Samsung Lagi Kembangkan Baterai Grafena agar Ngecas Jadi Jauh Lebih Singkat

Blogdaffa.com - Peralatan elektronik zaman sekarang banyak yang menggunakan baterai yang berbahan lithium ion misalnya laptop, ponsel, kamera dan masih banyak lagi peralatan portable lainnya.

Spesifikasi dan harga Samsung Galaxy A80
Samsung Galaxy A80

Namun, beredar kabar bahwa perusahaan asal Korea Selatan yang bernama Samsung kini tengah membuat baterai dari bahan material lain yakni grafena atau graphene jika dalam bahasa Inggris.

Hal demikian dibeberkan oleh pembocor gadget Evan Blass dalam sebuah cuitan.
Menurut Blass, Samsung akan menggunakan baterai grafena pada salah satu Seri ponselnya kemungkinan pada tahun 2021 depan.

“Mereka (Samsung) masih harus meningkatkan kapasitas selagi menekan biaya,” kata Blass dalam kicauannya.

Menerutnya baterai grafena apabila dibandingkan dengan lithium ialah perbedaan dalam pengisian daya baterai.
Baterai grafena bisa diisi daya dari kosong hingga penuh hanya memakan waktu kurang dari 30 menit.

Graphene yang merupakan semikonduktor alotrop karbon memang sudah lama dilirik para pemain dunia teknologi sebagai materi baterai pengganti lithium.

Berbentuk lembaran tipis, grafena 200 kali lebih kuat dibanding baja, lebih ringan dari kertas, dan bisa menyimpan daya dengan cepat.

Karena bentuk nya yang tipis, baterai grafena bisa ditempatkan ditempat yang tipis seperti sol sepatu.


Pada gelaran Mobile World Congress 2018 di Spanyol tahun lalu, ada paviliun Graphene yang memamerkan aneka produk riset barbasis material tersebut, mulai dari robot hingga perangkat wearable.
Samsung sendiri diketahui telah mengoprek grafena sejak setidaknya tahun 2017, sebagaimana dirangkum dari Cnet, Minggu (18/8/2019).
Kala itu produsen raksasa smartphone Korea Selatan mengklaim bahwa baterai gafrena sangat memungkin kan lima kali kecepatan baterai berbahan material lithium dalam urusan pengisian daya.

Untuk saat ini baterai Grafena masih dalam tahap pengembangan secara bertahap agar bisa ditanam pada smartphone konsumen.Material ini memang terhitung masih anyar. Graphene baru ditemukan oleh kelompok riset dari Universitas Manchester pada 2004 lalu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel