Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mudah Budidaya Cacing Darah Supaya Cepat Panen Melimpah!

Bagi Anda yang tertarik untuk budidaya cacing darah, tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan cacing darah yang umumnya di sebut bloodworm atau nama latin dari cacing darah sendiri (Larva Chinoromus sp).

Cacing darah sendiri merupakan salah satu jenis pakan alami yang sering digunakan oleh pembudidaya atau penghobi ikan hias. Cacing darah sendiri merupakan pakan yang sangat favorit untuk ikan hias terutama untuk jenis ikan cupang. 

Alasan cacing darah sering digunakan sebagai pakan alami ikan hias karena memiliki kandungan nutrisi antara lain 62.5% protein, 10.4% lemak, dan 11.6% abu. Karena kandungan protein yang terdapat pada cacing darah cukup tinggi sehingga apabila cacing ini dijadikan pakan untuk ikan hias Anda tentu saja akan sangat mudah dicerna oleh ikan.

Selain itu, lemak yang terkandung dalam cacing darah bisa membantu mempercepat pertumbuhan ikan dan kandungan pigmen karoten yang terdapat pada cacing darah juga bisa membantu mencerahkan serta mempercepat mutasi warna ikan hias yang Anda pelihara.

Banyak sebagian orang menyalah artikan bahwa cacing darah merupakan nama lain dari cacing sutera karena cacing sutera sudah sangat populer terlebih dahulu di kalangan masyarakat luas.

Hal ini bisa dikatakan cukup wajar karena kedua cacing itu mempunyai bentuk tubuh serta warna tubuh yang memiliki warna kemerahan.

Akan tetapi, pada kenyataan nya kedua cacing tersebut merupakan jenis cacing yang berbeda. Karena pada dasarnya cacing darah berasal dari larva serangga ordo diptera atau nyamuk chironomus.

Nyamuk chironomus merupakan jenis nyamuk pemakan nektar atau penghisap madu bunga pada tanaman yang artinya bukan nyamuk pada umumnya yang sering Anda jumpai menggigit serta menghisap darah manusia. Sehingga dengan itu tentu saja kedua nya sangat berbeda, meskipun sekilas sangat mirip karena bentuk dan warna tubuh dari kedua cacing tersebut, dan terkadang banyak yang salah mengartikan kedua cacing tersebut.


Pada habitat aslinya cacing darah dapat dengan mudah Anda temui pada perairan yang tergenang.

Seperti yang kita ketahui pada umumnya nyamuk sangat menyukai tempat yang ada air tergenang. Untuk Larva nyamuk Chironomus sp sangat mudah dibedakan dengan larva nyamuk pada umumnya, karena nyamuk Chironomus sp sendiri sangat gemar menaruh telur-telurnya pada dasar permukaan air yang tergenang.


Cacing darah sendiri dapat Anda budidayakan untuk setok pakan ikan hias Anda atau di budidayakan dengan tujuan bisnis, berikut kami akan jelaskan di bawah ini:

Langkah Mudah untuk Budidaya Cacing Darah

Cara Sederhana Budidaya Cacing Darah dengan Mudah

Untuk melakukan budidaya cacing darah sendiri sejatinya tidak memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Tetapi, bagi Anda yang masih pemula atau baru ingin memulai budidaya cacing darah alangkah baiknya baca tata cara berikut sebelum melakukan budidaya cacing darah antara lain sebagai berikut antara lain :

1. Pembibitan Cacing Darah


Untuk tahap awal jika akan melakukan budidaya cacing darah adalah pembibitan. Dalam tahap ini Anda dapat memperoleh bibit cacing darah dengan cukup mudah yakni dengan cara membelinya di pasar atau toko online.

Tentu saja sudah banyak yang menjual bibit cacing darah karena budidaya cacing darah sudah banyak yang melakukannya.


Anda sebenarnya dapat dengan mudah untuk menemukan bibit cacing darah di lokasi persawahan.

Akan tetapi, kualitas bibit yang Anda dapatkan tentu bervariasi.

Sedangkan bagi Anda yang ingin mendapatkan hasil budidaya yang maksimal tentu saja sangat membutuhkan bibit dengan kualitas yang bagus.

Untuk kriteria bibit cacing darah yang berkualitas antara lain sebagai berikut ;


  • Bibit cacing darah yang berkualitas umumnya mempunyai daya tahan hidup yang cukup tinggi.
  • Umumnya bibit cacing darah yang bagus akan bergerombol pada dasar air menyerupai rambut yang kusut.
  • Cacing darah cukup aktif bergerak serta mempunyai gerakan-gerakan yang maksimal.
  • Pisahkan antara cacing dengan bagian ari cacing lalu pindahkan ke wadah yang sudah di isi dengan air bersih.
  • Langkah ini disebut dengan proses karantina, hal ini dilakukan untuk menghindari cacing darah terkontaminasi dengan bakteri.
  • Untuk proses karantina sendiri bisa memakan waktu antara 2 sampai dengan 3 hari, selam dalam proses tersebut alangkah baiknya wadah tempat karantina dialiri oleh air bersih denga tingkat aliran rendah.
  • Pastikan air di dalam wadah tetap mengalir dengan tenang agar dapat menyuplai kadar oksigen dalam wadah dengan baik.
  • Apabila kadar oksigen dalam wadah karantina dirasa kurang, maka Anda dapat mengakalinya dengan cara menambah aerator dengan tekanan yang pelan.

2. Membuat Media untuk Perkembangbiakan Cacing Darah

Media Tempat Budidaya Cacing Darah

Langkah selanjutnya ialah menyiapkan media perkembangbiakan.

Dalam tahap ini Anda bisa memilih salah satu jenis media, yaitu media air atau menggunakan media lumpur.

Akan tetapi, akan lebih mudah apabila Anda memilih menggunakan media air bersih, karena tentu akan lebih mudah untuk menyediakan media dengan air yang berkualitas jika dibandingkan denhan media lumpur.


Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam membuat media untuk perkembangbiakan cacing darah, antara lain sebagai berikut:

  • Siapkan nampan atau box dengan ukuran besar.
  • Gunakan air bersih dengan kualitas air yang baik (bebas kaporit)
  • Usahakan air yang ada dalam wadah atau tempat yang akan dijadikan media perkembangbiakan cacing darah tetap dalam kondisi mengalir, hal ini supaya Anda tidak perlu terus menerus untuk melakukan pergantian air dalam wadah.
  • Sussunlah nampan dengan cukup rapi sehingga aliran air dapat mengalir dengan lancar dan tidak macet.
  • Taruhlah saluran air pada bagian rak paling atas, dan lakukan hal yang serupa untuk bagian rak yang berada di bawahnya.
Baca Juga:

3.pemindahan Bibit Cacing Darah

Cara Pemindahan Bibit Cacing Darah

Langkah selanjutnya, setelah media untuk berkembangbiak cacing darah sudah siap adalah melakukan pemindahan bibit cacing darah.

Untuk pemindahan bibit cacing darah sendiri sebaiknya di lakukan dengan cara yang cukup hati-hati, apabila Anda melakukan pemindahan dengan cara asal-asalan tentu saja dapat merusak kualitas bibit cacing tersebut.

Selain itu saat pemindahan usahakan dengan cara yang tepat agar bibit tidak mati selama proses pemindahan tersebut.


Untuk cara pemindahan bibit cacing darah dapat di lakukan sebagai berikut;

  • Siapkan sendok dengan ukuran satu jari kecil yang akan digunakan sebagai alat bantu dalam proses pemindahan bibibit cacing darah.
  • Lakukan tahap pemindahan bibit cacing darah dengan hati-hati supaya bibit yang di pindahkan tidak mengalami stres.
  • Usahakan saat pemindahan bibit cacing darah jangan menggunakan tangan secara langsung, gunakanlah sendok yang sudah Anda persiapkan sebelumnya. Karena kontak dengan tangan secara langsung dapat mengakibatkan ke gagalan dalam proses budidaya cacing darah dan membuat bibit terkontaminasi, karena adanya perbedaan suhu tubuh yang secara tiba-tiba.
  • Usahan saat melakukan proses pemindahan ini dilakukan dengan cara yang cepat supaya bibi cacing darah tidak mengalami stres.

4. Perawatan serta Pemeliharaan Cacing Darah


Untuk perawatan serta pemiliharaan cacing darah dapat Anda lakukan antara lain sebagi berikut :

Kondisi Air

Langkah pertama yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan perawatan serta pemeliharaan cacing darah yakni menjaga kondisi air yang ada di dalam media perkembangbiakan dalam kondisi selalu bersih.

Karena untuk menghasilkan kualitas panen yang bagus cacing darah membutuhkan air yang bersih.

Usahakan aliran air tetap lancar serta tidak mengalami tersendat atau macet.

Karena aliran air yang macet dalam budidaya cacing darah dapat membuat kadar oksigen dalam media atau tempat budidaya mengalami kekurangan sehingga akan menimbulkan masalah yang cukup serius yakni kematian pada cacing darah yang sedang Anda budidayakan.


Pemberian Pakan

Pakan Budidaya Cacing Darah

Tentu saja cacing darah sama halnya dengan makhluk hidup lain membutuhkan makanan untuk melangsungkan kehidupan mereka serta melakukan perkembangbiakan.

Untuk pemberian paka  cacing darah sendiri tidak boleh Anda lakukan secara asal-asalan, karena memerlukan penanganan yang khusus sebagai nutrisi cacing darah, berikut ini merupakan jenis dan cara pemberian pakan yang baik dan benar untuk cacing darah :


  • Untuk pakan cacing darah sendiri dapat Anda berikan berupa pakan organik yang sebelumnya sudah di fermentasikan terlebih dahulu.
  • Untuk tekstur paka cacing darah sendiri harus memiliki ciri-ciri yaitu lembut, lembek, dan mudah dihancurkan.
  • Anda juga bisa memberikan pakan cacing darah menggunakan ampas tahu yang sebelumnya sudah Anda fermentasi terlebih dahulu.
  • Selain memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, ampas tahu sendiri juga mempunyai jamur yang sangat disukai serta bermanfaat baik untuk tambahan nutrisi cacing darah yang Anda budidayakan.
  • Tambahkan tepung ikan yang dapat Anda beli dengan mudah di pasar.
  • Untuk pemberian pakan pada cacing darah sendiri sebaiknya dilakukan setelah usia cacing darah antara 10 sampai dengan 12 hari setelah pemindahan bibit cacing darah.
  • Setelah usia cacing darah lebih dari umur diatas, maka Anda bisa mengganti pakan cacing darah tersebut menggunakan sayuran dan kotoran ayam yang sebelumnya telah di fermentasikan terlebih dahulu.

5. Pemanenan

Cara Panen Cacing Darah

Langkah terakhir dalam budidaya cacing darah adalah pemanenan. Tentu yanh diharapkan setiap orang ketika tiba masa panen yaitu kuantitas dan kualitas yang maksimal. Sebagai pakan alami pakan hias umumnya cacing darah diberikan dalam kondisi masih hidup, tentu saja dalam tahap panen ini memerlukan perlakuan khusus supaya mendapatkan hasil dengan kualitas yang terbaik. Untuk cara pemanenan cacing darah dapat Anda lakukan sebagai berikut :

  • Usia panen cacing darah paling idealnya ketika cacing darah yang Anda budidayakan telah berumur antara 70 sampai dengan 75 hari dihitung setelah melakukan proses pemindahan bibit pada media budidaya.
  • Untuk cara pemanenan cacing darah bisa Anda lakukan dengan cara mengurangi jumlah koloni cacing tersebut.
  • Siapkan kain gelap dengan ukuran yang besar dan lebar sehingga dapat menutup seluruh permukaan nampan atau tempat budidaya cacing darah.
  • Pastikan setiap wadah atau nampan budidaya dapat tertutup dengan sempurna.
  • Apabila Anda tidak mempunyai kain gelap maka Anda bisa meletakan nampan atau wadah budidaya ke tempat yang gelap selama 5 sampai dengan 6 jam.
  • Langkah selanjutnya pisahkan dengan cara yang hati-hati menggunakan sendok atau serokan kutu air untuk memanen cacing darah.
  • Simpan hasil panen cacing darah tersebut dengan air bersih dan segera mungkin untuk Anda jual supaya kualitas cacing tersebut tetap terjaga.

Itulah informasi mengenai Tips Mudah Untuk Budidaya Cacing Darah yang dapat kami sampaikan.

Tentu saja untuk mendapatkan hasil dengan kuantitas serta kualitas yang baik maka dibutuhkan ketekunan dan ketelitian yang ekstra.

Dengan melakukan budidaya cacing darah tentu saja dapat Anda jadikan sebagai peluang usaha sampingan untuk meraup pundi-pundi rupiah sebagai tambahan pemasukan Anda.


Selamat mencoba Budidaya Cacing Darah  semoga sukses. Jangan lupa tetap semangat dalam mencoba serta tetap optimis dalam berfikir, dan jangan lupa berdoa ketika berusaha. Terimskasih...