Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bonsai Asem Jawa: Cara Menanam, Membentuk, dan Merawat

Selain pohon kemuning dan beringin ternyata ada juga jenis pohon lain yang kerap digunakan untuk membuat bonsai yaitu pohon asam Jawa. Apakah kamu tertarik untuk membuat serta memeliharanya di rumah? Mari kita simak informasi detailnya mengenai bonsai asam Jawa pada artikel kali ini!

Pohon asam Jawa atau sering disebut dengan asem Jawa sangat populer dijadikan sebagai bonsai mengingat tanaman satu ini sangat mudah untuk dibentuk serta tahan terhadap serangkaian proses pembuatan bonsai.

Pohon asam Jawa atau dengan nama latin Tamarindus indica L merupakan tumbuhan kayu yang menghasilkan buah bernama asem.

Khususnya bagi orang-orang yang suka berkreasi dalam bidang bonsai tentunya bonsai asam Jawa merupakan salah satu objek yang paling tepat!

Hal itu karena proses pembuatan bonsai asam Jawa bisa dikatakan cukup mudah, loh!

Bahkan bagi pemula sekalipun juga bisa dengan mudah membuat bonsai asam Jawa secara mandiri di rumah.

Nah, supaya lebih jelasnya kami sengaja menghadirkan serangkaian cara mudah membuat bonsai asam Jawa lengkap dengan cara merawat bonsai asam Jawa yang dapat kalian praktekkan sendiri di rumah.


Cara Menanam Biji Bonsai Asam Jawa

Cara Menanam Bonsai Asam Jawa

Pada dasarnya proses pembuatan bonsai asam Jawa bisa dilakukan dengan dua metode yakni melalui hasil penyemaian biji ataupun dengan cara mencangkok pohon asam yang sudah besar atau dewasa.

Bahkan tak jarang bonsai asam Jawa dapat kita jumpai di alam liar terbentuk secara alami.

Namun, ada hal yang musti kalian perhatikan ketika hendak mulai membuat bonsai asam Jawa yaitu kamu harus memastikan mengguanakan media tanam yang tepat.

Hal itu karena bonsai asam Jawa sangat cocok tumbuh pada lingkungan yang memiliki tanah dengan sistem drainase yang baik serta sedikit mengandung kapur dan pasir.

Sementara untuk proses menyemai biji asam Jawa bisa kalian simak langkah-langkahnya di bawah ini!


1. Memilih Biji Asam

Cara Menanam Biji Bonsai Asam Jawa

Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum menyemai biji asam Jawa yaitu memilih benih yang hendak kamu tanam.

Usahaku untuk memilih biji asam Jawa yang sudah tua dengan warna cokelat kemerahan dan terlihat mengkilap.

Benih asam Jawa yang sudah tua bisa kalian dapatkan di dalam buah asam yang sudah matang ya.


2. Rendam Biji Asam Jawa

Setelah memperoleh biji asam Jawa tahap selanjutnya yaitu menyiapkan media tanam berupa baskom yang di isi dengan air.

Selanjutnya masukan biji asam Jawa tersebut ke dalam baskom yang berisi air dan biarkan direndam selama kurang lebih 1 mingguan.

Proses perendaman biji asam Jawa bertujuan untuk mengupas bagian cangkang atau kulit luar yang keras terlepas dengan sendirinya.

Setelah bagian cangkang terkelupas, segera ambil biji tersebut, kemudian lakukan perendaman kembali menggunakan baskom yang sudah di isi larutan zpt atau zat perangsang pertumbuhan.


3. Pilih Media Tanam

Nah, untuk media tanam yang digunakan kamu bisa memilih antara polybag atau pot bunga yang sudah di isi dengan campuran antara tanah dengan pupuk organik.


4. Cara Menanam Biji Asam Jawa

Cara menanam biji asam Jawa yang sebelumnya sudah melalui proses perendaman dapat langsung dimasukan ke dalam media tanam baik itu polybag ataupun pot bunga.

Namun, ada satu hal yang perlu kamu ketahui dalam menanam biji asam Jawa kamu tidak boleh menanamnya terlalu dalam, ya!

Setelah itu, kamu tinggal menunggu benih yang kamu tanam tumbuh hingga menjadi bakalan bonsai asam Jawa yang siap untuk dibentuk, ya!



Cara Membentuk & Merawat Bonsai Asem Jawa

Cara merawat bonsai asam Jawa

Saat bibit bonsai asem Jawa sudah tumbuh menjadi bakalan bonsai yang siap untuk dibentuk.

Maka, kamu perlu menerapkan beberapa tips sebagai berikut agar bonsai asam Jawa mu dapat tumbuh dengan indah:

  • Kamu harus menentukan bentuk bonsai asam Jawa yang akan kamu buat dengan mengikuti alur pertumbuhannya. Kamu bisa membentuknya seperti bonsai sarung angin, tegak berkelok-kelok, bonsai akar terjalin, bonsai yang tumbuh miring ke kiri ataupun ke kanan atau bisa juga dengan bentuk lainnya.
  • Kamu juga harus mengatur diameter pangkal batangnya supaya tumbuh lebih besar dibandingkan dengan bagian batang atasnya.
  • Kriteria dahan bonsai yang baik dan harus kamu pertahankan yakni dahan yang tumbuh pada bagian atas lengkungan batang pohon. Dengan kata lain, dahan yang tumbuh tepat pada lengkungan batang harus kamu buang alias potong.
  • Selain itu, kamu juga harus menciptakan keseimbangan pertumbuhan serta bentuk bonsai dengan cara menarik garis lurus mulai dari pangkal batang hingga pucuk pohon.
  • Kamu juga dapat merangsang pertumbuhan pohon dengan cara memotong atau memangkas ranting secara rutin.
  • Kamu juga menyiram tanaman secara rutin agar kondisi media tanamnya selalu dalam keadaan lembab namun tidak terendam oleh air.
  • Selain dengan pemangkasan dan penyiraman rutin, untuk merangsang pertumbuhan bonsai asam Jawa kamu juga perlu melakukan pemupukan. Untuk pemupukan bonsai asam Jawa kamu bisa memakai pupuk organik, seperti pupuk kompos dan pupuk kandang.
  • Selanjutnya bentuk bonsai mengguanakan kawat stainless steel yang dililitkan pada pada ranting dan batang tanaman. Kenapa harus menggunakan kawat stainless steel? Karena kawat ini lebih lentur, tidak mudah putus dan berkarat.


***


Nah itulah beberapa informasi mengenai cara menanam dan merawat bonsai asam Jawa yang dapat kami sampaikan.

Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya seputar tanaman hias hanya di BlogDaffa.com, oke!