Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Cabe Menggunakan Teknik Hidroponik

Blogdaffa.com - Budidaya cabe tidak hanya bisa di aplikasikan pada lahan yang luas saja. 

Cabe adalah tanaman yang hasilnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena di Indonesia umumnya bumbu masakan menggunakan cabe untuk menciptakan rasa dan sensasi pedas. Oleh karena itu dengan hal itu permintaan cabe terus meningkat terlebih pada hari besar misalnya hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal.

Dengan meningkatnya permintaan pasar cabe, maka tak hayal apabila banyak orang berbondong-bondong berusaha melakukan budidaya cabe. Selain permintaan pasar yang cukup tinggi, harga jual cabe juga lumayan bagus sehingga akan sangat menguntungkan apabila hendak dijadikan salah satu agrobisnis.

Akan tetapi tak sedikit orang yang melakukan budidaya cabe sering menuai kegagalan lantaran minimnya ilmu pengetahuan tentang cara menanam cabe, baik menggunakan cara umum maupun dengan cara hidroponik cabe.

Sebagai alternatif trobosan edukasi, pada kesempatan ini Blogdaffa.com akan membagikan bagaimana cara menanam cabe menggunakan teknik hidroponik yang mudah dipahami. Sehingga dapat memberikan pengetahuan tentang bagaimana langkah-langkah menanam cabe hidroponik dengan mudah dan benar supaya dapat membantu hasil panen yang bagus dan tentunya dapat meningkatkan keuntungan panen cabe hidroponik yang besar.

Cara menanam Cabe Hidroponik

Cara menanam cabe hidroponik

Sebelum kita memulai membahas lebih lanjut mengenai cara menanam cabe hidroponik, maka kita perlu mempersiapkan alat dan bahan yang akan di guanakan untuk menanam cabe hidroponik seperti :
  • Benih
  • Media tanam
  • Tempat penyemaian
  • Nutrisi Hidroponik
Dan sebagainya yang akan kami ulas dibawah in.

1. Pemilihan Bibit Cabe

Cara memilih benih cabe yang unggul

Tahap awal yang paling utama sebelum memulai budidaya cabe hidroponik ialah pemilihan benih cabe yang hendak ditanam. Untuk saat ini terdapat dua jenis cabe yang dapat Anda pilih untuk ditanam, yaitu:
  • Cabe lokal, kenggulan menggunakan benih cabe lokal selain mudah kita dapatkan adalah dapat dibudidayakan dengan mudah karena sudah cocok dengan kondisi iklim dan tanah di Indonesia. Bibit cabe lokal yang terbaik biasanya berasal dari kota Rembang, Kudus, dan tanah karo Sumatera.
  • Cabe Hybrida, keunggulan dari bibit cabe hybrida apabila dibandingkan dengan cabe lokal adalah dari segi kualitas cabenya. Untuk bibit cabe hybrida yang terbaik dari negara Taiwan dan Thailand.

Ciri ciri bibit cabe unggul

  • Mempunyai hasil produktivitas yang tinggi
  • Masa panen yang cepat
  • Kuat dan tahan terhadap serangan hama dan juga penyakit
  • Durasi waktu penyimpanan bibit yang kuat lama
  • Mempunyai tingkat kepedasaan tertentu
  • Kualitas hasil panen sesuai dengan selera konsumen

Benih cabe unggul yang dapat menghasilkan bibit unggul

  • Bara (cabe rawit)
  • Senopati F1 (cabe merah)
  • Taruna (cabe rawit)
  • CH3 IPB (cabe merah)
  • Wibawa F1 (cabe merah)
  • Hot Beauty (cabe merah)
  • Prabu F1 (cabe merah)
  • TM 999 (cabe merah)
Dengan memakai benih atau bibit cabe unggul, maka hal ini bisa menjadi pondasi bagi Anda yang menginginkan hasil panen cabe yang melimpah baik dan berkualitas.

2. Teknik Penyemaian

Cara penyemaian benih cabe yang benar

Tujuan penyemaian benih cabe adalah agar benih cabe mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang supaya cepat tinggi. Oleh karena itu, dalam tahap ini perawatan serta pengontrolan harus dilakukan dengan maksimal dan rutin supaya benih cabe yang Anda semai dapat tumbuh maksimal.

Langkah-langkah melakukan penyemaian dengan baik dan benar

  • Sediakan polybag dengan ukuran kecil, baki dan petakan tanah.
  • Sediakan media semai benih cabe dengan komposisi : tanah humus, arang sekam, dan pupuk kandang dicampur menjadi satu dengan rasio perbandingan 3:1:1
  • Masukan media semai kedalam polybag yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Dalam hal ini yang perlu Anda ingat ialah usahakan jangan mengisi polybag dengan media semai terlalu penuh.
  • Masukan benih cabe yang sudah dipersiapkan.
  • Usahakan kasih sela dalam penaburan benih cabe tersebut. Hal ini bertujuan agar benih cabe yang disemai dapat tumbuh maksimal.
  • Siram media semai cukup 2 kali dalam sehari yakni pagi dan sore.
  • Setelah tunas tumbuh dari benih cabe, atau benih cabe menginjak usia antara 25-30 hari maka bibit cabe sudah siap untuk dipindahkan pada media tanam.

3. Menyiapkan Media Tanam

Contoh gambar media tanam cabe hidroponik

Minimnya lahan atau pekarangan rumah bukan lagi sebagai hambatan bagi Anda yang hendak melakukan budidaya cabe. Untuk sekarang ini sudah banyak para pembudidaya cabe menggunakan teknik hidroponik untuk menanam cabe. Karena dengan menggunakan hidroponik tidak membutuhkan lahan yang besar maupun luas, bahkan diteraspun Anda dapat melakukan budidaya cabe.

Untuk mengaplikasikan teknik budidaya cabe dengan hidroponik Anda terlebih dahulu harus menyiapkan media tanam yang hendak Anda gunakan untuk budidaya cabe secara hidroponik.

Media tanam untuk cabe hidroponik tidak harus dengan modal yang cukup banyak seperti membeli rockwool. Anda dapat membuat media tanam cabe hidroponik sendiri dirumah dengan bahan yang mudah Anda jumpai disekitar rumah atau Anda juga dapat membelinya dengan harga yang terjangkau. Lalu apa sajakah media tanam cabe hidroponik tersebut?
Media tanam cabe hidroponik dapat Anda buat sendiri menggunakan campuran cocopeat dan arang sekam yang dimasukan ke dalam wadah atau tempat budidaya. Wadah atau tempat budidaya cabe hidroponik dapat Anda jumpai disekeliling rumah yaitu botol bekas minum yang sudah tidak terpakai lagi.

Setelah semua media tanam sudah siap seperti gambaran diatas maka tahap selanjutnya ialah membuat sumbu yang terbuat dari kain flanel supaya penyerepan air lebih bagus. Kenapa harus menggunakan kain flanel?
Karena kain flanel mempunyai karakter dapat menyerap air dengan daya serap tinggi.

Baca juga:

4. Menanam Bibit Cabe

Menanam cabe hidroponik dengan botol bekas

Tahap selanjutnya yaitu menanam cabe hidroponik pada media tanam yang telah Anda buat sebelumnya.

Sebelum menanam bibit cabe pastikan terlebih dahulu usia bibit cabe yang hendak Anda tanam kisaran umur 25 sampai 30 hari sejak Anda semai dalam media semai yang Anda buat. Hal ini bertujuan agar bibit cabe kuat dalam media tanam baru dan diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sebelum Anda masuk kedalam tahap menanam cabe kemedia tanam botol, Anda harus melakukan pemindahan bibit cabe terlebih dahulu dari media penyemaian. Dalam pemindahan bibit cabe usahakan akar bibit jangan sampai banyak yang putus, dan usahakan akar bersih dari media semai tersebut. Lalu bagaimana caranya?
Anda dapat menyiram terlebih dahulu media semai dengan air, agar bibit cabe mudah dicabut. Apabila media semai masih ada pada bagian akar, maka Anda dapat membersihkan dengan cara menyiram atau memasukan kedalam ember yang berisi air agar media semai yang ikut rontok dengan sendirinya.

Selanjutnya tahap menanam cabe ke media tanam hidroponik botol usahakan dengan sangat hati-hati, teliti dan jangan terburu-buru agar bibit cabe tidah patah bagian batang ataupun rusak sehingga akan menghambat pertumbuhan dan menyebabkan gagalnya panen cabe.

Setelah melakukan serangkain proses penanaman bibit cabe langkah selanjutnya Anda meletakan bibit cabe ditempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari secara langsung dalam kurun waktu kurang lebih antara 5 sampai dengan 7 hari. Proses bertujuan untuk membantu proses adaptasi bibit cabe pada media tanam yang baru dan lingkungan yang baru agar terhindar dari kematian.

Setelah usia 7 hari dalam tempat terbebas dari sinar matahari secara langsung, barulah tanaman cabe dapat Anda letakkan pada tempat yang terkena intensitas cahaya secara langsung.

5. Kebutuhan Nutrisi

Pemberian nutrisi cabe hidroponik dalam botol

Meskipun menanam cabe menggunakan teknik budidaya hidroponik dengan botol, tentu saja tanaman cabe sangat membutuhkan yang namanya nutrisi agar tanaman cabe yang Anda budidayakan dapat berkembang dengan baik dan tumbuh secara maksimal agar hasil panen sesuai apa yang Anda harapkan.

Anda dapat memberikan nutrisi tambahan pada tanaman cabe yang sudah berusia antara 5 sampai dengan 7 hari setelah proses pemindahan tanaman ke media tanam hidroponik.

Pemberian nutirisi tambahan bertujuan supaya tanaman cabe dapat memenuhi unsur hara dan nutrisi yang tidak didapatkan dari tanah karena keterbatasan media tanam. Usahakan hindari pemberian nutrisi tambahan saat cabe baru saja dipindahkan pada media tanam karena mempunyai resiko dapat merusak tanaman cabe karena bibit cabe belum beradaptasi pada media tanam dan lingkungan baru sudah dikagetkan dengan nutrisi tambahan yang Anda berikan.

Tentunya dalam pemberian nutrisi hidroponik pada tanaman cabe tidak boleh dengan asal-asalan. Anda harus memperhatikan berapa ukuran serta dosisnya. Dalam tahap awal pemberian nutrisi hidroponik pada cabe sebaiknya dengan 600 sampai 700 ppm atau sekitar 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B yang dicampurkan denagn 1 liter air.

Kemudian setelah tanaman cabe mulai adaptasi dan tumbuh, maka setiap 10 hari sekali dosis nutrisi bisa Anda tambahkan supaya tanaman cabe bisa mendapatkan asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan pertumbuhannya.

6. Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan tanaman cabe yang ditanam menggunakan teknik hidroponik sebenarnya hampir tidak ada bedanya apabila dibandingkan dengan menanam cabe seperti biasa pada umumnya.

Kebutuhan unsur hara dan nutrisi berperan sangat penting dalam pertumbuhan tanaman cabe. Sehingga Anda harus memenuhinya agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan maksimal hingga masa panen. Selain kebutuhan nutrisi dan unsur hara penyakit dan hama perlu Anda tanggulangi suapaya budidaya cabe yang Anda jalankan dapat berhasil dengan hasil yang memuaskan.

7. Pengontrolan Nutrisi

Dalam budidaya cabe secara hidroponik Anda harus sangat memperhatikan nutrisi. Karena dalam menanam menggunakan hidroponik seperti yang kita ketahui tidak memakai tanah dan minimnya media tanam yang digunakan. Untuk itu sebagai penunjang dan memenuhi unsur hara maka pemberian nutrisi sangat diperlukan. Karena hanya dari nutrisi inilah tanaman cabe mendapatkan asupan unsur hara dan mineral serta berbagai zat yang dibutuhkan  untuk tumbuh kembangnya tanaman cabe yang Anda budidayakan. Oleh karena itu kami merekomendasikan untuk memperhatikan pemberian nutrisi secara berkala agar tanaman cabe hidroponik yang Anda tanam dapat tumbuh dengan maksimal.

Penanggulangan hama dan penyakit

Tanaman yang ditanam menggunakn teknik hidroponik bukan dalam arti bebas dari hama dan serta penyakit, sama saja dengan menanam cabai mengguanakn media pada umumnya. Penyakit tanaman cabe hidroponik seperti kutu daun, tungau, ulat, bercak pada daun, busuk buah, dan tentunya masih banyak lagi yang dapat mengintai tanaman cabe yang Anda budidayakan.

Anda dapat menanggulangi dengan menyemprot pestisida organik ataupun pestisida yang berbahan kimia yang dapat Anda lakukan secara berkala. Namun yang perlu Anda ingat, jangan terlalu sering melakukan penyemprotan meskipun ini bersifat sebagai cara penanggulangan hama dan penyakait karena apabila terlalu sering dapat berpotensi merusak pertumbuhan pada tanaman cabe yang Anda budidayakan.

8. Pemanenan

Panen cabe hidroponik dalam botel

Inilah tahap terakhir dari keseluruhan panduan cara menanam cabe dengan menggunakan teknik hidroponik. Untuk membantu Anda dalam memudahkan mengetahui ciri-ciri tanaman cabe yang siap panen adalah sebagai berikut :
  • Usia panen cabe pada umumnya ketika usia tanaman antara 80 sampai 90 hari setelah tanaman cabe ditanam.
  • Perhatikan struktur warna pada cabe apabila keseluruhan warna cabe berwarna merah atau sedikit garis hijau itu tandanya cabe siap untuk Anda panen.
  • Usahakan hindari pemetikan cabe yang tergolong masih muda atau malah cabe terlalu tua. Karena dapat merusak hasil panen Anda sendiri.
Perhatikan waktu panen cabe yang tepat agar tidak merusak masa panen Anda. Berikut langkah-langkah pemanenan cabe yang dapat Anda lakukan sebagai berikut :
  • Anda dapat melakukan pemanenan pada esok hari antara pukul 7 sampai dengan 10 atau pada sore hari pukul 4 sampai 5 sore hari. Hal ini bertujuan supaya matahari tidak terlalu terik.
  • Untuk memetik cabe Anda bisa menggunakan pisau yang tajam atau gunting kecil agar tidak melukai atau merusak dahan dan ranting pohon cabe.
  • Usahakan memetik cabai beserta tangkainya.
  • Usahakan jangan sampai cabe terluka atau rusak. Karena cabe yang luka dan rusak akan mempengaruhi harga jual cabe tersebut.
  • Taruh cabe pada wadah yang besar kemudian lakukanlah penyortiran antara cabe yang kualitas bagus dan kurang bagus. Agar mendapatkan harga jual yang berbeda. Apabila tidak disortir takutnya dipukul rata dengan harga cabe yang memeliki kualitas kurang bagus.

Kesimpulan

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa menanam cabe tidak harus menuntut lahan yang luas dan biaya yang mahal. Kini Anda dapat menanam cabe dilingkungan sekitar rumah dengan cara menanam cabe hidroponik yang tentu hasil panennya tidak kalah bagusnya apabila dibandingkan dengan menanam cabe pada umumnya.

Silahkan Anda pelajari panduan dan tata cara menanam cabe hidroponik ini untuk meminimalisir terjadinya kegagalan dalam budidaya tanaman cabe. Semoga bermanfaat. Terimakasih.