Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Lengkap Cara Ternak Puyuh Petelur Khusus Pemula, Peluang Usaha Dengan Omset Besar Loh!

Puyuh adalah salah satu jenis unggas yang tidak mempunyai kemampuan terbang tinggi. Tapi, daging dan telur burung puyuh bila dibudidaya dapat membuat mu kebanjiran banyak orderan, loh!

Bagi kamu yang tertarik untuk ternak puyuh di rumah, yuk simak panduan lengkap tentang cara budidaya burung puyuh di rumah dengan mudah di bawah ini!

Di Indonesia sendiri burung puyuh termasuk dalam kategori hewan yang tinggi akan permintaan pasarannya, baik itu dari segi daging ataupun telurnya.

Meski demikian unggas satu ini memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis unggas lainnya.

Keuntungan yang akan kamu dapatkan dari ternak puyuh petelur di rumah yaitu bisa diambil dari daging dan telurnya.

Dari dua bagian tersebut kamu dapat memanfaatkannya untuk sebagai konsumsi pribadi ataupun menjualnya kembali untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah, loh!

Selain itu keuntungan lain dari ternak burung puyuh di rumah adalah ketika puyuh petelur telah tua atau sudah tidak mampu berproduksi.

Maka kamu juga dapat menjualnya ke peternak puyuh pedaging untuk digemukkan supaya dapat diambil dagingnya dan kotorannya bisa dijadikan sebagai pupuk organik atau pakan ikan.

Berikut cara paling mudah ternak puyuh petelur di rumah khusus untuk pemula agar cepat sukses.

Yuk, ikuti panduannya secara lengkap agar berhasil!


7 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Ternak Puyuh Petelur di Rumah

Ternak Puyuh Petelur di Rumah


1. Lokasi yang Tepat

Menentukan Lokasi Ternak Puyuh Petelur

Sebelum memulai usaha peternakan burung puyuh di rumah, kamu harus menyiapkan lokasi yang tepat untuk peletakan kandang puyuh petelur.

Pasalnya posisi peletakan kandang sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan dalam ternak burung puyuh petelur di rumah, loh!

Ciri Ciri Lokasi Ternak Puyuh yang Bagus:

Berikut kami akan menguraikan bagaimana ciri-ciri lokasi penempatan kandang burung yang tepat untuk menunjang kesuksesan dalam budidaya puyuh petelur rumahan, antara lain sebagai berikut:

  • Lokasi budidaya burung puyuh harus dekat dengan sumber mata air yang bersih.
  • Lokasi yang sangat bagus untuk ternak puyuh petelur yaitu di tempat yang sunyi atau jauh dari tempat keramaian misalnya seperti; pasar, pabrik, jalan raya, dan lain sebagainya.
  • Lokasi juga harus mempunyai akses masuk untuk alat transportasi.
  • Lokasi bersih dan terbebas dari gunungan sampah.
  • Lokasi juga harus bebas dari bencana alam misalnya tergenang air banjir saat musim hujan tiba.
  • Dan yang terakhir lokasi penempatan kandang ternak burung puyuh harus memiliki sistem sirkulasi udara yang baik.


2. Menyiapkan Kandang Untuk Ternak Puyuh Petelur

Menyiapkan Kandang Untuk Ternak Puyuh Petelur

Tak hanya lokasi saja yang wajib kamu perhatikan sebelum memulai usaha ternak puyuh petelur di rumah.

Kamu juga harus memperhatikan suhu yang tepat dalam proses pembuatan kandang burung puyuh yang hendak kamu ternakkan di rumah.

Untuk temperatur suhu kandang burung puyuh yang paling ideal yakni terletak pada 20 - 25 derajat Celcius.

Selain suhu ruangan dalam kandang, kamu juga harus memperhatikan tingkat kelembaban pada kandang ternak puyuh petelur mu.

Kelembaban kandang yang paling ideal dalam kandang yakni berada pada antara 3 hingga 80%.

Untuk penerangan kandang ternak burung puyuh sendiri pada waktu siang hari kamu cukup menggunakan lampu dengan daya antara 25 - 40 Watt.

Sementara untuk penerangan kandang ternak burung puyuh pada malam hari jauh lebih tinggi untuk menghindari puyuh petelur merasa kedinginan terlebih saat cuaca sedang dingin-dinginnya atau ketika hujan turun di malam hari.

Maka kamu dapat menggunakan lampu penerangan dengan daya anatara 40 - 60 Watt pada malam hari.

Hal Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Saat Menyiapkan Kandang Ternak Puyuh

Untuk mendulang kesuksesan dalam ternak burung puyuh petelur di rumah, maka ada beberapa hal yang wajib kamu siapkan terlebih dahulu sebelum melangkah jauh dalam bidang usaha ternak burung puyuh petelur rumahan ini.

Hal pertama yang harus kamu ketahui bahwa kandang untuk anakan puyuh petelur harus mempunyai kapasitas besar yaitu mampu menampung anakan burung puyuh dengan jumlah 100 ekor per kandang.

Selanjutnya kamu juga harus membuat kandang untuk pertumbuhan anakan burung puyuh yang usianya antara 3 - 6 Minggu.

Selain itu kamu juga harus menyediakan kandang khusus untuk indukan burung puyuh dan kandang untuk pembibitan puyuh petelur.

Supaya burung puyuh petelur yang kamu ternakkan di rumah mendapatkan sirkulasi udara yang baik serta intensitas cahaya yang baik.

Maka sebaiknya untuk pembuatan dinding kandang menggunakan kawat strimin atau kawat ram.

Pembuatan kandang menggunakan kawat ram cukup merogoh kocek yang lumayan, untuk menekan modal yang dikeluarkan.

Kamu dapat mengganti kawat ram tersebut dengan bambu yang dibelah kecil-kecil.

Namun, untuk pembuatan kandang puyuh petelur dengan bambu kamu harus memperhitungkan jarak antar bilah bambu satu dengan lainnya.

Usahakan jarak antar bilah bambu jangan terlalu renggang karena dapat memberi peluang burung puyuh tersebut untuk kabur.

Namun juga jangan terlalu rapat agar burung-burung puyuh yang berada dalam kandang tetap mendapatkan sirkulasi udara dan sinar matahari yang baik.

Untuk penempatan wadah pakan puyuh petelur dapat kamu tempatkan di bagian dinding kandang luar dengan pola memanjang yang disesuaikan dengan panjang kandang burung tersebut.

Sedangkan untuk tempat minum burung puyuh petelur dapat kamu taruh di bagian samping tempat makan, atau bisa juga di bagian samping dan belakang kandang ternak.


3. Ukuran Kandang Ternak Puyuh Petelur

Ukuran Kandang Ternak Puyuh Petelur

Ukuran kandang puyuh petelur idealnya memiliki ukuran sebagai berikut:

  • Panjang 100 cm.
  • Lebar 60 cm, dan
  • Tinggi 30 cm.

Dengan ukuran kandang seperti di atas mampu menampung burung puyuh siap produksi sebanyak 30 hingga 35 ekor.

Ukuran tersebut dapat dijadikan patokan yang sesuai untuk kandang burung puyuh petelur.

Sebab semakin kecil ukuran kandang dan semakin sedikit jumlah burung puyuh dalam satu kandang, tentunya akan semakin baik pula produksi terlur puyuh tersebut.

Sedangkan untuk kandang dengan ukuran yang terlalu besar justru akan membuat burung-burung semakin banyak bergerak ke sana kemari.

Hal tersebut akan menguras energi burung puyuh tersebut dan alhasil pakan yang mengandung kadar protein yang tinggi terbuang sia-sia tanpa hasil telur yang produktif.

Untuk memangkas penggunaan tempat agar lebih efisien, kamu dapat membuat kandang secara bertingkat.

Biasanya jumlah tingkat kandang burung puyuh petelur yang paling ideal yaitu sebanyak 4 tingkat.


4. Jenis Jenis Kandang yang Digunakan Saat Ternak Puyuh

Jenis Jenis Kandang yang Digunakan Saat Ternak Puyuh

Dalam ternak burung puyuh ada 4 jenis kandang yang sering digunakan oleh para peternak, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kandang Untuk Induk Puyuh Petelur

Kandang khusus untuk induk burung puyuh petelur sangat berpengaruh dalam hal produktivitas dan kemampuan untuk memproduksi telur burung yang berkualitas tinggi.

Ukuran kandang harus diimbangi dengan kuantitas jumlah burung yang ada di dalam kandang indukan.

2. Kandang Untuk Induk Puyuh Pembibitan

Kandang pembibitan difungsikan untuk induk-induk burung puyuh dalam proses pembibitan burung.

Kandang pembibitan memiliki ukuran dan bentuk sama halnya dengan kandang khusus untuk induk burung petelur.

3. Kandang Untuk Anakan Burung Puyuh

Kandang khusus untuk anakan biasanya digunakan khusus untuk anak-anak burung puyuh pada umur starter, atau mulai umur 1 hari hingga usia sampai dengan kurang lebih antara 2 - 3 Minggu.

Kandang anakan difungsikan untuk menjaga anak burung puyuh yang masih rentan dan menghindari anak-anak puyuh mengalami kedinginan.

4. Kandang untuk Puyuh Grower

Kandang Grower atau kandang pembesaran digunakan untuk memelihara anakan burung puyuh yang telah berusia anatara 3 - 6 Minggu untuk dibesarkan menjadi Indukan.

Ukuran serta bentuk dari kandang pembesaran anakan burung puyuh sama halnya dengan kandang khusus pembibitan.



5. Memilih Bibit Puyuh Petelur Berkualitas

Memilih Bibit Puyuh Petelur Berkualitas

Setelah selesai menyiapkan kandang untuk ternak puyuh petelur, maka tahap selanjutnya yaitu memiliki bibit puyuh petelur yang berkualitas super.

Untuk mempercepat proses produksi telur, maka kamu harus memilih bibit burung puyuh dalam masa produktif.

Masa produktif dari puyuh petelur ditandai dengan burung puyuh berumur tidak terlalu tua ataupun terlalu muda.

Kamu bisa membeli bibit burung puyuh petelur dalam usia sekitar 3 mingguan.

Usia burung puyuh sangat mempengaruhi produktivitas burung itu sendiri, oleh sebab itu usahakan untuk menghindari memilih bibit dengan usia yang menginjak tua.

Sebab biasanya burung puyuh yang sudah berumur tua cenderung produktivitas telurnya semakin menurun.

Ciri Ciri Bibit Puyuh Petelur yang Bagus:

  1. Pilihlah bibit puyuh yang banyak bergerak dan lincah, sebab jika burung tersebut bergerak pasif atau diam ditempat itu biasanya menandakan sedang mengindap penyakit.
  2. Bibit burung puyuh petelur harus mempunyai bentuk tubuh yang sempurna, simetris dan tidak memiliki cacat di sekujur tubuhnya.
  3. Bibit puyuh petelur harus mempunyai warna bulu cerah dan tidak kusam.

Ciri Ciri Bibit Puyuh Betina:

Bagi kamu yang hendak ternak puyuh dengan tujuan mengambil telurnya, maka sebaiknya kamu memilih bibit burung puyuh berkelamin betina.

Ciri-ciri bibit burung puyuh betina adalah sebagai berikut:

  1. Hindari memilih bibit burung puyuh yang memiliki benjolan diarea sekitar pantat, sebab benjolan tersebut menandakan kelamin burung jantan.
  2. Pilihlah bibit burung puyuh yang bagian bulu dadanya terdapat garis atau bercak-bercak hitam dan berwarna sawo matang.
  3. Hindari memilih burung yang berkokok, sebab yang mampu mengeluarkan suara identik tersebut biasanya burung pejantan.
  4. Sementara untuk ukuran serta bobot burung puyuh betina cenderung lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan pejantan.
  5. Usahakan untuk memilih bibit yang sebelumnya sudah divaksin ND (Newcastle disease), hal ini bertujuan untuk mengantisipasi burung puyuh terinfeksi bakteri penyebab penyakit tetelo dan tidak mudah mengalami stress dalam perjalanan menuju ke kandang peternakan mu.


6. Cara Merawat Burung Puyuh Dalam Proses Ternak

Cara Merawat Burung Puyuh

Bagi kamu yang berniat untuk budidaya burung puyuh, ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan sebelum melakukan budidaya di rumah, antara lain sebagai berikut:

1. Sanitas dan Tindakan Preventif

Supaya burung puyuh yang kamu budidayakan di rumah selalu dalam keadaan sehat dan terhindar dari berbagai jenis serangan penyakit, maka kebersihan kandang serta lingkungan menjadi prioritas utama dalam ternak puyuh.

Selain itu untuk mengantisipasi serangan penyakit menular dan mematikan, usahakan untuk melakukan vaksinasi sedini mungkin.

Proses vaksinasi dapat dilakukan mulai usia burung puyuh menginjak umur antara 4 - 7 hari.

Dosis penggunaan vaksin diusia tersebut menggunakan dosis setengah dari vaksin anak ayam.

Sementara untuk pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara menegaskan secara langsung ke mulut anakan burung puyuh atau bisa juga dengan mencampurkan ke minuman.

Jika terdapat anakan burung puyuh yang terindikasi terkena serangan penyakit.

Usahakan untuk segera mengambil tindakan pertolongan dengan meminta petunjuk dari petugas PPL dan memisahkan puyuh yang sakit dengan kerumunan burung yang sehat.

Hal tersebut bertujuan untuk menghindari penularan burung puyuh yang sakit ke burung lain yang sehat.

2. Pengontrolan Penyakit Puyuh Petelur

Pengecekan kesehatan tubuh burung puyuh petelur harus dilakukan dengan rutin.

Apabila salah satu puyuh petelur mengalami gejala penyakit segeralah untuk mengobati sesuai dengan anjuran dokter hewan atau dinas peternakan setempat.

Setelah mengobati burung puyuh yang menunjukkan gejala penyakit, tahap selanjutnya yaitu mengkarantina burung tersebut untuk menghindari penularan penyakit ke burung lainnya.


7. Pemberian Pakan Puyuh Petelur

Pemberian Pakan Puyuh Petelur

Pemberian pakan puyuh petelur merupakan hal yang penting untuk dilakukan secara rutin.

Pakan burung puyuh sendiri ada beberapa jenis diantaranya seperti: berbentuk pelet atau Voer, remah-remah, dan tepung.

Pemberian pakan anakan burung puyuh idealnya dilakukan dua kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari.

Sementara untuk puyuh yang sudah dewasa cukup berikan pakan sehari sekali yaitu pada waktu pagi hari.

Untuk menekan biaya untuk pembelian pakan, kamu bisa membuat pakan burung puyuh sendiri di rumah, loh!

Bahkan cara membuat pakan puyuh petelur sendiri bisa dikatakan cukup mudah.

Kamu hanya perlu mencampurkan pelet puyuh dengan tepung jagung dan katuk dengan perbandingan 3 : 1 : 1.


***


Nah, itulah informasi mengenai cara ternak puyuh petelur di rumah yang sangat mudah dipraktekkan oleh pemula sekalipun.

Selamat mencoba dan semoga berhasil. Terimakasih...