Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Teknik Hidroponik Paling Mudah Yang Bisa Dilakukan Di Rumah!

Mempunyai kebun buah ataupun sayuran di rumah, kini bisa dilakukan dengan sangat mudah dengan menerapkan sistem hidroponik. Dalam metode menanam ini, setidaknya ada 6 teknik hidroponik paling mudah untuk kamu coba di rumah, apa saja itu?

Dengan bercocok tanam di rumah bisa menjadi alternatif kegiatan yang sangat menyenangkan bagi siapa saja yang mempunyai hobi berkebun. Tak hanya mampu menghadirkan nuansa rumah menjadi lebih asri, ternyata dengan berkebun juga dapat meningkatkan kualitas udara dilingkungan sekitar rumah, loh!

Namun, dalam bercocok tanam di rumah ada hal yang menjadi masalah paling utama yakni keterbatasan lahan, apakan kamu salah satu orang yang mengalami nasib serupa?

Tenang, kamu tidak perlu khawatir lagi!

Karena di zaman sekarang, khususnya masyarakat perkotaan sudah banyak menerapkan pertanian hidroponik di rumah mereka masing-masing.

Apakah kamu percaya dengan budidaya tanaman secara hidroponik jauh lebih hemat dibandingkan dengan menanam tanaman secara konvensional?

Pasalnya, menanam hidroponik tidak membutuhkan media tanam dari tanah, dan tidak pula menuntut lahan yang luas, serta menanam hidroponik juga hanya memerlukan sedikit air.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak pembahasan mengenai apa itu budidaya hidroponik yang lengkap dengan metode menanam hidroponik di bawah ini!


Hidroponik Adalah...

Sebelum mengulas lebih dalam, ada hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu mengenai pengertian budidaya tanaman secara hidroponik.

Mungkin diantara kalian semua sudah mengetahui apa itu hidroponik.

Akan tetapi, bagi kalian semua yang belum paham tentang konsep menanam hidroponik tidak usah khawatir.

Sebab disini kami akan mengerjakannya secara gamblang dan singkat.

Berikut pengertian hidroponik secara umum adalah:

Proses menanam tanaman baik itu buah ataupun sayuran tanpa menggunakan media tanam dari tanah melainkan memakai air sebagai media utamanya.

Walaupun menggunakan media air, akan tetapi jumlah kadar air yang diperlukan oleh tanaman hidroponik tidak sebanyak yang kalian bayangkan, ya.

Bahkan bisa dikatakan kebutuhan air pada tanaman hidroponik jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan menanam secara umumnya.

Oleh sebab itu, budidaya tanaman ini sangatlah efektif untuk kamu yang tidak mau repot serta kotor dalam merawat tanaman.

Sekarang ini teknik menanam hidroponik sudah sangat banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Mulai dari skala kecil hingga partai besar sekalipun.

Hidroponik skala kecil ialah budidaya yang dilakukan di rumah-rumah, sama halnya dengan yang akan kamu lakukan ini.

Sedangkan untuk hidroponik skala besar biasanya ditujukan untuk bisnis.

Adapun beberapa jenis tanaman yang sangat mudah serta menguntungkan ketika ditanam menggunakan teknik hidroponik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tomat
  • Selada
  • Paprika
  • Melon
  • Timun Jepang dan
  • Terong Jepang

Diantara tanaman yang sudah kami sebutkan di atas, ada yang mudah untuk ditanam yakni selada, paprika dan tomat.

Sayuran tersebut bisa kamu tanam secara mandiri di bagian depan rumah, atau bisa juga ditanam pada balkon dengan membuat hidroponik dari paralon.

Tahukah kamu, ada metode bercocok tanam hidroponik yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah.

Untuk lebih jelasnya, berikut kita bahas bersama satu persatu mengenai metode atau teknik menanam hidroponik tersebut.


6 Teknik Hidroponik yang Paling Banyak Digunakan

Teknik hidroponik paling banyak digunakan


1. Hidroponik Sederhana di Rumah: Sistem Sumbu (Wick)

Hidroponik Sistem sumbu

Wick sistem atau sistem sumbu bisa dikatakan ialah teknik menanam hidroponik paling sederhana, sehingga teknik ini sangat cocok untuk pemula yang hendak memulai untuk bercocok tanam di rumah.

Tak hanya mudah dilakukan, ukurannya yang kecil serta tingkat kegagalannya yang terbilang cukup rendah.

Kenapa disebut dengan sistem sumbu?

Hal ini dikarenakan bercocok tanam Wick sistem memberikan asupan nutrisi pada tanaman dengan melalui perakaran dan cara agar nutrisi tersebut dapat sampai ke perakaran tanaman yakni dengan menggunakan media sumbu.

Sedangkan untuk media tanam hidroponik sistem sumbu sendiri ada beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut:

Arang sekam atau sekam bakar, kerikil, sabut kelapa, serta media tanam sebagai penopang tanaman selain tanah.

Diantara media tanam yang sudah disebutkan di atas, kamu bisa memilih salah satu yang dapat kamu temukan dengan mudah.

Tentunya kita akan jauh lebih mempertimbangkan apabila sudah mengetahui kekurangan beserta kelebihan wick system.

Kelebihan Teknik Hidroponik Wick System adalah:

  • Bahan baku pembuatan yang diperlukan terbilang cukup murah dan mudah didapatkan.
  • Bentuknya yang terlihat sangat sederhana alias tidak rumit, sehingga sangat direkomendasikan untuk para pemula.
  • Tidak memerlukan listrik untuk mengedarkan nutrisi.
  • Dapat kamu pindahkan dengan mudah ke tempat yang kamu inginkan.

Kekurangan Teknik Hidroponik Wick System adalah:

  • Kamu tidak bisa menanam dengan jumlah atau skala yang banyak, sebab dikhawatirkan kamu akan kesulitan dalam mengontrol pH air.
  • Peran sumbu kapiler sangat terbatas dalam mengantarkan air ataupun nutrisi, dengan demikian sistem hidroponik sumbu hanya cocok untuk jenis tanaman yang tidak begitu memerlukan banyak air.


2. Banyak Digunakan Petani - Sistem Irigasi (Fertigasi)

Hidroponik Sistem Irigasi

Dalam dunia hidroponik baik skala nasional bahkan internasional sudah banyak yang menerapkan sistem Fertigasi dalam budidaya tanaman hidroponik.

Patokan yang paling dasar dalam sistem irigasi ini ialah dengan meneteskan larutan nutrisi secara terus-menerus sesuai dengan takaran yang telah ditentukan.

Sistem irigasi pada pertanian hidroponik banyak dipakai untuk menanam sayuran, misalnya seperti tomat, cabai, paprika, terong, dan timun Jepang.

Sedangkan untuk buah yang dapat ditanam menggunakan hidroponik sistem irigasi diantaranya adalah stroberi dan melon.

Teknik ini sangat populer karena sangat hemat dalam proses pemupukan, sebab pemberian pupuk hanya dilakukan ketika penyiraman tanaman saja.

Untuk membuat hidroponik sistem irigasi diperlukan alat dan bahan diantaranya adalah sebagai berikut;

  • Pipa nutrisi
  • Pompa
  • Polybag
  • Dripper
  • Timer
  • Microtube
  • Nipper
  • Wadah untuk menampung nutrisi

Dengan melihat begitu banyaknya alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat hidroponik sistem irigasi ini, pastinya kita sudah bisa membayangkan besarnya ukuran serta ruangan yang dibutuhkan untuk menempatkannya.

Kelebihan Hidroponik Sistem Irigasi:

  • Untuk pemberian nutrisi dapat menyesuaikan dengan usia tanaman.
  • Akar pada tanaman jauh lebih kuat dan cepat tumbuh.
  • Kualitas panen tanaman hidroponik yang dihasilkan jauh lebih berkualitas, karena tanaman sudah terjamin akan tingkat kebersihannya dan bebas dari penyakit atau hama pada tanaman.
  • Bisa menjadi peluang bisnis pertanian yang sangat berpotensi menghasilkan uang yang besar.

Kekurangan Hidroponik Sistem Irigasi adalah:

  • Membutuhkan modal yang cukup besar.
  • Harus memiliki pengetahuan dalam pemberian nutrisi pada tanaman dengan menyesuaikan usianya.
  • Rutin mengontrol tanaman secara berkala.
  • Apabila ada kesalahan dalam sistem irigasi, maka akan berdampak buruk pada hasil panen.


3. Teknik Hidroponik Pasang Surut (EEB & FLOW)

Hidroponik Sistem Pasang Surut

Teknik hidroponik pasang surut ini memerlukan pompa air yang debit airnya diatur menggunakan timer.

Lalu, bagaimana dengan cara kerjanya?

Sistem pasang surut akan membanjiri wadah atau tempat yang menampung tanaman dengan air yang sudah dicampur dengan larutan nutrisi hidroponik selama jangka waktu tertentu.

Proses ini akan berlangsung saat mesin pompa air menyala, dan apabila mesin tersebut mati maka akan membuat air yang menggenangi media menjadi surut.

Oleh sebab itu, pompa air memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem hidroponik pasang surut ini.

Kelebihan Hidroponik Sistem Pasang Surut adalah:

  • Sangat mudah dari segi perawatan maupun pengecekan pada tanaman, lantaran tidak membutuhkan penyiraman air secara manual.
  • Ketersediaan oksigen yang terkandung pada air sangat banyak dan jauh lebih berkualitas.

Kekurangan Hidroponik Sistem Pasang Surut adalah:

  • Sistem hidroponik pasang surut sangat bergantung pada ketersediaan sumber listrik, jika terjadi pemadaman listrik tentunya akan berdampak pada tanaman yang tidak mendapatkan asupan nutrisi secara langsung.
  • Kualitas dari hasil tanaman bisa berkurang setelah dipompa secara terus-menerus.


4. Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Hidroponik Sistem NFT

Teknik satu ini seringkali disebut dengan sistem hidroponik NFT, hal itu karena istilah atau penamaannya yang terlalu panjang sehingga membuat sistem ini cenderung terlalu rumit untuk diucapkan.

Sistem ini pertama kali dikembangkan di Inggris dengan memfokuskan penempatan tanaman dengan aliran nutrisi dangkal, dengan demikian secara tidak langsung akan membuat akar tanaman tidak terendam secara keseluruhan.

Walau demikian, asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik pada sistem ini bisa dibilang cukup optimal, sehingga tidak perlu diragukan tanaman akan kekurangan nutrisi dan oksigen.

Kelebihan Hidroponik Sistem NFT adalah:

  • Aliran air pada sistem hidroponik ini sangat stabil, sehingga membuat tanaman dapat menyerap nutrisi secara sempurna dan proses fotosintesis pada tanaman hidroponik akan berjalan dengan baik tanpa hambatan.
  • Sangat cocok untuk menanam jenis tanaman hidroponik yang sangat membutuhkan air dalam jumlah banyak.
  • Dengan sistem ini mampu membuat masa tanam lebih singkat, atau bisa dikatakan tanaman jauh lebih mudah tumbuh.
  • Pengecekan nutrisi jauh lebih gampang, karena pemberian nutrisi ditempatkan pada sebuah wadah.
  • Hasil panen dari budidaya tanaman hidroponik akan lebih bagus, sebab sistem ini mampu menyuplai nutrisi pada tanaman dengan komposisi yang sama.

Kekurangan Hidroponik Sistem NFT adalah:

  • Peralatan ataupun perlengkapan yang dibutuhkan mempunyai harga yang sangat mahal, hal itu disebabkan begitu banyaknya komponen-komponen yang diperlukan.
  • Membutuhkan pengalaman yang memadai serta ketelitian lebih, dengan kata lain sistem hidroponik ini sangat tidak direkomendasikan untuk pemula karena mempunyai tingkat kegagalan yang tinggi.
  • Sangat bergantung dengan arus listrik untuk menyalurkan nutrisi pada tanaman.
  • Sangat mudah terkena penyakit, terlebih bila ada satu tanaman yang terserang, maka potensi penularan serta penyebaran ke tanaman lain cukup besar.


5. Sistem Rakit Apung (Water Culture)

Hidroponik Sistem Rakit Apung

Sistem rakit apung merupakan teknik menanam hidroponik yang modern.

Budidaya sayuran dengan sistem rakit apung ini bisa diaplikasikan untuk skala kecil maupun partai besar, dan dengan tujuan komersial.

Walaupun dikatakan sebagai hidroponik yang modern, akan tetapi proses pembuatan sistem hidroponik rakit apung relatif lebih murah.

Pasalnya pembuatan sistem hidroponik rakit apung bisa memanfaatkan barang-barang bekas.

Selain bisa dibuat dengan memanfaatkan barang bekas, ternyata hidroponik sistem rakit apung tidak membutuhkan tempat yang luas dan tanaman yang dibudidayakan tidak mudah layu.

Kelebihan Hidroponik Sistem Rakit Apung adalah:

  • Bisa menekan biaya pembuatan karena bisa memanfaatkan alat dan bahan yang dapat dengan mudah di sekitar rumah kamu.
  • Alat dan bahan yang diperlukan mudah kamu dapatkan.
  • Perawatan tanaman sangat gampang.
  • Tidak tergantung dengan sumber arus listrik, sehingga dapat menekan biaya perawatan tanaman dan tidak perlu khawatir jika terjadi pemadaman listrik.
  • Tanaman hanya membutuhkan kadar air serta nutrisi lebih sedikit, dengan demikian tentunya akan mampu menghemat biaya perawatan.

Kekurangan Hidroponik Sistem Rakit Apung adalah:

  • Sistem ini hanya bisa diterapkan didalam ruangan.
  • Tanaman rentan mengalami pembusukan pada akar, hal itu disebabkan oleh akar tanaman yang terus terendam di dalam air.


6. Pengembangan Hidroponik Konvensional - Sistem Aeroponik

Hidroponik Sistem Aeroponik

Sama halnya dengan subjudul di atas bahwa cara menanam atau budidaya hidroponik ini adalah hasil dari inovasi hidroponik konvensional.

Lantas bagaimana dengan metode penanamannya?

Ya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa cara bercocok tanam yang diterapkan pada sistem Aeroponik ini tak jauh berbeda dengan namanya, yakni dengan menyemprotkan nutrisi hidroponik langsung ke tanaman.

Istilah dari Aeroponik sendiri diambil dari bahasa Yunani yang memiliki arti aero yakni udara, sedangkan phonik berarti menanam.

Dari hal tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa untuk membuat hidroponik sistem Aeroponik ini tidak memerlukan media sebagai tempat dimana menampung larutan nutrisi untuk tanaman yang di budidayakan.

Masih belum jelas bagaimana gambarannya?

Pada dasarnya kamu tidak memerlukan media tanam apapun untuk menanam tanaman.

Sebab untuk menyuplai kebutuhan nutrisi pada tanaman dilakukan dengan cara menyemprotkan air yang telah dicampur dengan zat nutrisi secara langsung pada akar tanaman dengan bentuk kabut.

Jangan buru-buru mengambil kesimpulan yang jelek dulu ya.

Meski pemberian nutrisi dengan disemprotkan langsung ke akar tanaman, ternyata metode ini mampu meningkatkan hasil pertanian yang sangat baik, loh!

Kamu dapat merasakan hasil panen dari tanaman hidroponik tersebut yakni tanaman menjadi lebih segar dan bila di masak terasa jauh lebih nikmat.

Kelebihan Hidroponik Sistem Aeroponik adalah:

  • Tidak menuntut tempat yang luas, sehingga budidaya tanaman hidroponik ini bisa dilakukan oleh siapapun.
  • Saat air serta nutrisi disemprotkan, maka nutrisi tersebut mengandung banyak kadar oksigen, tentu saja kondisi tersebut sangat diperlukan oleh tanaman.
  • Kemungkinan terjangkit penyakit lebih kecil, karena akar tidak terendam air secara langsung.
  • Bila ada satu tanaman terserang penyakit, resiko menular ke tanaman lainnya jauh lebih kecil, sebab antara akar tanaman satu dengan yang lainnya tidak saling bersentuhan.
  • Tanaman jauh lebih banyak mengandung gizi, bila dibandingkan dengan sistem budidaya hidroponik lainnya.

Kekurangan Hidroponik Sistem Aeroponik adalah:

  • Alat untuk menyemprotkan nutrisi pada tanaman (sprinkler) tidak mudah untuk didapatkan, terlebih di daerah kota kecil dan pedesaan.
  • Sangat memerlukan energi listrik untuk menyemprotkan nutrisi ke tanaman, tentu hal ini akan sangat terganggu apabila terjadi pemadaman listrik.
  • Bisa dikatakan sistem hidroponik satu ini cukup rumit, sehingga membutuhkan wawasan yang luas mengenai tanaman.
  • Biaya yang diperlukan untuk membuat hidroponik sistem Aeroponik cukup mahal.


***


Bagaimana, sudah cukup jelas belum mengenai teknik hidroponik?

Setelah mengetahui beberapa sistem menanam hidroponik, lalu kamu tertarik untuk mencoba sistem hidroponik yang mana untuk budidaya di rumah?

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya seputar hidroponik hanya di BlogDaffa.com, oke!