Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Cara Mudah Budidaya Cacing Sutra | Dapat Dijadikan Peluang Bisnis Yang Menguntungkan!

Bagi Anda yang hobi memelihara ikan hias tentunya sudah tidak asing dengan cacing sutra bukan? Untuk sekarang ini banyak orang yang melakukan budidaya cacing sutra karena sangat menguntungkan dan bisa dijadikan peluang bisnis baru, loh!

Cacing sutra merupakan salah satu cacing yang masuk ke dalam kelas oligochaeta dengan ukuran tubuh antara 2 - 4 cm dan berhabitat di perairan jernih.

Cacing sutra atau seringkali disebut dengan cacing rambut mengandung protein sebesar 57 - 60 % dan lemak sebanyak 13 - 20%.

Cacing sutra mengandung nilai gizi tinggi, sehingga tak heran jika banyak orang yang mencarinya.

Cacing sutra sering digunakan sebagai bahan baku pakan ternak dan anakan ikan.

Karena bentuk dan ukurannya yang terbilang cukup kecil sehingga dapat dengan mudah dimakan oleh anak ikan yang dibudidayakan.

Tak hanya itu saja, ternyata cacing sutra dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan dan kosmetik.

Melihat peluang bisnis yang cukup menggiurkan, apakah Anda tertarik untuk membudidayakan cacing sutra?

Berikut beberapa tips budidaya cacing sutra supaya cepat panen.


Tips Budidaya Cacing Sutra

Cara budidaya cacing sutra


Bibit cacing sutra
1. Benih Cacing Sutra

Langkah yang paling utama sebelum melakukan budidaya cacing sutra yaitu mendapatkan benih.

Untuk mendapatkan benih cacing sutra dapat dilakukan dengan dua cara.

Cara yang pertama, Anda bisa membeli benih cacing sutra di toko ikan hias ataupun pasar hewan.

Cara yang kedua, Anda bisa mencari bibit cacing sutra di persawahan atau ladang.

Apabila Anda memilih cara yang kedua untuk mendapatkan bibit cacing sutra.

Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah:

  • Ambilah benih cacing sutra yang sehat dan berkualitas (benih hampir seperti gumpalan rambut yang bergerak cepat).
  • Ambil dan pisahkan gumpalan tersebut dari cacing sutra lainnya, kemudian masukan kedalam wadah yang berisi air.
  • Karantina cacing sutra tersebut selama kurang lebih 2 - 3 hari.
  • Check selalu kondisi air dalam wadah, dan usahakan selalu dalam keadaan bersih.
  • Pasang aerator pada wadah karantina supaya air kaya akan kandungan oksigen.


2. Siapkan Media Budidaya Cacing Sutra

Dalam budidaya cacing sutra ada dua metode yang bisa Anda gunakan yaitu: media lumpur dan air.

Berikut cara mempersiapkan media budidaya cacing sutra:

Budidaya Cacing Sutra dengan Media Lumpur

Budidaya Cacing Sutra dengan Media Lumpur

  • Siapkan sebuah wadah atau tempat yang akan digunakan sebagai media budidaya cacing sutra.
  • Masukan lumpur yang tidak mengandung kandungan logam. Lumpur yang bagus untuk budidaya cacing sutra adalah lumpur dari sawah.
  • Selain lumpur, media budidaya cacing sutra harus diisi air yang bersih dan mempunyai aliran yang baik.

Budidaya Cacing Sutra dengan Media Air

Budidaya Cacing Sutra Media Air
  • Sediakan wadah yang cukup besar dan bersih.
  • Masukan air bersih kedalam wadah.
  • Sediakan selang supaya wadah yang dijadikan media budidaya cacing sutra dapat dialiri air bersih.

Selain menggunakan selang, mengalirkan air dapat dilakukan dengan membuat rak.

Letakan wadah yang sudah dilubangi dan sudah diisi oleh air bersih pada rak paling atas.

Selanjutnya letakan wadah yang berisi air dan cacing sutra di bawahnya, begitu seterusnya.


3. Pemindahan Benih Cacing Sutra

Media cacing sutra

Tahap selanjutnya yakni memindahkan benih cacing sutra yang sudah Anda karantina selama beberapa hari ke dalam media budidaya cacing sutra yang sudah Anda persiapkan.

Berikut cara memindahkan benih cacing sutra :

  • Usahakan saat melakukan pemindahan benih cacing sutra dengan cara yang hati-hati supaya cacing tidak mengalami stres.
  • Saat memindahkan benih cacing sutra sebaiknya gunakanlah alat bantu seperti sendok atau serokan ikan cupang atau kutu air.
  • Hindari memindahkan benih cacing sutra menggunakan tangan secara langsung, karena hal tersebut dapat mengakibatkan kegagalan dalam budidaya cacing sutra. Pasalnya perbedaan suhu tangan dengan suhu tubuh cacing sutra sangat jauh berbeda.
  • Usahakan proses pemindahan dilakukan dengan cepat untuk menghindari cacing sutra mengalami stres.



4. Perawatan Cacing Sutra

Perawatan Cacing Sutra

Setelah melakukan pemindahan benih, hal yang perlu Anda ketahui yaitu bagaimana cara perawatan cacing sutra agar tidak mudah mati.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk merawat cacing sutra:

  • Pastikan media budidaya selalu teraliri oleh air.
  • Debit air yang dialirkan berada sekitar 0,01 liter per detik dengan tingkat ketinggian 10 - 15 cm.
  • Dengan jumlah debit air yang sesuai memungkinkan aliran air mengandung banyak oksigen.
  • Usahakan media budidaya cacing sutra tidak tercemari oleh bahan kimia.


5. Makanan Cacing Sutra

Hal yang tak kalah penting dalam budidaya cacing sutra yaitu memberikan makanan ke dalam wadah.

Berikut beberapa jenis makanan yang dapat Anda berikan untuk cacing sutra:

  • Ampas tahu.
  • Kotoran ayam yang sudah difermentasi.
  • Sawi yang sudah dipotong-potong dan difermentasi.


6. Panen Cacing Sutra

Cara pemanenan cacing sutra

Anda bisa melakukan pemanenan saat usia cacing sutra sekitar 70 - 75 hari (di hitung setelah pemindahan Cacing Sutra ke media budidaya).

Berikut beberapa cara yang perlu diperhatikan saat pemanenan cacing sutra:

  • Siapkan kain berwarna hitam.
  • Tutuplah media budidaya cacing sutra menggunakan kain tersebut.
  • Biarkan media tersebut ditutup kain selama kurang lebih 5 - 6 jam.
  • Ambilah cacing sutra tersebut menggunakan serokan ikan.



***


Jadi, itulah beberapa informasi mengenai cara budidaya cacing sutra di rumah dengan mudah.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kita semua. Terimakasih...