu yang sudah kalian potong tadi ke dalam media air.

Nah, supaya batang tetap berdiri tegak maka kamu dapat mengganjal batang tersebut pada bagian dasar batang tersebut menggunakan kerikil ataupun koral.

Pastikan ketinggian air melebihi kerikil atau koral, paling tidak 2 - 3 cm.



Tips Merawat Bambu Air

Pada dasarnya bambu air sangat tangguh dalam berbagai kondisi.

Bahkan ia tergolong kuat dari serangan virus, bakteri ataupun penyakit tanaman pada umumnya.

Meski tanaman ini memiliki karakteristik yang sangat kuat, bukan berarti ia sama sekali tidak membutuhkan perawatan supaya mampu tumbuh dengan baik dan subur, ya!

Nah, berikut beberapa tata cara merawat bambu air yang di tanam di tanah.

  • Perlu kalian ketahui bahwasanya bambu air memiliki habitat asli di rawa-rawa, sehingga jika ia ditanam di tanah secara langsung pastikan tanah tersebut selalu dalam kondisi basah, ya!
  • Lakukan pengecekan secara berkala, apabila kamu mendapati batang yang berwarna kuning atau kecoklatan, segera potong dan singkirkan.
  • Jika kamu menjumpai akar tunas yang baru, congkel dan pisahkan dari tanaman induk agar kedua tanaman tersebut tidak saling berebut nutrisi.
  • Berikan pupuk alami dan pastikan tanaman mendapat asupan sinar matahari yang cukup.
  • Hindari lingkungan dengan kondisi lembab dan bersuhu dingin, sebab kondisi demikian bisa membuat akar tanaman mengalami pembusukan.


Sedangkan untuk cara merawat bambu air yang ditanam menggunakan air adalah sebagai berikut:

  • Lakukan pergantian air setiap seminggu sekali dengan menguras semua air yang digunakan.
  • Bersihkan semua kotoran yang ada di dalam wadah tak terkecuali tanaman lain yang ikut tumbuh pada media air yang digunakan.
  • Tanamlah bambu air secara berkelompok, dan pastikan setiap tanaman berjarak 3 cm dengan tanaman lainnya.
  • Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bambu air yang kamu tanam, kamu bisa memberikannya pupuk cair, untuk dosis penggunaan pupuk tersebut bisa kalian tanyakan ke penjualnya secara langsung, ya?


***


Jadi itulah pembahasan mengenai cara menanam bambu air yang lengkap dengan cara merawatnya di rumah.

Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya seputar tanaman hias hanya di BlogDaffa.com, ya!