Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Tips Budidaya Ikan Koi Khusus Untuk Pemula Yang Mudah & Simpel!

Ikan koi merupakan salah satu jenis ikan hias yang tinggi akan peminatnya. Jika diamati dari keadaan tersebut, budidaya ikan koi bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan, loh!

Tak sedikit orang yang tertarik dengan ikan koi lantaran ia memiliki corak serta warna yang cantik.

Umumnya warna ikan hias ini yang sering dijumpai yaitu berwarna oranye dan putih.

Akan tetapi ada beberapa jenis ikan koi yang mempunyai corak warna lain dan tentunya tak kalah cantik, loh!

Perpaduan warna cantik serta unik inilah yang akan membuat kolam ikan koi di rumah mu menjadi lebih indah dan mempesona.

Selain itu, biaya untuk merawat ikan koi sendiri bisa dikatakan cukup terjangkau, sebab ikan ini sangatlah mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.

Tak hanya dinilai dari sisi keindahannya saja, ternyata bagi sebagian orang menganggap bahwa ikan koi mampu membawa keberuntungan bagi pemiliknya, loh!

Sedangkan dalam Feng shui sendiri ikan koi diyakini sebagai simbol kekayaan, kebahagiaan, dan nasib baik seseorang.

Setelah mengetahui beberapa peluang yang sangat menguntungkan, apakah kamu tertarik untuk mulai bisnis ikan koi?

Berikut 7 tahap yang dapat kamu lakukan dalam budidaya ikan koi di rumah, supaya cepat berhasil.


7 Langkah Mudah Budidaya Ikan Koi di Rumah

Budidaya Ikan Koi di Rumah

Sebelum membahas mengenai budidaya ikan koi lebih jauh, ada beberapa hal yang wajib kamu ketahui terlebih dahulu antara lain sebagai berikut:

  • Memilih indukan yang memiliki gen bagus.
  • Membuat kolam budidaya ikan koi.
  • Buatlah kakaban atau tempat ikan bertelur.
  • Saat proses pemijahan, sebaiknya masukan ikan koi betina terlebih dahulu sebelum memasukan ikan koi jantan dengan rentang waktu antara 3 hingga 5 jam.
  • Saat telur ikan koi menetas, sebaiknya beri larva makan setelah usia 5 hari dengan kutu air.
  • Jaga kebersihan air kolam budidaya.
  • Kuras 10% air kolam dan ganti dengan air yang baru setiap seminggu sekali.

Setelah mengetahui beberapa kriteria dasar dalam budidaya ikan koi.

Maka tahap selanjutnya kami akan mengulas langkah demi langkah  budidaya ikan koi di rumah secara detail, berikut pembahasannya:


1. Memilih Induk Ikan Koi Berkualitas

Memilih Induk Ikan Koi Berkualitas

Dalam budidaya ikan koi faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil ikan yang bagus-bagus, kamu harus menyiapkan induk ikan yang berkualitas tinggi serta memiliki genetik unggul.

Kamu bisa membeli induk ikan koi yang berkualitas di toko ikan hias.

Akan tetapi, bila kamu mendapati kesulitan dalam menemukan induk ikan koi dengan gen yang unggul.

Maka kamu bisa mencari atau menghubungi di komunitas pecinta ikan koi terdekat.

Dalam sebuah komunitas pastinya anggota-anggotanya mempunyai ikan koi dengan gen yang bagus.

Biasanya ikan koi tersebut di ikut sertakan dalam kontes ikan koi.

Tak jarang bagi mereka yang memiliki waktu cukup luang ataupun keterampilan dalam memijahkan ikan.

Oleh sebab itu, kamu bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin kerjasama dengan salah satu anggota komunitas pecinta ikan koi agar mendapatkan indukan ikan koi dengan berkualitas juara.

Buatlah kesepakatan tentang pembagian hasil ternak ikan koi yang hendak kamu jalani.

Ciri-ciri Induk Ikan Koi Berkualitas

Selain dinilai dari segi genetik, ada beberapa patokan yang dapat kamu pakai sebagai acuan dalam memilih indukan koi yang berkualitas, berikut ciri-cirinya:

  • Indukan jantan dan betina sudah matang dan siap untuk dikawinkan. Usia induk ikan koi yang sudah matang minimal telah berumur 2 tahun.
  • Induk jantan dan betina harus sejenis agar proses perkawinannya berjalan dengan lancar.
  • Kedua indukan memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tubuh indukan yang ideal ditandai dengan ciri-ciri ketika dilihat dari atas akan tampak seperti torpedo.
  • Saat ikan berenang pilihlah ikan koi dengan gaya berenang tenang, yaitu tidak terlalu pelan ataupun terlalu cepat.
  • Ikan memiliki warna yang cerah dan kontras.
  • Pilihlah ikan koi yang hendak digunakan sebagai indukan yang cukup aktif dan tidak banyak berdiam diri.


2. Pembuatan Kolam Budidaya Ikan Koi

Pembuatan Kolam Budidaya Ikan Koi

Setelah memperoleh indukan ikan koi yang berkualitas, maka langkah selanjutnya dalam budidaya ikan koi adalah menyiapkan kolam budidaya.

Pada hakikatnya ikan koi mempunyai karakteristik yang sangat mudah beradaptasi baik di kolam ikan tanah, kolam beton, atau bahkan di dalam akuarium sekalipun.

Meski demikian kamu harus menghindari pemakaian kolam terpal untuk budidaya ikan koi.

Kolam ikan koi yang sesuai terbuat dari beton dengan ukuran 3 x 6 meter dengan tingkat kedalaman 60 cm dan tinggi air 40 cm.

Tak hanya itu saja, kolam ikan koi juga harus terpapar oleh pancaran sinar matahari.

Hal tersebut bertujuan supaya ikan yang tinggal didalam kolam tetap sehat.

Selain itu kolam juga harus memiliki filter untuk menyaring kotoran dan lubang pembuangan air.

Namun ada hal yang tak kalah penting lagi, yaitu pada saat kamu baru saja selesai membuat kolam ikan koi, maka kamu tidak boleh langsung menaruh indukan ikan koi tersebut kedalam kolam.

Kamu harus memastikan kondisi semen apakah sudah kering benar atau belum.

Setelah kering maka kamu boleh mengisi kolam tersebut memakai air bersih.

Selanjutnya diamkan air tersebut mengendap dalam kolam selama minimal 3 hari.

Untuk menyamakan bau yang ditimbulkan oleh semen, kamu dapat mengatasinya dengan memasukan batang pisang yang sebelumnya dipotong-potong kecil terlebih dahulu.

Setelah itu kamu boleh memasukan indukan ikan koi tersebut kedalam kolam.


3. Menyiapkan Tempat Ikan Koi Bertelur

Menyiapkan Tempat Ikan Koi Bertelur

Didalam proses budidaya ikan koi, pembuatan kakaban atau media ikan koi bertelur merupakan hal yang sangat penting.

Pasalnya ikan koi akan meletakan telur-telurnya di dalam kakaban, jika tidak ada media tersebut didalam kolam maka bisa dipastikan proses pemijahan ikan koi berujung kegagalan.

Oleh sebab itu kamu diharuskan untuk membuat kakaban sebagai tempat ikan menaruh telurnya.

Namun untuk membuat kakaban ada beberapa langkah yang mestinya kamu siapkan terlebih dahulu, diantaranya sebagai berikut:

  • Langkah pertama dalam membuat media bertelur ikan koi diantaranya kamu harus menyediakan bilah bambu dan ijuk. Bila tak ada ijuk kamu dapat menggantikan dengan tali rafia.
  • Tancap bilah bambu tersebut ke dasar kolam. Bilah bambu tersebut difungsikan sebagai tiang penyangga dari ijuk ataupun tali rafia.
  • Tempelkan ijuk atau tali rafia ke tiang-tiang dari bilah bambu yang sudah kamu tancapkan.


4. Pemijahan atau Mengawinkan Ikan Koi

Pemijahan atau Mengawinkan Ikan Koi

Untuk melakukan pemijahan ikan koi alangkah baiknya kamu menaruh 3 sampai 5 ekor pejantan.

Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi jika ada pejantan yang kurang subur atau mengalami gangguan kesehatan lainnya.

Seperti yang sudah kami singgung di atas, bahwa dalam pemijahan ikan koi, kamu harus memasukan indukan betina terlebih dahulu.

Masukan indukan betina ikan koi ke dalam kolam budidaya tepat pukul 4 sore.

Setelah itu kamu tidak boleh langsung memasukkan induk jantan langsung.

Paling tidak diamkan induk betina ikan koi selama kurang lebih antara 3 hingga 5 jam, barulah kamu bisa memasukan pejantannya.

Proses perkawinan ikan koi biasanya berlangsung pada saat tengah malam.

Jika proses pemijahan berhasil, maka di pagi harinya kamu akan menjumpai telur ikan koi menempel pada kakaban yang kamu buat sebelumnya.

Setelah kakaban terdapat telur yang menempel, maka segeralah untuk mengangkat induk jantan maupun betina dan dipindahkan ke kolam lainnya.

Hal ini bertujuan untuk menghindari sang induk memakan telurnya sendiri.



5. Penetasan Telur Ikan Koi

Penetasan Telur Ikan Koi

Tahap selanjutnya dalam budidaya ikan koi ialah menetaskan telur ikan koi yang ada pada kakaban.

Dalam menetaskan telur ikan koi tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

Ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pastikan suhu air kolam penetasan selalu stabil dan tidak berubah secara tiba-tiba. Suhu yang paling ideal untuk menetaskan ikan koi antara 27 - 30 derajat Celcius.
  • Perhatikan posisi kakaban selalu terendam oleh air kolam. Hal tersebut merupakan faktor penentu keberhasilan penetasan telur ikan koi mu.
  • Telur biasanya akan menetas setelah 48 jam berada di kakaban.
  • Saat telur ikan koi menetas, kamu tidak perlu tergesa-gesa untuk memberinya pakan. Sebab burayak ikan koi tersebut masih mempunyai cadangan makanan hingga umur larva 3 - 5 hari.
  • Setelah larva ikan koi berusia 5 hari kamu dapat memberikan pakan hidup seperti kutu air, artemia, dan infusuria.
  • Apabila anakan ikan koi yang kamu rawat sudah tumbuh dengan panjang tubuh kurang lebih 1,5 cm, maka kamu bisa mengganti pakan memakai cacing sutra atau cacing darah.


6. Menjaga Kualitas dan Kebersihan Air di Kolam Budidaya

Menjaga kualitas air di kolam budidaya

Untuk menjaga kesehatan ikan koi yang sedang kamu budidayakan agar tidak mudah terserang oleh penyakit seperti jamur dan bakteri, kamu wajib menjaga kebersihan serta kualitas air dalam kolam budidaya.

Tak hanya memperhatikan sirkulasi oksigen dalam air saja, kamu juga harus memastikan bahwa air kolam budidaya ikan koi tidak keruh.

Penyebab air kolam menjadi keruh umumnya disebabkan oleh kotoran ikan koi yang menumpuk di dalam kolam.


7. Mengganti Air Kolam Budidaya Ikan Koi

Mengganti Air Kolam Budidaya Ikan Koi

Untuk mengganti air pada kolam budidaya ikan koi bisa dilakukan dengan cara mengurangi volume air kolam sebanyak 10% saja.

Kamu cukup membuka pipa air pembuangan kolam dan pastikan cukup mengurangi sekitar 10% saja. Selanjutnya tambahkan air bersih kembali sebanyak air yang kamu buang dari kolam ikan tersebut.

Alasan mengapa kami merekomendasikan untuk mengurangi jumlah air kolam hanya 10% tak lain adalah supaya ikan koi yang kamu budidayakan tidak harus beradaptasi ulang.

Selain itu penggantian air secara keseluruhan dapat menyebabkan ikan koi menjadi stress.

Biasanya ikan yang stress akan mogok makan sampai mereka merasa nyaman.

Tentu saja jika ikan sudah mogok makan akan berimbas pada proses pertumbuhannya yang lamban.

Selain itu dampak terburuk dari ikan yang berhenti makan bisa membuatnya sakit dan paling parahnya berujung kematian.

Hal yang perlu kamu ketahui bahwa mengenai kondisi air di kolam budidaya bisa mempengaruhi kualitas warna sekitar 20%, loh!

Ikan yang jarang diganti airnya akan mengalami lambat dalam mutasi warnanya.

Meskipun warna atau corak ikan koi tergantung pada gen mereka masing-masing, akan tetapi jika dirawat dengan cara yang baik dan benar tentunya akan menghasilkan kualitas warna dan bentuk tubuh yang ideal.

Bentuk serta kualitas warna sangatlah mempengaruhi harga jual ikan koi itu sendiri.


***


Nah, itulah beberapa informasi tentang cara budidaya ikan koi yang dapat kamu praktekkan sendiri di rumah.

Semoga informasi ini bisa membantu kamu dalam memulai usaha budidaya ikan koi. Terimakasih...