Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Cara Paling Mudah Budidaya Ayam Kampung Di Rumah | Peluang Usaha Modal Minim Yang Sangat Menguntungkan!

Tips yang paling utama dalam budidaya ayam kampung agar sukses dan berhasil, maka kamu terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana caranya dan persiapan apa saja yang dibutuhkan sebelum memulai budidaya.

Ayam kampung adalah salah satu jenis ayam yang mempunyai minat paling tinggi dikalangan masyarakat Indonesia.

Hal itu lantaran ayam jenis ini memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi serta rasa dagingnya yang sangat lezat.

Nama ayam kampung sendiri pada dasarnya merujuk pada habitat asli asli ayam ini yang sering dijumpai di area perkampungan.

Pola kehidupan ayam kampung jauh lebih alami ketimbang ayam broiler dan petelur yang proses pemeliharaannya menggunakan beberapa bahan kimia.

Jika diamati dari sisi kesehatan, ayam kampung jauh lebih aman untuk dikonsumsi, terlebih lagi jika kamu memeliharanya sendiri di rumah.

Nah, sebelum memulai budidaya ayam kampung alangkah baiknya pelajari terlebih dahulu bagaimana sistem dan persiapan apa saja yang perlu diperhatikan.


Cara Budidaya Ayam Kampung di Rumah

Cara Budidaya Ayam Kampung di Rumah


1. Sistem Umbaran

Budidaya ayam kampung Sistem Umbaran

Metode pemeliharaan ayam sistem Umbaran yaitu dengan membiarkan ayam bergerak bebas di pekarangan sekitar rumah tanpa harus bersusah payah memasukan ke kandang ayam.

Meskipun demikian kamu juga harus menyediakan kandang untuk tempat tinggal ayam kampung yang kamu budidayakan di rumah.

Memelihara ayam kampung dengan sistem Umbaran mempunyai keunggulan tersendiri yaitu dapat memangkas biaya untuk pakan.

Sebab ayam kampung yang dibebaskan hidup secara liar, mampu mencari makan sendiri di sekitar pekarangan rumah.

Namun, sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu pertumbuhan ayam menjadi tidak insentif dan sifat ayam berubah menjadi liar atau susah untuk ditangkap.


2. Sistem Semi Intensif

Budidaya ayam kampung Sistem Semi Intensif

Budidaya ayam kampung menggunakan sistem ini layaknya dengan sistem sebelumnya.

Hanya saja terdapat perbedaan dimana pembudidayaan ayam kampung sistem insentif membatasi ruang gerak ayam itu sendiri.

Sebab pada dasarnya ayam yang banyak bergerak justru akan membuat pertumbuhannya semakin lambat dan cenderung tubuhnya tidak gemuk.

Selain itu untuk mempercepat proses perkembangbiakan ayam yang kamu budidayakan maka dapat dilakukan dengan cara meletakkan satu ayam jantan dengan beberapa betina dalam satu kandang.

Setelah ayam kampung betina yang kamu budidayakan mulai bertelur, kamu dapat mengambilnya untuk ditetaskan menggunakan inkubator atau mesin penetas.

Akan tetapi, jika kamu menetaskan telur ayam kampung memakai inkubator.

Kamu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli mesin penetas tersebut serta biaya listrik tambahan.

Jika kamu tak mau mengeluarkan modal lagi, maka cukup biarkan telur-telur tersebut dierami oleh betinanya dan menetas secara alami.


3. Persiapan Kandang Budidaya Ayam Kampung

Persiapan Kandang Budidaya Ayam Kampung

Sesudah memilih sistem mana yang hendak kamu gunakan untuk budidaya ayam kampung di rumah.

Maka tahap selanjutnya kamu harus menyiapkan kandang sebagai tempat berlindung serta berkembang biak ayam kampung tersebut.

Supaya kandang yang kamu buat memiliki fungsi yang maksimal, maka dari itu kamu harus memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:

  • Untuk mempermudah pengawasan ayam kampung yang sedang kamu budidayakan, usahakan penempatan kandang tidak jauh dari rumah mu.
  • Sementara untuk pembuatan kandang bisa dibuat dari bahan bambu ataupun kayu dengan bentuk serta didesain rapat supaya tidak mudah untuk dimasuki hewan predator yang dapat mengganggu budidaya ayam kampung mu.
  • Sementara untuk tinggi kandang ayam yang paling ideal paling tidak 3 meter.
  • Sekat kandang menjadi dua bagian, supaya dapat dimanfaatkan untuk menaruh ayam dewasa dan anakan ayam.
  • Sebelum menggunakan kandang yang baru saja selesai dibuat, usahakan menyemprotkan cairan pestisida terlebih dahulu untuk membasmi parasit yang terdapat pada kandang tersebut. Karena parasit tersebut bisa menjadi faktor pengganggu budidaya ayam kampung mu, loh!
  • Setelah jeda penyemprotan pestisida kurang lebih 1 Minggu baru kandang tersebut layak dihuni oleh ayam yang hendak kamu ternakkan.



