Inilah, 5 Jenis Lebah Madu yang perlu anda ketahui

Lebah merupakan serangga yang bisa menghasilkan madu.
Akan tetapi lebah tak hanya menghasilkan madu saja, diantara nya ialah bee pollenPropolis ( lilin lebah), royal jelly.

Lebah madu jenis apis mellifera

Pada dasar nya jenis-jenis lebah madu di indonesia sendiri terbilang cukup banyak, namun hanya beberapa yang dapat dibudidayakan.

Masayarakat Indonesia sendiri sudah terbiasa memanen madu dari hutan. Mulai abad ke-19  tepatnya pada tahun 1841, Rijekus adalah seorang berkebangsaan Belanda memperkenalkan bagaimana cara budidaya lebah madu.
Untuk saat ini kurang lebih ada 5 jenis lebah yang madu di perdagangkan, baik yang didapatkan melalui panen dihutan maupun hasil budidaya.

 Jenis-jenis lebah madu


Di kios-kios atau pasar banyak beraneka ragam jenis madu, baik dari madu hutan, madu liar, madu klanceng dan sebagainya.
Dari beberapa produk madu yang sering di tawarkan di pasaran, diantaranya merupakan hasil dari lebah madu berikut :

1. Lebah Madu Trigona ( Klanceng)


Lebah madu klanceng

Lebah madu trigona atau lebih familiar di sapa dengan klanceng, kelulut, kele-kele tergantung dari daerah masing-masing dalam penyebutan nya.
Lebah klanceng sendiri merupakan satu-satunya lebah yang tidak memiliki sengat.
Klanceng sendiri memiliki banyak spesies dan sub spesies baik di bedakan dari ukuran, warna bagian tubuh seperti kepala, sayap, punggung dsb.

Klanceng sendiri memiliki kualitas madu yang sangat unggul apabila dibandingkan dengan lebah madu lainnya.
Klanceng sendiri bertahan dari serangan predator menggunakan propolis yang lengket yang memiliki bau yang menyengat sehingga semut dan berbagai jenis predator lainnya akan kesulitan untuk memasuki sarang lebah klanceng itu. 

2. Apis Cerana


Lebah madu apis cerana

Lebah madu apis cerana merupakan spesies lebah yang tersebar di benua Asia, antara lain di Indonesia, Afganistan, China, dan Jepang. Lebah madu Apis Cerana dapat di budidayakan baik menggunakan metode sederhana bahkan dengan cara modern.
Dalam pembudidayaan lebah madu ini biasa nya menggunakan kotak kayu (sett up) atau menggunakan potongan pohon kelapa dalam istilah bahasa jawa dinamakan glodok.
Dalam kotak budidaya lebah ini dapat di pindah-pindah ke beberapa tempat.
Produksi madu dalam satu kotak/stup lebah ini mampu menghasilkan 2 - 5kg setiap kali panen, dalam satu tahun lebah madu jenis apis cerana ini dapat di panen tiga kali.

Untuk segi produktifitas jika di bandingkan dengan lebah budidaya lainnya, seperti Apis Mellifera, lebah ini kalah produktif.
Selain itu lebah Apis Cerana memiliki kekurangan yaitu sifat nya yang sedikit ganas, Apabila ingin membudidayakan nya relatif lebih sulit dan di butuhkan keberanian.

3. Apis Florea


Lebah jenis ini dapat di jumpai di Indonesia, Oman, Iran, dan India. Apis Florea merupakan jenis lebah madu liar yang tidak bisa di budidayakan. Lebah ini sering di sebut Tawon oleh masyarakat Indonesia. Lebah madu jenis ini dapat hidup berdampingan dengan lebah madu Apis Dorsata, Apis Melleifera, dan Apis Cerana.

Jika di lihat dari segi produktifitas nya lebah jenis ini relatif kecil, kisaran 1 - 3kg perkoloni dalam satu tahun.

4. Apis Dorsata


Lebah Madu Apis Dorsata

Lebah madu Apis Dorsata dapat di jumpai di wilayah hutan Asia yang memiliki iklim subtropis dan tropis, termasuk salah satu nya di Indonesia.
Untuk lebah jenis ini belum dapat di budidayakan. Untuk produksi madu nya biasa mengambil dari hutan, maka dari itu madu lebah ini sering di sebut madu hutan.

Untuk hasil produksi madu lebah ini bisa mencapai 15-25 kg dalam satu tahun dalam satu koloni. Karena ukuran tubuh lebah ini jauh lebih besar apabila di bandingkan dengan lebah madu lainnya.
Lebah madu apis dorsata umum nya membuat sarang tunggal, sarang lebah ini bisa di jumpai menggantung di cabang pohon dan tebing yang tinggi.

5. Apis Mellifera

Lebah madu apis mellifera

Lebah madu apis mellifera merupakan lebah madu yang paling di minati oleh para pembudidaya lebah madu.
Hal itu dikarena kan produktifitas madu nya yang tinggi dalam satu koloni bisa menghasilkan 35-40 kg dalam satu tahun.
Apis Mellifera berasal dari Eropa antara lain Italia, Yunani, dan Perancis.
Lebah ini memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik dari beberapa iklim .

Apis Mellifera mulai di bawa ke Indonesia pada tahun 1841 kemudian di kenalkan ke masyarakat Indonesia sehingga dapat berkembang sampai sekarang.

Belum ada Komentar untuk "Inilah, 5 Jenis Lebah Madu yang perlu anda ketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel