Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cucak Ijo Banyuwangi: Ciri Ciri, Cara Merawat, Pemasteran, & Setelan Harian

Cucak ijo Banyuwangi merupakan salah satu jenis burung cucak ijo terpopuler untuk dijadikan peliharaan. Jenis burung cucak ijo ini terkenal akan suara merdunya atau biasa disebut dengan istilah gacor maksimal.

Sehingga bukan hal yang mustahil, apabila kicau mania menyelaraskan burung cucak ijo Banyuwangi ini dengan burung kicauan lainnya.

Selain itu, reputasi dari burung cucak ijo Banyuwangi juga tidak kalah bila dibandingkan dengan burung kicauan lain, seperti burung Lovebird, Murai batu, kenari, jalak, punglor dan bahkan burung dengan kualitas super lainnya, loh!

Dengan kredibilitas tersebut tentunya sudah tak ayal lagi jika peminat burung ini akan terus bertambah dengan seiring berjalannya waktu.


Serba-serbi Cucak Ijo Banyuwangi Yang Lengkap Mulai Ciri Khas, Cara Merawat, Pemasteran, Bahkan Sampai Setelan Harian Cucak Ijo Banyuwangi

Cucak ijo Banyuwangi

Sebaiknya sebelum kamu mengetahui lebih jauh tentang cucak ijo, tentu tak ada salahnya bila kita membahas terlebih dahulu asal usul cucak ijo Banyuwangi terlebih dahulu.

Hal itu bertujuan untuk menambah wawasan kita dalam mengenai habitat asli serta bagaimana kondisi tempat tinggal cucak ijo Banyuwangi di alam bebas.


Asal Usul Cucak Ijo Banyuwangi

Asal muasal dari burung cucak ijo Banyuwangi sama halnya dengan namanya, yakni berasal dari kota Banyuwangi, Jawa Timur.

Jika kita merujuk dari perkataan para ahli mengenai burung cucak ijo terbagi menjadi beberapa sub spesies yang tersebar di beberapa tempat tertentu.

Salah satunya yaitu di alas Purwo Banyuwangi, Jawa Timur.

Burung yang berasal dari alas (hutan) Purwo terkenal memiliki bentuk serta postur tubuh yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jenis cucak ijo lainnya.

Selain itu, burung tersebut juga terkenal akan kualitas kicauannya yang sangat merdu.

Sehingga dengan hal tersebut membuat banyak orang meyakini bahwa burung cucak ijo yang diperoleh dari alas Purwo sangat mudah serta cocok untuk digunakan sebagai masteran dan burung kontes kualitas jawara.

Beberapa sub spesies cucak ijo juga dapat dijumpai di hutan Songgon Pasanggaran. Sementara yang lainnya dapat ditemukan di area sekitar kaki gunung Ijen.

Namun, jika dilihat dari kualitas burung yang terdapat di dua tempat tersebut sangatlah jauh bila dibandingkan dengan kualitas burung asal alas Purwo.

Mulai dari segi postur tubuh, mental, karakteristik, bahkan sampai kualitas suara yang dihasilkan burung cucak ijo itu sendiri.


Ciri-ciri Fisik Cucak Ijo Banyuwangi

Apabila kita kupas lebih jauh mengenai burung dari keluarga Chloropseidae ini, burung cucak ijo Banyuwangi tentunya yang memiliki kualitas serta karakteristik yang paling istimewa dibandingkan dengan burung sejenisnya.

Burung cucak ijo Banyuwangi bisa dikatakan mempunyai ciri khas utama, sehingga bila ada orang yang memandangnya sekilas saja sudah mampu membedakan dengan cucak ijo jenis lainnya.

Ada beberapa ciri khas yang sangat istimewa dari cucak Ijo Banyuwangi ini dan tentu saja tidak akan ditemukan di jenis Cucak Ijo jenis lainnya.

Apa sajakah itu?

Berikut beberapa ciri khas burung cucak ijo Banyuwangi yang sangat identik :

  • Cucak ijo Banyuwangi memiliki bentuk tubuh yang panjang serta nampak sedikit melengkung. Ciri khas dari segi postur tubuh inilah bila diamati akan terlihat jelas perbedaannya dengan cucak ijo jenis lainnya.
  • Jika dilihat dari segi warna bulu cucak ijo Banyuwangi akan terlihat warna hijau pekat (hijau tua) dengan jelas. Sedangkan untuk jenis cucak ijo lainnya berwarna hijau kekuningan.
  • Bila diamati dengan saksama, maka akan terlihat bulu ekor cucak ijo Banyuwangi lebih panjang dibandingkan dengan jenis lainnya.
  • Burung cucak ijo Banyuwangi memiliki ekor yang sangat identik yakni sangat lentur ketika dipegang dan cenderung tidak kaku. Hal inilah yang menyebabkan tampilan ekor cucak ijo Banyuwangi sedikit melengkung karena saking elastis.
  • Ciri khas burung ini yakni mempunyai warna biru yang identik terletak pada area pipi serta sayap bagian atas, sedangkan untuk bagian lehernya berwarna hitam.
  • Cucak ijo Banyuwangi cenderung dengan kicauan yang monoton. Namun, saat di adu dengan lawan barulah keluar fariasi suara kicau burung ini. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan kualitas suara yang gacor dengan banyak isian. Hal itu tentu sangat berpengaruh dengan proses pemasteran burung tersebut.
  • Selain itu ciri khas cucak ijo Banyuwangi yang tentunya tidak akan pernah dimiliki oleh jenis cucak ijo lainnya ialah jambul berdiri ketika burung ini sedang ngetrok. Keadaan tersebut akan terlihat dengan jelas ketika burung ini ngeroll (mengeluarkan kicauan beruntun tanpa henti). Selain jambul yang berdiri saat burung cucak ijo Banyuwangi ngeroll akan memperlihatkan sifat yang agresif dan atraktif.


Perawatan Cucak Ijo Banyuwangi

Sama halnya dengan burung jenis lainnya burung cucak ijo Banyuwangi juga membutuhkan perawatan.

Untuk perawatannya sendiri juga tak terlampau jauh berbeda dengan cara merawat burung jenis lainnya.

Hanya ada beberapa hal saja yang perlu dilakukan secara rutin setiap harinya.

Nah, untuk memperjelas tentang bagaimana cara merawat cucak ijo Banyuwangi.

Maka kami akan kupas satu persatu mengenai perawatan dalam memelihara cucak ijo Banyuwangi di bawah ini!


1. Memandikan Cucak Ijo Banyuwangi

Saat memelihara burung cucak ijo Banyuwangi usahakan untuk memandikannya secara rutin yakni pada waktu pagi ataupun sore hari.

Namun, hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memandikan Cucak Ijo Banyuwangi, sebaiknya bukalah kerodong dari sangkar dan angin-anginkan burung selama kurang lebih antara 20 hingga 30 menit.

Setelah itu barulah mandikan burung kesayangan mu itu.

Sedangkan untuk cara memandikannya bisa dilakukan dengan cara penyemprotan air atau keramba air.

Tentu hal tersebut mengikuti pola bagaimana kebiasaan mandinya.

Apabila burung yang sedang kamu rawat sangat menyukai mandi secara mandiri, maka kamu hanya perlu menyiapkan air didalam sangkarnya.

Tetapi bila keadaan sebaliknya, kamu bisa memakai metode memandikan burung mu itu dengan cara menyemprotkan air secara langsung.


2. Penjemuran

Setelah selesai memandikan burung kesayangan mu.

Maka tahap selanjutnya yaitu penjemuran burung cucak ijo Banyuwangi sampai bulu-bulu pada tubuhnya benar-benar kering.

Hal yang perlu kamu perhatikan saat proses penjemuran ialah kamu harus memperhatikan bagaimana kondisi cuaca dan suhu di lingkungan sekitar rumah.

Apabila kamu tinggal di daerah yang memiliki suhu lingkungan yang tinggi, maka proses penjemuran sebaiknya dilakukan selama kurang lebih antara satu hingga dua jam saja.

Akan tetapi bila kamu bertempat tinggal pada daerah yang memiliki suhu sejuk, maka penjemuran bisa berlangsung selama kurang lebih dua hingga 3 jam.

Hal yang perlu kamu ingat dalam proses penjemuran ialah tidak boleh menjemur burung dalam kurun waktu yang cukup lama.

Karena penjemuran dalam waktu yang lama akan mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh dan kerusakan pada bulu burung cucak ijo peliharaan mu itu.


3. Sangkar Cucak Ijo Banyuwangi

Gunakanlah sangkar burung dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

Satu hal dalam memilih sangkar yang paling krusial adalah memastikan bahwa sangkar tersebut dapat menyediakan ruang gerak untuk peliharaan mu itu.

Ruang gerak yang terpenuhi akan membuat burung bergerak dengan leluasa dan nyaman.

Dengan memberikan ruang untuk bergerak dengan bebas bisa dapat menghindarkan burung cucak ijo yang kamu pelihara terkena stress.

Selain itu, sangkar yang ideal untuk cucak ijo Banyuwangi yakni kamu harus melengkapi dengan cepuk atau atau tempat makan serta minum, dan tenggeran yang sesuai dengan kebutuhan burung.

Sediakan keramba air dalam sangkar, hal ini bersifat opsional merujuk pada kebiasaan mandi burung.

Bila burung cucak ijo yang sedang kamu rawat tidak menyukai mandi sendiri, maka kamu tidak perlu menyediakan keramba air dalam kandang burung peliharaan mu itu.

Hal yang tak kalah penting kamu juga wajib menjaga kebersihan kandang cucak ijo.

Kamu wajib membersihkan sangkar dari kotoran maupun sisa-sisa makanan burung secara rutin.

Sangkar yang senantiasa bersih dapat menghindarkan burung dari terserang penyakit yang membahayakan kesehatan tubuh burung itu sendiri.


4. Pakan Cucak Ijo Banyuwangi

Dalam memelihara binatang apapun jenisnya pasti membutuhkan pakan, tak terkecuali cucak ijo Banyuwangi.

Usahakan kamu menyediakan pakan yang memadai kebutuhan peliharaan mu itu. Selain itu kamu juga wajib memperhatikan kebutuhan nutrisi maupun gizi cucak ijo Banyuwangi.

Kamu bisa memberinya pakan antara lain seperti buah-buahan, Voer dan Extra Fooding.

Extra Fooding yang dapat kamu berikan untuk memenuhi nutrisi dan gizi tambahan antara lain seperti kroto, Jangkrik, Ulat Hongkong.

Sementara untuk buah-buahan yang dapat kamu berikan untuk burung cucak ijo mu antara lain seperti Pepaya, apel, dan pisang.

Pemberian pakan buah-buahan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan burung cucak ijo Banyuwangi akan vitamin C.

Namun ada hal yang perlu kamu perhatikan saat memberikan pakan Extra yakni usahakan memakan takaran atau porsi yang sesuai dengan kebutuhan burung mu.

Jangan sampai kamu memberikan pakan ekstra secara berlebihan karena dapat mengakibatkan burung mengalami over birahi.

Hal itu disebabkan oleh Extra Fooding yang kaya akan kandungan protein. Sehingga dapat memicu hormon birahinya menjadi berlebihan.

Apabila burung yang sedang kamu rawat kelebihan birahi maka akan sangat berpengaruh terhadap tingkah lakunya yang semakin tak karuan.

Jika hal tersebut tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka akan mengakibatkan burung menjadi stress.

Stress yang dialami oleh burung akan mempengaruhi kesehatan burung yang terus menurun, sehingga akan membuatnya sakit dan berujung kematian.


5. Pemasteran Cucak Ijo Banyuwangi

Tahap paling akhir dalam merawat burung cucak ijo Banyuwangi adalah pemasteran.

Pemasteran merupakan sebuah kegiatan dengan tujuan untuk melatih burung supaya mampu menghasilkan suara kicauan yang berkualitas tinggi dan membuat burung menjadi gacor.

Pemasteran sebaiknya dilaksanakan setiap hari secara rutin agar mendapatkan hasil yang maksimal serta burung cucak ijo Banyuwangi yang sedang kamu rawat menjadi gacor dengan cepat.

Sedangkan untuk cara pemasteran burung cucak ijo Banyuwangi dapat dilakukan dengan cara memperdengarkan kicauan burung cucak ijo lain yang sudah jadi, atau kamu juga bisa mengisi burung cucak ijo mu itu dengan suara burung lain agar kicauan burung mu menjadi lebih banyak isian atau variasi.

Namun bagi kamu yang belum memiliki burung cucak ijo yang sudah jadi atau jenis burung lain yang dibutuhkan untuk memaster.

Maka kamu bisa memanfaatkan suara mp3 burung gacor.

Tak hanya itu usahakan saat pemasteran burung usahakan untuk menaruh sangkar di tempat yang sunyi dan nyaman dari gangguan hewan lainnya.

Hal itu bertujuan agar burung cucak ijo Banyuwangi yang sedang kamu isi dengan suara burung gacor mampu mendengarkan suara burung yang kamu berikan dengan antusias tanpa adanya gangguan.

Selain itu untuk meningkatkan fokus serta antusias burung dalam proses pemasteran kamu bisa menutup sangkar dengan kerodong.

Hal itu supaya burung lebih mudah dalam belajar menghafal serta mengingat suara burung yang di master kan.


Setelan Harian Cucak Ijo Banyuwangi

Dalam merawat burung cucak ijo Banyuwangi supaya gacor dor dan ngentrok, kamu harus memperhatikan setingan atau setelan harian.

Setelan harian cucak ijo Banyuwangi bertujuan agar burung terbiasa dengan kegiatan sehari-harinya.

Berikut beberapa setelan harian yang bisa kamu aplikasi kan di rumah :

  1. Saat pagi hari kisaran pukul 7, bukalah kerodong yang menutupi sangkar, lalu angin-angin kan burung hingga kurang lebih antara 20 hingga 30 menit. Hal tersebut bertujuan supaya burung dapat beradaptasi dengan lingkungan setempat dan tidak membuatnya jenuh dalam sangkar yang gelap.
  2. Sesudah di angin-angin kan, kemudian mandikan burung pada waktu 7.30 . Mandikan burung dengan cara menyemprotkan air atau dengan metode keramba air, hal tersebut merujuk pada kebiasaan mandi burung mu.
  3. Bersihkan sangkar dari kotoran maupun sisa-sisa makanan yang tercecer di alas sangkar. Selanjutnya gantilah air minum menggunakan air matang yang baru dan tambahkan Voer yang terdapat pada tempat makanannya.
  4. Seusai memandikan burung, maka jemur lah selama kurang lebih antara 2 hingga 3 jam lamanya atau sampai bulu benar-benar kering seutuhnya.
  5. Saat proses penjemuran berikan makanan tambahan berupa jangkrik sebanyak 3 ekor pada wadah pakan. Hindari pemberian pakan secara langsung (hand feeding) hal ini bertujuan supaya burung terbiasa mandiri dan tidak manja.
  6. Kemudian angin-angin kan kurang lebih selama 10 sampai 15 menit.
  7. Berikan pakan selingan berupa pisang kapok putih.
  8. Lakukan pemasteran saat siang sampai sore hari ini bersifat opsional. Kamu bisa menggantang burung saja, kok!
  9. Apabila cuaca masih terik kamu bisa memandikan nya kembali.
  10. Berikan makanan tambahan saat sore hari dengan jangkrik cukup 2 ekor.
  11. Apabila kondisi lingkungan mulai gelap sebaiknya kerodong kembali sangkar burung mu itu hingga pagi hari.


***


Nah, itulah beberapa hal mengenai serba-serbi tentang burung cucak ijo Banyuwangi.

Dari uraian di atas tentu tidak sedikit diantara kita semua yang sudah paham betul tentang bagaimana perawatan burung cucak ijo, baik dari cara pemasteran burung cucak ijo Banyuwangi agar cepat gacor, dan sudah paham betul bagaimana setelan harian burung cucak ijo agar tidak over birahi.

Dalam ulasan ini kami tegaskan bahwa kami tidak bermaksud untuk menggurui, namun hanya bersifat sharing tentang cucak ijo Banyuwangi.

Hal itu bertujuan supaya banyak orang yang lebih mengenal bagaimana ciri-ciri dan karakteristik dari burung cucak ijo Banyuwangi.

Kurang lebihnya mohon maaf apabila ada kata-kata atau tulisan yang kurang berkenan di hati para pecinta burung cucak ijo kami ucapkan maaf sebesar-besarnya. Terimakasih...