Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Bonsai Kemuning: Keunikan, Budidaya & Pengendalian Hama

Apakah kamu salah satu diantara sekian banyak orang yang tertarik memelihara bonsai kemuning di rumah? Namun jangan terburu-buru, sebelum kamu mengetahui bagaimana cara merawat bonsai kemuning, ya. Untuk informasi lengkap mengenai bonsai kemuning dapat kamu simak pada artikel kali ini.

Bonsai kemuning atau dengan nama latin Murraya paniculate adalah salah satu jenis tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia.

Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis bonsai kemuning yang kerap dipelihara oleh masyarakat Indonesia yakni kemuning Jepang dan kemuning Jenar.

Perlu kamu ketahui bahwa tanaman kemuning di alam liar dapat tumbuh dengan ketinggian mencapai 7 meter, loh!

Tak hanya itu saja, masih banyak lagi sisi keunikan lainnya yang dimiliki tanaman kemuning.

Nah, untuk mengetahui apa saja keunikan yang dimiliki oleh pohon kemuning bisa kalian simak pada pembahasan berikut ini!


Keunikan Bonsai Kemuning

Keunikan Bonsai Kemuning


1. Karakter Kulitnya Berkerak

Keunikan dari pohon kemuning yang pertama terletak di bagian kulitnya yang berkerak.

Dengan struktur kulit yang demikian mampu menciptakan kesan bahwa pohon kemuning sudah berumur tua, di tambah banyak ranting pohon yang mudah berbunga.


2. Bunganya Sangat Unik

Kemuning tergolong jenis tanaman yang berbunga sepanjang tahunnya.

Tak hanya itu saja, bunga kemuning juga dapat mengeluarkan aroma harum yang khas dan semerbak.

Aroma bunga kemuning bisa dikatakan sangat halus dan lembut.

Sedangkan untuk karakteristik dari bunga kemuning berwarna putih dengan ukuran mulai 12 hingga 18 mm.


3. Bentuk Daun yang Unik

Ciri khas dari daun kemuning mirip dengan bentuk daun jeruk yang baru tumbuh.

Ukurannya yang terbilang cukup kecil membuatnya mudah untuk di rawat.


Syarat Tumbuh Bonsai Kemuning

Syarat tumbuh bonsai kemuning

Tanaman kemuning sangat mudah untuk di budidayakan di Indonesia, sebab tanaman jenis ini mampu tumbuh dengan subur meski di tanam di segala jenis tanah baik di dataran tinggi ataupun rendah.

Bahkan tanaman kemuning ini mampu tumbuh di lingkungan yang lembab.

Habitat asli dari tanaman kemuning merupakan di pinggiran sungai, danau, kolam, atau tempat lain dengan tingkat kelembaban sedang.

Dengan karakteristik seperti di atas, maka syarat tumbuh bonsai kemuning adalah sebagai berikut:


1. Tentukan Media Tanam

Nah, bagi kamu yang ingin memindahkan bonsai kemuning ke dalam pot, media tanam yang bagus untuk digunakan adalah kompos dan tanah lempung.

Hal itu karena kedua bahan tersebut memiliki porositas yang cukup rendah.


2. Mempertahankan Kelembaban Media Tanam

Kunci sukses dalam budidaya bonsai kemuning jika kamu mampu mempertahankan tingkat kelembaban media tanamnya.

Hal itu karena bonsai kemuning sangat tergantung dengan ketersediaan air pada media tanam yang digunakan.

Dengan demikian, ketika kamu hendak memindahkan bonsai kemuning pada pot, kamu harus menjaga tingkat kelembaban media tanamnya dengan cara melakukan penyiraman dua kali dalam sehari saat musim kemarau.


3. Pemberian Pupuk Kimia dan Pupuk Kandang

Untuk menjaga tingkat kesuburan bonsai kemuning, maka diperlukan perawatan khusus, misalnya dengan melakukan pemupukan.

Biasanya pupuk yang kerap digunakan adalah pupuk kimia dan pupuk organik.

Sedangkan untuk pupuk kimia yang sering digunakan adalah pupuk NPK, Pemupukan dengan pupuk NPK biasanya dilakukan tiap sebulan sekali.

Lalu untuk penggunaan pupuk organik, dapat dilakukan cukup 3 bulan sekali.


4. Mengganti Media Tanam dengan Rutin

Bagi kamu yang tengah membudidayakan tanaman kemuning ada baiknya untuk mengganti media tanamnya tiap dua tahun sekali.

Tak hanya mengganti media tanam saja, kamu juga perlu melakukan repotting dengan metode memotong bola pada akar kurang lebih sepanjang 5 cm secara melingkar.

Setelah melakukan pemotongan akar, kamu bisa mengisi serta menambahkan media tanam menyesuaikan kebutuhan.



Pengendalian Penyakit dan Hama pada Bonsai Kemuning

Hama dan penyakit bonsai kemuning


1. Pengendalian Hama Penggerek

Hama tanaman yang paling sering menyerang bonsai kemuning yaitu penggerek batang.

Hama ini menyerang bagian batang tanaman sehingga dalam pengendaliannya tergolong cukup sulit.

Apabila bonsai kemuning mu terserang oleh hama penggerek batang, segeralah untuk mengambil tindakan pembasmian dengan cara menyemprotkan insektisida tepat pada lubang yang terdapat penggerek tersebut.


2. Pengendalian Penyakit Jamur

Tak hanya penggerek saja, penyakit yang kerap dijumpai menyerang bonsai kemuning adalah jamur.

Apabila tanaman yang terjangkit jamur di abaikan tanpa adanya tindakan, maka jamur ini akan bersarang tepat di bagian perakaran tanaman karena media tanamnya yang lembab sangat di sukai oleh jamur.

Untuk mengatasi serangan penyakit jamur, kamu bisa mengendalikannya dengan cara menyemprotkan fungsida.


***


Naha itulah beberapa informasi mengenai serba-serbi bonsai kemuning yang perlu kamu ketahui.

Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya seputar tanaman hias hanya di BlogDaffa.com, oke!