Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Teknik Cara Mencangkok Tanaman Simpel, Mudah, dan Benar

Blogdaffa.com - Untuk memperbanyak tanaman dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Dari berbagai macam tersebut dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu :

Cara mencangkok tanaman buah dengan mudah

1. Generatif
Cara memperbanyak tanaman menggunakan cara generatif yaitu dengan cara memperbanyak tanaman menggunakan biji dari tanaman tersebut. 

2. Vegetatif
Sedangkan cara memperbanyak tanaman yang kedua yakni menggunakan metode vegetatif. Vegetatif merupakan cara memperbanyak tanaman menggunakan cara seperti: cangkok, stek, okulasi, kultur jaringan, dan sebagainya.

Hasil yang didapatkan dari mencangkok tanaman ialah Anda dapat memperoleh bibit tanaman yang kualitasnya menyerupai atau bisa dikatakan sangat mirip dengan kualitas induknya. Teknik mencangkok sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperbanyak tanaman, khususnya tanaman buah.

Akan tetapi, memperbanyak tanaman menggunakan teknik mencangkok mempunyai suatu kelemehan yaitu Anda akan memperoleh bibit tanaman yang kurang sempurna pada bagian perakarannya apabila dibandingkan dengan memperbanyak tanaman menggunakan cara generatif.

Berikut di bawah ini merupakan informasi mengenai cara mencangkok tanaman yang praktis, mudah, dan benar yang di kumpulkan dari berbagai macam sumber.

Mengenal Teknik Mencangkok

Langkah-langkah dalam mencangkok tanaman

Teknik memperbanyak generatif menggunakan cara melukai atau mengerat cabang pohon induk lalu dibungkus dengan media tanam bertujuan untuk merangsang terbentuk serta tumbuhnya akar. Teknik generatif ini sudah lama dikenal petani dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Karena dengan cara mencangkok akar akan tumbuh saat masih ada di pohon induk.

Tujuan melakukan pencangkokan tanaman adalah untuk memperoleh anakan/bibit untuk pembangunan bank klon, kebun benih klon, dan kebun persilangan klon. Karena dengan memakai teknik ini bibit yang dihasilkan tentu saja sudah dewasa sehingga akan lebih cepat untuk berbunga ataupun berbuah. Untuk melakukan pencangkokan dapat Anda lakukan dengan memilih pohon-pohon yang bagus di kebun benih.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk Mencangkok :

Alat dan bahan yang dibutuhkan sebagai media cangkok antara lain sebagai berikut :
  • Moss cangkok
  • Top Soil
  • Kompos
Sedangkan untuk bahan-bahan yang akan digunakan sebagai pembungkus cangkok antara lain :
  • Polybag hitam
  • Tali rafia
  • Zat pengatur tumbuh akar
  • Insektisida
  • Pita label
  • Spidol permanen
  • Pisau cangkok
  • Gergaji tangan

Ciri-Ciri Tanaman yang Bisa Dicangkok

Ciri-Ciri Tanaman yang dapat di Cangkok

Pada dasarnya semua tanaman yang berkambium dapat di cangkok baik itu tanaman berbuah ataupun tidak. Adapun ciri-ciri tanaman berkambium pada umumnya yaitu tanaman yang memiliki batang yang keras (kayu) serta dapat dikelupas pada bagian kulitnya.

Untuk kambium sendiri terletak pada bagian antara kulit dengan batang kerasnya. Contoh tanaman yang tidak dapat di cangkok antara lain, ialah pohon timun, semangka, kacang tanah dsb. Sementara untuk contoh tanaman yang bisa untuk di cangkok antara lain : jambu, mangga, durian, rambutan dan lain sebagainya.

Syarat yang harus dipenuhi untuk mencangkok tanaman buah antara lain sebagai berikut :
  • Pohon yang akan di cangkok minimal berusia 2 tahun.
  • Memiliki banyak percabangan.
  • Pohon induk dalam kondisi sehat dan subur.
  • Pohon yang akan di cangkok sudah pernah berbuah.
Apabila Anda mencangkok menggunakan indukan dengan kriteria itu, tentu saja bibit dari hasil cangkokan tersebut akan memiliki kualitas yang bagus.

Keuntungan serta Kerugian Sistem Cangkok

Keuntungan pembibitan dengan metode pencangkokan :

  • Mempunyai kualitas dan produksi buah yang sama dengan pohon induknya.
  • Tanaman dari hasil cangkok dapat ditanam pada tanah yang memiliki letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam.

Kerugian pembibitan dengan metode cangkok :

  • Saat musim kemarau panjang tanaman hasil dari cangkok cenderung tidak tahan dengan kekeringan.
  • Tanaman sangat mudah roboh jika diterpa angin kencang karena tanaman hasil dari cangkok tidak memiliki akar tunggang.
  • Pohon induk tajuknya akan mengalami kerusakan karena diakibatkan oleh banyaknya cabang yang di potong.
  • Dalam satu pohon induk Anda hanya dapat mencangkok beberapa batang saja. Sehingga untuk memperbanyak dalam skala besar tidak dapat dilakukan menggunakan cara ini.

Cara Mencangkok Konvensional

Cara mencangkok tanaman dengan cara konvensional atau cara mencangkok tanaman yang paling sering atau umum dilakukan oleh banyak petani, antara lain sebagai berikut :
  1. Langkah pertama, pilihlah cabang yang sudah kuat dan sehat atau berkayu. Jumlah daun pada cabang bisa menjado tolak ukur.
  2. Untuk ukuran diameter cabang sebaiknya tidak lebih dari 2 cm, dan juga tidak boleh lebih kecil dari ukuran pensil. Untuk cabang yang baik pilihlah cabang dengan warna coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung dari jenis tanaman buah yang hendak Anda cangkok.
  3. Sayat cabang menggunakan pisau secara melingkar pada satu bagian, kemudian ulangi sayatan melingkar seperti yang sebelumnya pada bagian bawah dengan jarak antara 3 sampai dengan 5 cm atau dua kali lebih panjang dengan diameter cabang.
  4. Sayat dan kupas kulit cabang diantara sayatan sebelumnya sampai terlihat kambium yang dilihat dengan jelas seperti lendir. Pakailah ujung pisau yang tajam untuk menghilangkan kambium dengan cara mengeriknya sampai benar-benar kering. Apabila membiarkan kambium ini tetap ada, tentu saja akan menggagalkan proses pencangkokan, karena kulit cabang akan muncul kembali. Dengan menghilangkan kambium pada batang akan membuat hasil dari fotosintesis daun mungumpul pada bagian sayatan tersebut, sehingga akan merangsang pertumbuhan akar.
  5. Setelah kambium pada batang yang di kupas telah kering, Anda bisa mengolesi menggunakan hormon auksin dengan dosis kira-kira 2 cc/liter air. Untuk hormon auksin dapat Anda beli di toko pertanian terdekat.
  6. Siapkan lembaran plastik atau sabut kelapa melingkari batang pada bagian bawah keratan kurang lebih antata 1 sampai dengan 2 cm. Kemudian ikay menggunakan tali rafia.
  7. Tutup bekas sayatan batang menggunakan media cangkok yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, pasir halus, dan sekam dengan rasio perbandingan sama banyak. Usahakan saat menutup bekas sayatan dengan media cangkok sampai menutup semua luka sampai melewati bekas keratan pada bagian atas kurang lebih antara 1 sampai 2 cm.
  8. Selanjutnya ikat plastik pada bagian atas keratan supaya media cangkok tidak lepas. Plastik penetup atau serabut kelapa berikan beberapa lubang kecil-kecil secara menyeleruh agar dapat memperlancar sirkulasi udara dan air.
  9. Rawat cangkok tersebut dengan menyiram secara rutin supaya media cangkok tidak mengalami kekeringan. Akar pada umumnya akan tumbuh setelah usia cangkok menginjak antara 2 sampai dengan 3 bulan.
Akar akan tumbuh pada bagian sayatan atas karena aliran nutrisi hasil fotosintesis oleh daun dan hormon auksin endogen ( hormon ini berasal dari tanaman yang di cangkok) bergerak dari daun menuju ke cabang. Timbunan zat makanan perlahan akan meningkat dan akan berubah menjadi akar.

Setelah akar tumbuh dan memenuhi media cangkok, maka proses pencangkokan sudah dikatakan berhasil. Daun yang tumbuh pada tunas baru akan nampak terlihat hijau dan segar. Dalam tahap ini, cangkokan sudah siap untuk dipisahkan dari induknya. Untuk memotong batang Anda juga bisa menggunakan gunting stek atau gergaji tangan.

Untuk melakukan pemotongan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan usahakan jangan sampai memotong ataupun merusak akar cangkok tersebut. Untuk mendapatkan bibit yang lebih maksimal maka Anda perlu mengurangi jumlah daun agar tidak mengalami penguapan yang berlebihan. Hasil dari cangkok tersebut sebaiknya Anda semaikan pada polybag terlebih dahulu sampai muncul beberapa tunas baru, lalu selanjutnya dapat di tanam pada media tanam yang lebih besar.

Baca juga : 

Cara Mencangkok Tanaman menggunakan Media Kantong Plastik

Pada dasarnya teknik atau cara mencangkok menggunakan metode kantong plastik sama halnya dengan mencangkok dengan metode konvensional. Hanya saja perbedaan nya terletak pada media cangkok yang digunakan, apabila mencangkok metode konvensional memakai media tanah dicampur dengan sekam, sedangkan untuk mencangkok menggunakan kantong plastik media cangkok nya memakai serbuk sabut kelapa yang dapat Anda beli di toko pertanian.

Akan tetapi Anda juga bisa membuat serbuk sendiri di rumah, berikut adalah cara pembuatannya :

  1. Kupaslah sabut kelapa kemudian pisahkan sabut tersebut dengan kulit bagian luar. Bahan yang digunakan untuk media cangkong hanya sabut kelapanya saja, sedangkan untuk kulit bagian luarnya bisa Anda buang atau dapat digunakan untuk keperluan lain.
  2. Tahap selanjutnya setelah sabut kelapa terpisah dari kulitnya yaitu merendam sabut tersebut di dalam air selama 7 hari. Tujuan dilakukan perendaman pada sabut kelapa tersebut adalah supaya sabut tersebut menjadi lunak dan menghilangkan kandungan zat yang terdapat pada sabut. Apabila zat yang terdapat pada sabut kelapa tidak dihilangkan maka akan berakibat fatal yaitu dapat memperlambat pertumbuhan akar.
  3. Jemur sabut kelapa sembari memisahkan serat-serat pada sabut tersebut. Setelah sabut kering potong-potong sabut tersebut menjadi kecil-kecil, setelah itu sabut sudah siap untuk digunakan sebagai media cangkok.
  4. Untuk membuat media cangkok dilakukan dengan cara menyampur sabut kelapa dengan hormon auksin dalam sebuah wadah. Untuk dosis hormon auksin yaitu 2 cc/liter air.
  5. Untuk mencangkok batang dengan ukuran kecil maka masukan media cangkok yang sudah dicampuri hormon auksin menggunakan kantong plastik dengan ukuran 1/4 kg. Sedangkan untuk batang yang lebih besar dapat Anda sesuaikan dengan diameter batang tersebut.
  6. Masukan media cangkok tersebut lalu padatkan sampai 3/4 plastik, kemudian tarik pada bagian ujung kantong plastik kemudian ikat. Dengan berat 2 kg media yang dibuat akan menghasilkan kurang lebih antara 15 sampai dengan 20 kantong plastik media cangkok. Media yang sudah jadi apabila belum dipakai akan kuat dan tahan sampai 1 bulan lamanya.
  7. Sedangkan untuk cara pemakaian media cangkok Anda hanya perlu memotong atau mengiris memanjang ke arah satu sisi kantong plastik. Kemudian lilitkan ke bekas keratan cangkok pada bagian atas dan bawah. Usahakan pada bagian sayatan batang tertutup semua dengan media cangkok, dan langung Anda ikat media cangkok tersebut dengan batang pohon yang di cangkok.
Setelah itu Anda hanya tinggal merawat cangkok tersebut sampai tumbuh akar. Setelah akar sudah tumbuh banyak, maka Anda bisa memotongnya untuk disemai terlebih dahulu sebelum di tanam pada media tanam.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikab Saat Mencangkok

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat melakukan proses pencangkokan tanaman supaya mendapatkan hasil yang lebih maksimal, antara lain sebagai berikut :
  • Untuk melakukan pencangkokan sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan tiba. Meskipun pada dasarnya untuk proses mencangkok bisa dilakukan musim apa saja ( sepanjang tahun), akan tetapi waktu yang tepat untuk mencangkok ialah saat musim penghujan. Karena pada saat musim penghujan tiba tanaman induk dapat tumbuh dengan baik jika dibandingkan dengan saat musim kemarau. Saat musim hujan tanaman induk akan mendapatkan beberapa asupan yang penting antara lain seperti kelembapan tinggi, pancaran sinar matahari yang cukup, serta cukup nya kebutuhan air karena curah hujan yang tinggi.
  • Ketika hendak mengambil hasil dari bibit yang Anda cangkok, usahakan Anda lebih dulu untuk mengamati bentuk dan arah pertumbuhan akarnya. Sehingga saat Anda melakukan pemotongan batang tidak mengenai ataupun memotong perakaran yang tumbuh dalam media cangkok tersebut.
  • Alangkah baiknya kurangi jumlah daun yang muncul pada tunas baru, hal ini perlu dilakukan karena untuk mengurangi terjadinya penguapan yang  berlebihan.
  • Hal yang perlu Anda ingat ialah jangan mencangkok dalam jumlah yang banyak dalam satu tanaman induk, karena dapat merusak tanaman induk tersebut.
Hasil dari bibit cangkokan yang baru saja di pisahkan dengan induk tanaman, wajib secepat mungkin untuk disemai. Sedangkan untuk membuat media semai bibit hasil dari cangkokan ialah memakai campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran perbandingan 3 : 1. Setelah itu bibit yang sudah disemaikan sebaiknya untuk ditaruh pada tempat yang teduh sampai kurang lebih usia 3 bulan. Setelah tanaman tersebut tumbuh akar dengan jumlah yang lebih banyak dan kuat, maka tanaman tersebut sudah siap untuk Anda tanam pada media tanam yang lebih luas atau ditanam di pekarangan rumah Anda.

Selamat mencoba Cara Mencangkok Tanaman Simpel, Mudah, dan Benar semoga sukses. Jangan lupa tetap semangat dalam mencoba serta tetap optimis dalam berfikir, dan jangan lupa berdoa ketika berusaha. Terimskasih...