Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Ulat Hongkong Beserta Tips Ternak Ulat Hongkong Sebagai Peluang Bisnis yang Menguntungkan

Blogdaffa.com - Budidaya ulat hongkong untuk saat ini sudah lumayan banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan pertumbuhan serta perkembangan bisnis ulat hongkong sendiri juga sangat pesat. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari meningkatnya permintaan pasar akan ulat hongkong yang semakin hari semakin meningkat. Sehingga dengan melakukan budidaya ulat hongkong bisa dijadikan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Sedangkan untuk target pemasaran hasil dari ternak ulat hongkong seringkali ditujukan kapada para pemelihara burung, entah itu dalam skala perorangan ataupun peternak. Maka dengan hal ini bisa dipastikan masa depan dari usaha ternak ulat hongkong tentu sangat cerah.

Karena dengan seiring berjalannya waktu yang akan datang banyak kolektor dan peternak burung kicau yang akan menggunakan ulat ini sebagai pakan burung yang mereka pelihara. Salah satu alasan kenapa ulat hongkong bakal sering dipakai untuk pakan burung yaitu karena dalam ulat hongkong mengandung nutrisi antara lain : 48% Protein kasar, 40% lemak kasar, 3% kadar abu, 57% kadar air yang sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan burung.

Jadi, apabila Anda mempunyai minat untuk melakukan bisnis ini. Berikut ini ada beberapa tips dan cara budidaya ulat hongkong yang bisa Anda praktekkan di rumah.

Cara Mudah Memulai Usaha Budidaya Ulat Hongkong Sebagai Pakan Burung

Cara Budidaya Ulat Hongkong dengan Mudah

Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk merintis usaha budidaya Ulat Hongkong sebetulnya cukup mudah. Hanya butuh beberapa persiapan saja, Anda sudah bisa memulai budidaya ulat hongkong. Nah, Agar lebih jelas lagi, berikut ini ada beberapa tahap pemeliharaan, yang bisa Anda praktekan.

1. Siapkan Alat dan Bahan untuk Budidaya Ulat Hongkong

Sebelum Anda memulai budidaya ulat hongkong, maka hal yang perlu Anda lakukan ialah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Berikut ini ada beberapa alat dan bahan yang perlu Anda sediakan, antara lain:
  • 3 buah tempat (Toples) kosong, lengkap dengan tutup.
  • Oatmeal/Harvermut kering.
  • Kapas secukupnya.
  • Indukan ulat Hongkong 2kg, dengan jumlah kisaran 500 sampai 100 ekor.
  • Pakan ulat bisa berupa ampas tahu, dedak, pur, sayuran.

2. Memilih Indukan yang Berkualitas

Tahap selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memilih indukan yang unggul dengan kualitas terbaik. Dalam proses pemilihan indukan, tentu saja tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan atau asal. Tetapi Anda perlu memilih indukan yang benar-benar mempunyai kualitas tinggi. Hal ini bertujuan supaya mendapatkan anakan ulat hongkong yang Anda budidayakan memiliki kualitas yang sama dengan indukannya.

Ciri-ciri indukan ulat hongkong yang memiliki kualitas yang baik adalah sebagai berikut :
  • Indukan dengan kualitas yang unggul dapat dilihat dari bentuk serta ukuran fisik, antara lain: ukuran panjang tubuh rata-rata 15 mm, dengan lebar kurang lebih 4 mm.
  • Untuk satu kali budidaya ulat Hongkong, alangkah baiknya Anda menyiapkan indukan kurang dari 2 kg, atau dengan jumlah berisi antara 500 sampai dengan 1000 ekor. Pembatasan ini dilkukan dengan tujuan supaya dapat mengoptimalkan pertumbuhan ulat tersebut. Sehingga semua ulat tersebut bisa menjadi kepompong dengan ukuran tubuh yang besar-besar.
  • Letakan indukan-indukan terdsebut di dalam toples dan pada bagian dasar toples tersebut sudah Anda lapisi menggunakan oatmeal/harvertmut dengan tingkat ketebalan 2,5 cm. Lapisan pada dasar toples tersebut berfungsi sebagai tempat dimana ulat-ulat tersebut hidup.

3. Pemberian Pakan Untuk Indukan Ulat Hongkong

Tahap selanjutnya yang perlu Anda perhatikan dalam budidaya ulat hongkong yakni pemberian pakan. Dalam memberikan pakan ulat hongkong yang sedang Anda budidayakan jangan lupa untuk memberi pakan yang mengandung nutrisi secara berkala. Hal ini dilakukan sebagai penunjang perkembangan indukan yang Anda budidayakan agar dapat berkembangbiak lebih optimal. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan supaya ulat hongkong yang dibudidayakan dapat maksimal :
  • Untuk pakan indukan ulat hongkong sendiri terdapat beberapa jenis pakan diantaranya seperti : dedak, pur / voer ayam, dan ampas tahu.
  • Untuk pemberian pakan ulat hongkong sendiri tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup Anda berikan setiap 4 hari sekali.
  • Untuk jumlah pemberian pakan sendiri harus disesuaikan dengan standar yang telah ditentukan, misalnya untuk jumlah indukan yang ditebar sebelumnya mempunyai berat total 2 kg, maka pakan indukan yang perlu Anda berikan cukup 2 kg setiap kali memberikan makan.
  • Untuk pemberian makanan indukan ulat hongkong kami rekomendasikan untuk menambahkan potongan buah-buahan atau sayuran segar. Karena buah dan sayur yang Anda berikan memiliki fungsi menjadi sumber kelembapan. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan ulat hongkong, karena pada dasarnya ulat hongkong sangat menyukai tempat yang mempunyai tingkat kelembapan.

4. Pemisihan Kepompong Hasil Budidaya Ulat Hongkong

Setelah usia kurang lebih satu minggu indukan ulat hongkong dirawat, maka indukan tersebut akan berubah menjadi kepompong. Lalu tahap selanjutnya yang perlu Anda kerjakan ialah memisahkan kepompong tersebut ke wadah atau toples lain. Wadah atau toples tempat kepompong tersebutlah yang akan menjadi media kembangbiak ulat hongkong tersebut. 

Untuk memindahkan kepompong tersebut ke toples atau wadah yang baru ada beberapa syarat yang perlu Anda lakukan, sebagai berikut :
  • Toples yang akan dijadikan sebagai tempat menyimpan kepompong sebaiknya pada bagian dasarnya telah diberi oatmeal/havermut terlebih dahulu.
  • Untuk cara memindahkan kepompong ulat hongkong yang perlu Anda perhatikan yaitu tidak boleh memindahkan secara buru-buru karena tektur serta tubuh kepompong tersebut sangat mudah sekali mengalami kerusakan dan kematian. Oleh sebap itu, saat Anda memisahkan kepompong tersebut dilakukan dengan memindahkan dengan sedikit demi sedikit, secara perlahan-lahan serta hati-hati.
  • Untuk meletakan kepompong sendiri tidak boleh dilakukan dengan cara yang asal-asalan sehingga kepompong tersebut menjadi tumpang tindih. Karena kepompong yang saling bertumpukan antara kepompong satu dengan yang lain dapat menyebapkan kematian pada kepompong ulat hongkong tersebut. Sebaiknya usahakan jangan sampai kepompong tersebut mengalami tumpang tindih.
  • Sebenarnya untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal maka sebaiknya untuk menebar kepompong tersebut dilakukan pada media atau tempat yang lebih lebar seperti nampan atau kotak kayu yang sebelumnya sudah dilapisi oleh oatmeal pada bagian dasar.
  • Setelah proses pemindahan kepompong ulat hongkong selesai dipindahkan maka tahap selanjutnya yaitu tutuplah toples atau media yang digunakan menggunakan koran dengan rapat.

Baca Juga :

5. Siapkanlah Toples untuk Kumbang dari Kepompong Ulat Hongkong

Setelah usia kurang lebih 10 hari, maka kepompong yang sebelumnya Anda pindahkan akan berubah menjadi kumbang-kumbang kecil. Maka yang perlu Anda lakukan ialah sesegera mungkin untuk menyiapkan toples lain sebagai tempat tinggal para kumbang tersebut. Toples inilah yang nantinya akan menjadi tempat dimana kumbang-kumbang tersebut menelur.

Pada tahap inilah dalam melakukan budidaya ulat hongkong disebut dengan tahap pertengahan. Karena pada tahap inilah Anda harus mempersiapkan kumbang-kumbang yang akan Anda panen ulatnya dikemudian hari nanti. 

Akan tetapi ada beberapa tahap yang perlu Anda lakukan untuk menyiapkan media tempat kumbang-kumbang tersebut bertelur, antara lain adalah :

  • Sebelum memindahkan kumbang ulat hongkong ke toples yang baru. Maka sebaiknya yang Anda lakukan ialah melapisi bagian dasar toples tersebut menggunakan kapas. Kapas sendiri digunakan sebagai tempat kumbang bertelur serta menjaga kondisi telur kumbang tersebut supaya tidak mudah pecah.
  • Sebelum memindahkan kumbang-kumbang tersebut pada media atau tempat yang baru, pastikan terlebih dahulu kondisi sayap kumbang tersebut apakah sepenuhnya sudah berubah menjadi kehitaman.
  • Setelah memindahkan kumbang-kumbang tersebut, langkah selanjutnya Anda tinggal menunggu sampai beberapa hari, hingga kapas pada bagian dasar media terisi dengan telur. Selanjutnya yaitu mengganti kapas lama yang sudah terisi full telur ulat hongkong dengan kapas baru, sebaiknya hal ini dilakukan secara rutin.
  • Kapas yang sudah berisi dengan full telur ulat hongkong, wajib segera dipisahkan dari kumbangnya, untuk melakukan proses penetasan.
  • Selama proses kumbang betelur, hal yang perlu Anda perhatikan ialah asupan pakannya. Untuk makanan kumbang sendiri sebenarnya tidak berbeda dengan ulat hongkong yakni ampas tahu, dedak, atau pur/voer pakan ayam.
  • Untuk porsi ukuran makan kumbang sebaiknya Anda berikan dengan jumlah kapasitas yang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan ulat hongkong, yaitu sebanyak 100 gram untuk 3 hari sekali.

6. Proses Penetasan Telur Ulat Hongkong

Tahap selanjutnya dalam budidaya ulat hongkong adalah proses penetasan telur. Untuk proses penetasan telur ulat hongkong sebenarnya tidaklah sulit, karena Anda hanya perlu menunggu telur-telur yang terdapat pada kapas tersebut menetas. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menunggu telur menetas menjadi ulat hongkong yakni kisaran 10 hari.

Setelah telur menetas menjadi ulat, maka bisa dikatakan budidaya ulat hongkong yang Anda lakukan bisa dikatakan telah sukses.

Akan tetapi Anda harus merawat telur yang sudah menetas tersebut supaya ulat hongkong yang Anda budidayakan bisa berkembang dengan maksimal, adapun caranya sebagai berikut :
  • Ulat yang baru saja menetas jangan terburu-buru untuk diambil, karena ukurannya masih sangat kecil. Anda cukup membiarkannya saja, sembari memberikan pakan dengan ukuran sesuai porsi takaran. Untuk pakan ulat hongkong yang baru menetas sebaiknya berikan pakan menggunakan sayuran selada yang sebelumnya sudah Anda jemur terlebih dahulu hingga dalam keadaan setengah kering.
  • Anda dapat memindahkan atau mengambil ulat-ulat tersebut ketika sudah berumur 30 hari. Karena pada usia inilah Anda dapat memindahkan ulat-ulat tersebut ke media lain untuk melakukan proses pembiakan lebih lanjut atau sudah bisa juga untuk digunakan sebagai pakan dan bisa Anda jual ke pasar.
  • Jika ulat sudah berusia 30an hari maka Anda bisa menyuplai pakan mereka menggunakan sayuran seperti : kol, kubis, sawi, atau pakcoy.

7. Terus Periksa dan Amati Perkembangan Budidaya Ulat Hongkong yang Anda Ternakan

Walaupun telah banyak yang menetas menjadi ulat hongkong, sebaiknya Anda teruslah untuk mengamati serta memperhatikan perkembangan dari telur-telur dan bibit ulat kecil yang baru saja menetas. 

Karena perkembangan ulat ini tergolong sangat cepat, sehingga dalam melakukan perawatan dan pemindahan yang harus Anda lakukan harus terkontrol dengan cermat, jangan sampai terbengkalai begitu saja. Untuk itu Anda dapat menerapka langkah-langkah perawatan yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

Akan tetapi ada beberapa tambahan yang perlu Anda ketahui, diantaranya sebagai berikut:
  • Perhatikan kapasitas jumlah populasi dari ulat hongkong yang Anda budidayakan. Karena hal ini tentu saja akan mempengaruhi berapa banyak asupan makanan dan jumlah tempat yang harus Anda siapkan untuk kedepannya.
  • Dampak negatif jika Anda tidak memperhatikan jumlah populasi dalam tempat pembesaran ulat hongkong ialah menurunnya hasil dari kualitas ulat hongkong yang Anda budidayakan saat masa panen tiba seperti ulatnya berukuran kecil-kecil karena kekurangan asupan makanan atau bahkan hal yang terburuk bisa mengakibatkan banyak ulat hongkong yang mati karena kurangnya tempat untuk berkembang sehingga ulat-ulat itu saling berdesekan dan tumpang-tindih antara satu dengan yang lainnya.

8. Tips Tambahan untuk Memaksimalkan Budidaya Ulat Hongkong

Pada dasarnya langkah-langkah diatas mengenai cara budidaya ulat hongkong yang Anda ternakan sudah cukup. Akan tetapi, apabila Anda menginginkan hasil panen yang jauh lebih maksimal nantinya, tentu saja ada beberapa tips tambahan yang perlu Anda lakukan.

Untuk memaksimalkan serta meningkatkan keberhasilan dalam budidaya ulat hongkong, alangkah baiknya Anda mengikuti beberapa tips sebagai berikut :
  • Sebaiknya Anda perlu mengganti makanan ulat hongkong yang sudah busuk atau berjamur, dengan makanan yang baru dan masih segar, terutama bagi Anda yang menggunakan pakan buah dan sayuran.
  • Ukuran toples yang digunakan harus proposional dan usahakan untuk ukuran toples disesuaikan dengan kapasitas jumlah ulat hongkong.
  • Walaupun ulat hongkong sangat menyukai tempat yang lembap. Jangan pernah Anda menaruh toples yang berisi ulat hongkong ke dalam kulkas ataupun mesin pendingin lainnya.
  • Usahakan hindari meletakan terlalu banyak ulat hongkong dalam satu toples, karena dapat mengganggu tumbuh kembang ulat hongkong tersebut.
  • Anda tidak perlu untuk terlalu sering melakukan pembersihan toples. Karena hal itu dapat mengakibatkan perubahan suhu pada toples secara tiba-tiba. Hal yang perlu Anda lakukan cukup untuk menjaga suhu di dalam toples agar tetap sejuk.

Penyakit Ulat Hongkong yang Sering Terjadi

Seperti halnya dengan melakukan ternak pada umumnya, ternak ulat hongkong juga rentan terserang dengan penyakit.

Berikut ini ada beberapa jenis penyakit yang sering dialami oleh para peternak ulat hongkong, antara lain sebagi berikut :

1. Kulit Berubah Warna

Penyakit ulat hongkong yang pertama adalah kulit ulat hongkong berubah warna dari warna kuning menjadi kuning agak kehitaman.

Untuk menghindari penyakit ini alangkah baiknya jangan terlalu banyak memberikan makanan berupa dedaunan dan dedak.

2. Ulat Mati Berwarna Merah

Apabila penyakit ini menyerang ulat hongkong yang Anda budidayakan. Maka untuk pencegahan penyakit ini dapat Anda lakukan dengan memberikan pakan jangan terlalu basah.

Selanjutnya, ulat hongkong yang mati disebapkan oleh  penyakit ini alangkah baiknya segera di ambil. Karena penyakit dapat menular ke ulat lain yang masih sehat.

3. Ulat Mati Berwarna Hitam

Apabila penyakit ini menimpa ulat hongkong yang Anda ternakan di rumah, maka sebaiknya untuk menangani penyakit ini dapat Anda lakukan menggunakan cara saat pemberian pakan sebaiknya disebar secara merata.

Umumnya penyakit ini sering terjadi pada saat ulat hongkong berusia dewasa antara 1 sampai dengan 3 bulan, dengan pemberian pakan dengan cara dikepal-kepal.


Nah, itulah beberapa langkah untuk merintis bisnis ulat hongkong yang dapat Anda jadikan sebagai acuan. Apabila Anda ingin melakukan budidaya ulat hongkong dalam skala kecil, tentu saja Anda tidak usah memakai terlalu banyak indukan dan toples. Terlebih hanya untuk sekedar untuk digunakan sebagai pakan harian burung kicauan mu, cukup sedikit saja beternak ulat hongkong, sudah cukup kok!

Selamat mencoba budidaya ulat hongkong semoga sukses. Jangan lupa tetap semangat dalam mencoba serta tetap optimis dalam berfikir, dan jangan lupa berdoa ketika berusaha. Terimskasih...