Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Cara Mudah Budidaya Cacing Tanah | Bisnis Rumahan Yang Sangat Menguntungkan!

Tahukah Anda, ternyata budidaya cacing tanah dapat dijadikan peluang usaha rumahan yang sangat menjanjikan, loh! Pasalnya omset bulanan yang dihasilkan dari budidaya cacing tanah bisa mencapai ratusan juta, loh. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Berikut panduan lengkap cara memelihara cacing tanah yang sangat menguntungkan.

Dalam menjalankan bisnis satu ini diperlukan tekad yang bulat dan kuat.

Hal itu dikarenakan bagi sebagian orang cacing tanah dianggap menjijikkan dan menggelikan.

Meski demikian, apabila Anda menjalankan bisnis ini dengan baik dan benar, hasil yang didapatkan tentu sangatlah besar.

Terlebih cara budidaya cacing tanah sangatlah mudah dan modal yang diperlukan cukup sedikit.

6 Langkah Budidaya Cacing Tanah

Cara budidaya cacing tanah paling mudah


1. Menyiapkan Media Budidaya Cacing Tanah

Media budidaya cacing tanah

Banyak orang yang mengatakan bahwa cacing tanah sangatlah menjijikkan dan tidak mempunyai manfaat sama sekali.

Namun faktanya ada banyak sekali manfaat cacing tanah bagi kesehatan tubuh manusia, loh!

Tak hanya itu saja, cacing tanah dapat dijual untuk pakan ikan hias yang sangat bergizi.

Nah, hal yang paling utama sebelum memulai budidaya cacing tanah yaitu menyiapkan lokasi dan media pembiakan.

Usahakan lokasi tersebut terhindar dari pancaran sinar matahari secara langsung.

Alternatif yang paling tepat untuk dijadikan lokasi budidaya cacing tanah yakni garasi rumah, jika tidak mempunyai garasi, Anda bisa membuat gubuk sederhana untuk digunakan sebagai lokasi budidaya di pekarangan rumah.

Selanjutnya buatlah kotak dari kayu dengan ukuran 90 x 50 x 30 cm, dan tempatkan di dalam rak agar tidak menghabiskan tempat.

Sedangkan untuk media pembiakan cacing tanah, Anda bisa membuat dengan campuran pupuk kandang atau pupuk organik padat, kompos, dan memanfaatkan sisa limbah rumah tangga.

Tahap selanjutnya yaitu campurkan bahan-bahan di atas menggunakan air bersih dengan rasio perbandingan 7 : 3.

Cek tingkat keasaman media budidaya cacing tanah menggunakan pH tester, apabila menunjukkan angka kurang lebih 6 - 7,2 pH maka tambahkan kapur dolomit sedikit.


2. Menyiapkan Bibit Cacing Tanah

Bibit budidaya cacing tanah

Apabila Anda hendak memulai budidaya cacing tanah dengan jumlah yang sedikit, Anda bisa mencari sendiri bibit cacing tanah tersebut di area sekitar pekarangan rumah.

Cara ini terbukti mampu menekan pengeluaran untuk membeli bibit.

Akan tetapi, jika Anda ingin memulai usaha ini dengan skala yang banyak, sebaiknya untuk membeli di petani cacing tanah.

Karena selain memangkas waktu untuk pencarian bibit di alam liar, bibit cacing tanah harganya sangat terjangkau yaitu sekitar Rp 50 ribu per kilo untuk cacing tanah yang belum dewasa.


3. Makanan dan Nutrisi yang Dibutuhkan Dalam Budidaya Cacing Tanah

Makanan dan nutrisi dalam budidaya cacing tanah

Setelah menyiapkan lokasi dan media budidaya, langkah selanjutnya yaitu memasukan bibit cacing tanah ke dalam media budidaya yang sudah Anda siapkan sebelumnya.

Setiap kotak atau box isilah dengan bibit sekitar 50 hingga 100 ekor cacing tanah.

Kemudian berilah makan setiap 1 x 24 jam sekali menggunakan pakan berupa:

  • Sampah dapur seperti sisa nasi, sayur, dan sebagainya.
  • Sampah atau limbah dari home industri seperti kulit buah, sisa masakan, dan lain-lainnya.
  • Kotoran hewan seperti kotoran ayam dan kambing.
  • Daun kering yang berserakan dihalaman rumah.

