Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Sidat | Peluang Bisnis Untuk Pemula Yang Sangat Menguntungkan

Budidaya sidat merupakan peluang usaha modal kecil yang sangat mudah perawatannya, sehingga usaha ini cocok untuk pebisnis pemula.

Sidat merupakan jenis ikan yang sangat mudah ditemukan di laut Utara Jepang.

Ciri khas dari sidat tak lain adalah bentuk tubuhnya yang panjang menyerupai belut.

Hanya saja ikan sidat masuk dalam kategori jenis ikan Anguililidae dan memiliki sepasang sirip di dekat insang.

Ikan sidat banyak diminati orang karena memiliki kandungan protein yang tinggi.

Selain itu ikan sidat merupakan bahan dasar dari berbagai macam jenis hidangan makanan yang sangat lezat dan nikmat.

Untuk saat ini import sidat semakin berkurang lantaran krisis nuklir yang terjadi, sehingga mengakibatkan larut Utara Jepang tercemar oleh limbah radioaktif yang berbahaya.

Dengan hal itu membuat permintaan pasar akan ikan sidat semakin melonjak tinggi dan tak mampu teratasi.

Tentu saja hal ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk pemula mengingat peluang bisnis budidaya sidat sangatlah besar, mengingat proses perawatannya yang sangat mudah, dan modalnya yang tidak terlalu besar.

Untuk lebih detailnya, silahkan simak ulasan di bawah ini.

Kita akan ulas secara lengkap serta detail tentang bagaimana cara budidaya ikan sidat dan peluang keuntungannya!


Potensi dan Keuntungan Budidaya Sidat di Indonesia

Sebelum kita mengulas lebih jauh mengenai cara ternak sidat, alangkah baiknya kita bahas tentang potensi keuntungan dan peluang bisnis sidat di pasaran Indonesia.

Untuk saat ini, produsen sidat terbanyak di dunia di pegang oleh negara Vietnam dan China.

Hasil panen dari budidaya sidat di ekspor ke negara Jepang dan Korea Selatan dengan jumlah hampir mencapai 500 ribu ton dalam satu tahunnya.

Walaupun jumlah total ekspor sidat terbilang sangat banyak, namun faktanya dari jumlah tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan akan ikan sidat yang tiap hari makin banyak permintaan pasarannya.

Di samping itu, kondisi lautan Vietnam dan China yang terus tercemar oleh limbah pabrik yang bertambah parah seiring dengan bertambahnya perkembangan industri di kedua negara tersebut.

Sehingga berdampak pada produksi sidat semakin menurun.

Tentu saja dengan keadaan yang menimpa kedua negara tersebut, maka bisa menjadi peluang bagi kita semua untuk menyuplai kebutuhan ikan sidat ke negara-negara yang membutuhkannya.

Tentu saja kita akan sangat di untungkan bukan?

Berbicara soal keuntungan usaha mandiri sidat, berikut perinciannya:

Melansir dari garudactizen.com, petani sidat jenis elver mampu menjual dengan harga Rp 250.000 per kilogramnya.

Sementara untuk sidat dengan berat badan antara 15 hingga 20 gram per ekornya, harga jualnya tembus antara Rp 20.000 sampai dengan Rp 40.000 per ekornya.

Apabila kamu hendak mencari keuntungan yang lebih banyak, sebaiknya memilih budidaya sidat jenis Anguilla Bicolor.

Sidat jenis Anguilla Bicolor harga jualnya tembus sampai Rp 75.000 per kilogramnya.

Sementara untuk jenis Anguilla Marmorata memiliki harga jual yang lebih tinggi yakni antara Rp 125.000 sampai dengan Rp 180.000 per kilogramnya.


Cara Budidaya Sidat

Cara Budidaya Sidat

Budidaya ikan sidat sangatlah menguntungkan karena tingginya permintaan pasar yang tiap tahunnya semakin bertambah.

Selain itu proses budidaya ikan sidat bisa dikatakan sangatlah mudah dilakukan, loh!

Dalam budidaya ikan sidat kamu juga dapat memakai kolam terpal layaknya budidaya jenis ikan lainnya, loh!

Selain dapat dibudidayakan memakai kolam terpal, cara merawat sidat juga sangat mudah, kok!

Pasalnya sidat tidak memerlukan perawatan khusus dan spesial seperti budidaya ikan gurame atau nila dalam terpal yang membutuhkan perawatan khusus karena Karakteristiknya cukup sensitif.

Berikut langkah demi langkah cara budidaya sidat pada kolam terpal di rumah.


1. Membuat Kolam untuk Budidaya Ikan Sidat

Membuat Kolam untuk Budidaya Ikan Sidat

Sidat juga dapat tumbuh besar baik itu di pelihara pada kolam tanah, beton, atau bahkan kolam terpal sekalipun.

Semua itu menyesuaikan serta mengukur seberapa banyak modal yang kamu miliki.

Dalam budidaya ikan sidat di rumah hal yang terpenting adalah menjaga sirkulasi air dan aerasi dalam kolam berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Biasanya petani ikan sidat sering memakai kolam beton, karena selain awet dan tahan lama. Kolam beton sangatlah mudah untuk dikontrol.

Sementara untuk kolam terpal sendiri dapat menyesuaikan dengan kondisi suhu lingkungan sekitar, sehingga kondisi kolam menjadi tempat yang paling nyaman untuk dihuni oleh sidat.


2. Menjaga Suhu Kolam Budidaya Ikan Sidat

Dalam budidaya ikan sidat di rumah, kamu wajib menjaga suhu kolam supaya ikan dapat tumbuh dengan sehat dan segar.

Suhu kolam budidaya ikan sidat yang paling ideal antara 28 hingga 32 derajat Celcius.

Suhu kolam tersebut harus disesuaikan dengan jenis ikan sidat yang hendak kamu ternakkan.

Jika kamu ternak jenis Glass eel, maka suhu kolam yang direkomendasikan yaitu antara 28 hingga 31 derajat Celcius.

Sementara untuk jenis pendederan elver suhu kolam yang paling ideal antara 29 sampai 32 derajat Celcius.

Sementara untuk kolam pembesaran suhu paling bagus dan optimal antara 28 - 32 derajat Celcius.


3. Tingkat pH Air Harus Normal

Menjaga pH kolam budidaya sidat

Ikan sidat sangat menyukai habitat dengan tingkat keasaman netral, untuk pH normal kolam budidaya ikan yakni berada pada titik 7 hingga 8.

Kadar keasaman air kolam budidaya bila dibawah pH 7 dapat mengakibatkan sifat yang kamu budidayakan mengalami stress.

Sementara untuk menaikkan pH air dapat dilakukan dengan cara oksidasi, namun cara tersebut bisa mengakibatkan kekurangan kandungan oksigen dalam air.

Oleh karena itu kamu wajib memperoleh kadar oksigen yang terlarut dalam air kolam.

Untuk kandungan oksigen yang terlarut dalam air yang sangat baik untuk menyokong pertumbuhan ikan sidat yaitu berada di atas 5 miligram per liter air.

Kandungan oksigen tersebut sangatlah cocok untuk kolam-kolam ikan budidaya di daerah tropis khususnya di Indonesia.


4. Pemilihan Bibit Ikan Sidat

Pemilihan Bibit Ikan Sidat

Pemilihan bibit merupakan hal tersulit dibandingkan tahapan dalam budidaya ikan sidat lainnya.

Pasalnya mencari benih sidat tidak semudah membalikkan telapak tangan mengingat produsennya yang semakin berkurang dan sukar untuk dijumpai.

Kriteria bibit sidat dengan kualitas unggul yakni bibit yang diperoleh dari alam liar dan tanpa melewati proses pemijahan.

Sedangkan untuk ciri-ciri bibit ikan sidat sendiri berukuran sangat kecil dan cenderung tubuhnya berwarna transparan.

Solusi lain untuk kamu yang kesulitan dalam menemukan bibit ikan sidat, maka kamu bisa mendapatkannya dengan cara membeli di toko online.



5. Pakan Ikan Sidat

Pakan budidaya Ikan Sidat

Pakan merupakan faktor peran terpenting dalam budidaya ikan sidat.

Pakan ternak sidat bisa berupa pakan alami atau pakan buatan yang bisa kamu beli di toko hewan peliharaan.

Yang dimaksud dengan pakan alami yaitu pakan berupa makhluk hidup seperti cacing sutra, cacing tanah, cacing darah ataupun plankton kecil berupa kutu air.

Sedangkan untuk pakan buatan bisa diartikan dengan pakan berbentuk pelet yang dapat kamu beli sesuai dengan ukuran serta umur ikan sidat yang kamu ternakkan.

Pakan buatan untuk ikan sidat sama halnya dengan pakan buatan untuk ikan jenis lainnya, apabila umpan tersebut ditebar di kolam terpal maka akan mengambang serta menyebar ke seluruh permukaan kolam ikan.

Namun dampak negatif dari penggunaan pakan buatan yaitu bisa membuat kondisi air kolam menjadi keruh dan berbau.

Oleh sebab itu, penting hukumnya bagi kamu untuk menambahkan suplemen organik cair GDM khusus perikanan sebanyak 6 ml/m³ setiap seminggu sekali.

Suplemen tambahan ini berfungsi untuk menjernihkan air yang keruh serta dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan plankton di dalam kolam budidaya ikan sidat.

Selain itu kamu juga bisa menambahkan suplemen tambahan lainnya berupa SOC GDM.

Untuk cara pemakaian cukup teteskan suplemen tambahan tersebut dengan dosis 10 ml per kg berat pakan.

Sedangkan untuk pemberian jumlah pakan ikan sidat dalam sehari diukur dari jumlah bobot biomassa nya sekitar 2 hingga 5 % saja.

Untuk pemberian pakan sendiri dapat dilakukan 2 kali dalam sehari yakni pada pagi hari sekitar 40% dan untuk malam harinya 60%.


6. Proses Pendederan Ikan Sidat

Proses Pendederan Ikan Sidat

Di dalam ilmu budidaya ikan sidat ada dua metode pendederan yakni untuk Glass eel dan elver.

Untuk pendederan Glass eel dapat dilaksanakan menggunakan kolam berbahan fiber (dengan bentuk bulat lebih bagus) paling tidak mempunyai kapasitas air 500 liter.

Untuk waktu pemeliharaannya berdurasi antara 45 sampai 50 hari, dengan penebaran benih sebanyak 20 ekor/liter sampai dengan ikan sidat berbobot 500 ekor/liternya.

Pada fase ini kamu diharuskan untuk mengganti air dengan metode resirkulasi 75% setiap harinya.

Selain itu kamu juga harus melengkapi kolam menggunakan aerator, bak filter, dan lampu UV.

Untuk pendederan tahap kedua dapat dilakukan setelah ikan sidat terlihat memiliki pigmen kulit dengan warna unik.

Tahap ini umumnya ketika ikan sidat menginjak usia 3 bulan atau minimal sudah mempunyai bobot sekitar 50 ekor/kg.

Untuk tahap kedua ini penggantian air sebanyak 30% dengan sistem resirkulasi setiap harinya.


7. Proses Panen Ikan Sidat

Proses Panen Ikan Sidat

Akhirnya kita sudah sampai membahas tahap yang paling akhir dalam budidaya ikan sidat.

Ikan sidat dapat dipanen ketika ikan tersebut sudah mencapai masa 180 hingga 230 gram untuk setiap ekornya.

Untuk proses pemanen ikan sidat sendiri dapat dilakukan secara serentak alias bersamaan atau bisa juga dilakukan dengan satu per satu yang masuk timbangan.

Jika kamu memilih metode panen ikan sidat secara bertahap, maka kamu bisa menerapkan metode pemancingan memakai pelet.

Tentu saja metode ini jauh lebih efektif dan mudah bila dibandingkan dengan harus masuk kedalam kolam budidaya secara langsung, lalu menangkapnya dengan tangan kosong.

Sedangkan untuk kamu yang memilih panen secara serentak, maka kamu harus menguras kolam sampai tubuh ikan sidat terlihat seutuhnya.

Setelah ikan terlihat, giring ikan sidat tersebut ke arah bak penampungan. Kemudian sortir sesuai dengan ukuran yang hendak dijual ke pasaran.


***


Nah, itulah beberapa informasi tentang cara budidaya ikan sidat di rumah dengan mudah, murah, dan simpel.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang tengah kebingungan dalam mencari informasi mengenai cara ternak ikan sidat di kolam terpal. Terimakasih...