Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Lengkap Cara Membuat Tanaman Hidroponik Dengan Paralon Mudah dan Praktis!

Bagi kamu yang mempunyai hobi bercocok tanam, namun terkendala oleh lahan yang sempit. Kamu tidak perlu risau karena bercocok tanam menggunakan hidroponik tidak menuntut lahan yang luas.

Di samping itu cara membuat hidroponik dari paralon cukup mudah untuk dipraktekkan, loh!

Supaya lebih jelasnya kamu dapat mengikuti panduan lengkap cara menanam hidroponik dengan paralon di bawah ini!

Metode menanam tanaman dengan cara hidroponik merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan.

Selain itu bercocok tanam menggunakan hidroponik menjadi salah satu trend sekarang ini.

Konsep menanam hidroponik pada dasarnya sudah dikenal sejak tahun 1960.

Seiring dengan berjalannya waktu dibeberapa negara misalnya seperti Jerman, Belanda, dan Australia mulai beralih dari menanam secara konvensional menjadi hidroponik untuk memproduksi tanaman mereka.

Metode menanam hidroponik sederhana ini hanya memerlukan air yang mengandung nutrisi hidroponik atau unsur hara.

Jadi, apabila kamu tertarik untuk menanam tanaman hidroponik ada dua hal yang wajib kamu perhatikan yakni kebutuhan media tanam.

Media tanam hidroponik sendiri dapat dibuat dari paralon, loh!

Apabila kamu masih bingung mengenai bagaimana proses pembuatan media tanam hidroponik dari paralon, kamu bisa mengikuti panduan lengkap di bawah ini dengan mudah, praktis dan sederhana.

Sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya kamu terlebih dahulu mengetahui dua teknik metode menanam hidroponik dengan media paralon.


Teknik Menanam Hidroponik dengan Paralon

Teknik Menanam Hidroponik dengan Paralon


1. Deep Flow Technique (DFT)

Deep Flow Technique (DFT)

Sistem DFT memakai air yang dialirkan melalui pipa paralon lebih dalam, yaitu sekitar ¼, ½, atau bisa juga 5 cm bagian pipa.

Dengan demikian secara tidak langsung aliran nutrisi pada sistem DFT dibuat lebih tinggi, sehingga aliran air yang menganggap nutrisi ini akan mengalir sesuai dengan batas keluarnya saja.


2. Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT)

Sistem NFT yakni kebalikannya dari sistem DFT, Sistem NFT merupakan salah satu metode peletakan akar tanaman pada lapisan yang paling dangkal yakni sekitar ± 0,5 - 1 cm.

Secara tidak langsung air tersebut akan melakukan peredaran, sehingga dalam air tersebut mengandung banyak nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman hidroponik itu sendiri.

Akan tetapi, sistem hidroponik NFT idealnya di bangun dengan media datar, misalnya memakai talang air yang berbentuk persegi.


Cara Membuat Tanaman Hidroponik dengan Paralon

Sesudah memahami kedua teknik tersebut dan kamu sudah menentukan salah satu sistemnya untuk digunakan sebagai media tanam hidroponik di rumah, maka tahap selanjutnya kamu harus memperhatikan setiap tahap pembuatannya di bawah ini!


1. Persiapan Alat dan Bahan

Persiapan Alat dan Bahan

Apabila kamu memilih media tanam hidroponik vertikal dengan paralon, maka kamu harus menerapkan sistem hidroponik NFT.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat hidroponik sistem NFT:

  • Paralon dengan ukuran 3 inchi.
  • Tutup paralon.
  • Penyambung paralon berbentuk L dan T.
  • Lem paralon.
  • Gergaji untuk memotong.
  • Bor listrik.
  • Net pot, atau bisa juga menggunakan wadah bekas seperti botol/gelas plastik bekas minuman.
  • Selang.
  • Pompa air aquarium.
  • Solder.
  • Media tanam dan benih tanaman.

Dari berbagai jenis bahan tersebut kemudian dirakit menggunakan bantuan peralatan, misalnya memotong dan melubangi paralon.

Selain itu bagian sisi yang tidak disambungkan usahakan untuk menutupinya menggunakan penutup paralon.

Sambungkan bagian sisi lainnya dengan paralon hingga membentuk saluran air yang terarah ke paralon lainnya.

Lakukan penyambungan antar paralon sesuai dengan jumlah kebutuhan tanaman yang hendak kamu budidayakan menggunakan hidroponik.


2. Membuat Desain Hidroponik

Membuat Desain Hidroponik

Pada dasarnya ada berbagai macam desain yang dapat kamu pilih untuk membuat rancangan hidroponik menggunakan paralon.

Desain hidroponik yang paling banyak di pakai oleh orang, yaitu memakai batang paralon dengan jumlah lubang sekitar 20 an.

Dengan demikian kamu dapat dengan mudah mengukur jarak antar lubang yang hendak kamu lubangi.

Sambungkan beberapa paralon dengan bantuan sambungan berbentuk T dan L.


3. Cara Melubangi Paralon

Cara Melubangi Paralon

Tahap selanjutnya yaitu melubangi paralon yang akan digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Siapkan bor listrik untuk melubangi paralon dengan mata bor bulat yang ukurannya sama persis dengan net pot atau gelas plastik mineral.

Saat melubangi paralon, usahakan diberi jarak sekitar 20 cm dengan lubang lainnya.

Hal tersebut bertujuan supaya tanaman dapat tumbuh optimal tanpa harus berdesakan dengan tanaman disampingnya.

Setelah selesai melubangi, selaraskan panjang paralon tersebut.

Sambungkan paralon satu dengan yang lainnya memakai L ataupun T, pada sisi yang tidak ada sambungannya.

Alangkah baiknya kamu segera menutup paralon tersebut.

Hal tersebut supaya air beserta udara yang terlarut dapat diedarkan ke seluruh paralon.


4. Membuat Rangka Hidroponik Paralon

Membuat Rangka Hidroponik Paralon

Selanjutnya kamu harus membuat rangka paralon.

Dalam membuat rangka paralon hidroponik tidaklah sulit, kok!

Kamu bisa memakai pipa PVC berukuran 3 inchi dengan menyusun menyerupai huruf A .

Selain itu kamu juga dapat membuat kerangka hidroponik menggunakan kayu, baja ringan, dan besi.

Pipa paralon yang sebelumnya dilubangi berfungsi untuk meletakkan net pot tanaman hidroponik.

Sementara untuk penyangga pipa PVC kamu dapat memakai besi yang melengkung.

Di sisi paling ujung paralon pasang pipa kecil berukuran ¾ inchi untuk sistem sirkulasi udara dan air.

Sementara untuk pemasangan instalasi input air nutrisi hidroponik, pakailah pipa dengan ukuran ½ inchi sebagai pipa primer.

Kemudian tambahkan selang HDPE sebagai sekunder, supaya dapat dihubungkan ke semua pipa PVC media tanam.


5. Pasang Netpot

Pasang Netpot Hidroponik

Tak hanya netpot saja, kamu juga dapat menggunakan alternatif lain misalnya seperti gelas plastik kemasan air mineral.

Jika kamu menggunakan gelas plastik sebagai alternatif pengganti netpot, maka kamu perlu melubangi bagian bawah dan samping gelas.

Cara melubangi gelas untuk menanam hidroponik yaitu dengan cara memakai solder yang sudah panas.

Setelah selesai melubangi gelas-gelas plastik tersebut, maka tahap selanjutnya yaitu memasukan ke dalam lubang di paralon.

Usahakan untuk menyisakan satu lubang pada paralon.

Sebab lubang tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat menuangkan cairan atau nutrisi hidroponik.


6. Pemindahan Bibit Tanaman Hidroponik

Pemindahan Bibit Tanaman Hidroponik

Selanjutnya yaitu tahap pemindahan bibit tanaman hidroponik.

Apabila kamu menyemai benih di media semai seperti arang sekam, dan cocopeat, maka cara pemindahannya cukup jepit bagian batang tanaman memakai alat penjepit.

Selanjutnya bersihkan akar bibit tanaman hidroponik tersebut dari media semai yang menempel.

Cara membersihkan akar dari media semai yang menempel yakni dengan cara memasukkan akar tanaman tersebut kedalam wadah berisi air bersih lalu goyangkan secara perlahan.

Setelah bibit tanaman hidroponik bersih dari sisa media tanam, maka tahap selanjutnya yaitu menyiapkan busa atau spon sebagai penyangga tanaman tersebut.

Potonglah spon atau busa sesuai dengan ukuran gelas plastik atau netpot yang kamu gunakan.

Sedangkan untuk kamu yang menyemai benih tanaman menggunakan media tanam rockwool, hal yang perlu kamu lakukan ialah memotong rockwool tersebut sesuai dengan ukuran netpot yang kamu gunakan dan masukan kedalam gelas plastik atau netpot.


***

Nah, itulah beberapa informasi mengenai cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon di rumah, cukup mudah bukan?

Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam membuat media tanam hidroponik sendiri di rumah. Terimakasih...