Apapun jenis pakan yang diberikan, usahakan saat pemberian pakan dalam bentuk serbuk atau potongan-potongan kecil dan halus.

Jumlah pemberian pakan yang paling rekomendasi yakni 1 : 1, yaitu jumlah pakan yang diberikan sama halnya dengan jumlah berat cacing yang dibudidayakan.

Selain dapat digunakan sebagai pakan cacing tanah, Anda bisa memanfaatkan limbah rumah tangga untuk membuat pupuk organik cair.



4. Perawatan Cacing Tanah

Perawatan budidaya cacing tanah

Hal yang perlu Anda perhatikan dalam budidaya cacing tanah agar tumbuh dengan baik yaitu dengan menjaga media pembiakan tetap dalam kondisi lembab dan nutrisi didalamnya selalu terpenuhi.

Selain itu, media budidaya harus selalu diganti ketika usia media budidaya menginjak 1 - 2 bulan, karena jika dibiarkan begitu saja media tersebut dapat berubah menjadi tanah yang padat dan keras.

Bekas media budidaya cacing tanah dapat Anda manfaatkan untuk bercocok tanam, hal ini merupakan solusi terbaik untuk menyuburkan tanah secara alami.

Supaya perkembangan dan pertumbuhan cacing tanah yang dibudidayakan tidak terhambat, maka lakukanlah pengecekan pH dan kelembaban media budidaya secara berkala.


5. Pencegahan Hama Cacing Tanah

Hama Cacing Tanah

Dalam setiap budidaya pasti ada saja hama yang mengganggu, tak terkecuali dalam budidaya cacing tanah yang Anda jalankan.

Ada beberapa jenis hewan yang bisa menjadi hama cacing tanah antara lain seperti kelabang, semut, burung, kumbang, unggas, dan lain sebagainya.

Selain dari hama, ternyata pemberian pakan yang berlebihan juga bisa menjadi pemicu kematian cacing tanah yang dibudidayakan, loh!

Pasalnya pakan yang berlebihan akan mengundang belatung yang akan membunuh cacing yang Anda budidayakan.

Oleh sebab itu, disarankan bagi Anda untuk selalu menjaga kondisi lingkungan sekitar pembiakan tetap dalam kondisi bersih.

Hal itu dilakukan untuk antisipasi munculnya berbagai macam hama yang dapat menyerang cacing tanah yang Anda budidayakan.

Selain itu, untuk mengantisipasi serangan hama bisa Anda lakukan dengan memasang kawat ram dan mengolesi minyak atau kapur pada rak budidaya untuk mengusir semut.


6. Tahap Pemanenan dalam Budidaya Cacing Tanah

Cara panen cacing tanah

Cacing tanah akan dianggap sudah dewasa ketika berusia antara 40 - 50 hari.

Saat cacing tanah menginjak usia dewasa, Anda sudah dapat melakukan pemanenan dengan cara memasang lampu sebagai penerangan pada bagian atas kotak budidaya.

Dengan memberi penerangan di atas kotak budidaya akan membantu Anda dalam proses pemanenan cacing tanah.

Pasalnya cacing akan keluar dengan sendirinya tanpa perlu susah payah mencarinya.

Dalam proses panen cacing tanah usahakan jangan mengambil seluruh cacing dalam kotak budidaya.

Hal itu bertujuan supaya cacing dewasa yang ditinggal dapat meregenerasi koloni yang sudah di panen.

Cacing dewasa yang ditinggal akan menghasilkan kokon atau telur cacing.

Oleh sebab itu Anda harus membuat media untuk tempat bertelur cacing tanah yang sudah dewasa dengan memberikan potongan-potongan kecil jerami dan kompos.

Setelah dibiarkan selama kurang lebih 14 - 21 hari, telur cacing tersebut akan menetas dan dapat memberikan bibit cacing tanah yang baru tanpa perlu Anda mengeluarkan modal lagi untuk melanjutkan budidaya cacing tanah tersebut.


***


Cukup mudah bukan, cara budidaya cacing tanah?

Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam melakukan budidaya cacing tanah di rumah.

Selamat mencoba, semoga sukses. Terimakasih...