4. Memilih Induk Ayam Kampung

Memilih Induk Ayam Kampung

Budidaya ayam kampung yang berhasil dan sukses biasanya diawali dengan indukan yang berkualitas unggul, supaya dapat memberikan keturunan ayam yang baik dan bagus.

Ciri ciri Induk Ayam Kampung yang Berkualitas Tinggi

Dalam pemilihan induk ayam kampung ada beberapa ketentuan yang perlu kamu perhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Induk ayam jantan harus mampu berkokok dengan lantang, memiliki postur tubuh yang besar, bulu di sekujur tubuhnya mengkilap, aktif pergerakannya, dalam kondisi sehat, berusia paling tidak 8 bulan dan tidak ada cacat fisik.
  • Induk ayam kampung betina harus berusia minimal 7 bulan, aktif bergerak, postur tubuh yang besar, sehat, tidak cacat fisik, dan siap kawin.
  • Dalam budidaya ayam kampung tidak ada presentase perbandingan yang mutlak, akan tetapi dapat memasukkan 1 ayam jago dengan 10 ekor ayam betina siap kawin dalam satu kandang ternak mu, loh!
  • Setelah menentukan indukan ayam kampung, maka tahap selanjutnya yaitu menaruhnya di kandang yang sudah kamu siapkan sebelumnya.


5. Mengawinkan Indukan Ayam Kampung

Mengawinkan Indukan Ayam Kampung

Setelah meletakkan indukan ayam kampung di dalam kandang, maka mereka tidak akan secara langsung melakukan perkawinan.

Sebab indukan ayam kampung tersebut memerlukan waktu beberapa hari untuk beradaptasi dengan lingkungan kandang yang baru.

Dalam masa adaptasi ini, jangan lewatkan ayam kampung peliharaan mu begitu saja.

Sebab mereka juga memerlukan makanan tambahan agar indukan ayam betina menjadi lebih subur.

Sementara untuk proses perkawinan ayam kampung sendiri tidak bisa dilakukan dengan cara pemaksaan, sebab mereka akan melangsungkan perkawinan secara alami ketika kedua indukan ayam sudah dalam masa siap kawin.

Indikasi proses perkawinan ayam kampung berhasil biasanya dapat ditandai dari tingkah laku induk betina menjadi lebih banyak bersuara seperti berkokok secara terus menerus.

Apabila ayam kampung betina sudah menunjukkan tanda-tanda seperti itu, alangkah baiknya untuk segera memisahkannya ke kandang lain dan menyiapkan media untuk bertelur.

Biasanya ayam kampung dapat bertelur sebanyak 5 - 14 butir dalam satu kali periode masa bertelur.


6. Proses Penetasan Telur Ayam Kampung

Proses Penetasan Telur Ayam Kampung

Pada dasarnya setiap induk betina ayam kampung mampu mengerami telur-telurnya secara mandiri.

Akan tetapi jika kamu ingin mempercepat produksi anakan ayam kampung, kamu dapat mengambil telur-telur tersebut dan menetaskan nya menggunakan inkubator atau mesin penetas.

Dengan demikian induk betina ayam kampung akan melakukan proses perkawinan setelah selang beberapa hari semenjak masa bertelur.

Cara menetaskan ayam kampung menggunakan mesin penetas atau inkubator biasanya akan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 21 - 22 hari lamanya.

Cara Menetaskan Telur Ayam Sederhana:

  • Pilihlah telur yang baik yaitu tidak cacat atau ada retakan di cangkang telur.
  • Buatlah kotak penetasan menggunakan karton bekas dengan menyesuaikan ukuran besar kardus dengan jumlah telur yang akan ditetaskan.
  • Gunakanlah bohlam 5 Watt.
  • Taruh sebuah wadah yang diisi dengan air bersih untuk membuat kelembaban dalam ruang penetasan.
  • Pasang termometer untuk mengetahui suhu ruang penetasan.
  • Suhu paling ideal dalam menetaskan telur ayam yaitu antara 28 - 30 derajat Celcius.
  • Setiap dua hari sekali balik posisi telur ayam tersebut.
  • Telur biasanya akan menetas ketika berumur 21 hari dan akan menetas semuanya saat usia penetasan berlangsung 22 hari.


7. Cara Memelihara Anak Ayam Kampung

Cara Memelihara Anak Ayam Kampung

Tempatkan anakan ayam kampung yang baru saja menetas di tempat khusus pembesaran.

Anak ayam kampung membutuhkan perawatan yang insentif supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Pakan anak ayam bisa kamu beli di toko pertanian terdekat untuk usia 0 - 7 hari.

Berikan pakan berupa Voer selama kurang lebih 2 bulan.

Setelah anak ayam berusia kurang lebih 2 bulan pindahkan ke kandang ayam yang lebih besar.


***


Nah, itulah beberapa cara mudah dalam budidaya ayam kampung di rumah.

Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih....